1 Rumah Tertimbun 5 Terancam Longsor di Kecamatan Kabandungan Sukabumi

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Satu unit rumah warga Ciangrit RT 07/04 Desa Cinaga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi tertimbun longsor. Peristiwa bencana itu terjadi pada Jumat, 29 Oktober 2021 kemarin sekira pukul 08:15 WIB pagi.

Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Kecamatan Kabandungan, Ahad (31/10) terdapat 5 unit rumah lainnya terancam.

Rumah milik Eman (35) yang dihuni 1 Kepala Keluarga itu terdapat 4 jiwa. Longsor menimbun rumah bagian dapur milik Eman. Pemilik rumah terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya.

Baca juga:  Polsek Cisaat Cek Lokasi Musibah Tanah Longsor di Pondok Pesantren Yaspida Sukabumi, Ini Kata Keluarga Korban!

Bencana terjadi diakibatkan intensitas curah hujan di kawasan kecamatan Kabandungan cukup tinggi. Sehingga mengakibatkan terjadinya longsor di Kampung Ciangrit, Desa Cinaga Kecamatan Kabandungan itu.

“Keluarga Eman sudah diungsikan ke rumah saudaraanya. Ini sebagai antisipasi bahaya susulan longsor,” kata Petugas P2BK Kabandungan, Yusuf kepada awak media.

Sementara itu, kelima rumah yang terancam longsor sudah diberikan himbauan pihak BPBD Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Proyek Galian C yang Menelan 3 Korban Jiwa di Nyalindung Diberhentikan

Rumah yang terancam longsor antara lain milik Bii (58) dihuni 4 jiwa, Irvan (36) dihuni 6 anggota keluarga, Eka Nandar Wijaya (31) dihuni 3 jiwa, Rumah Uwen (59) dihuni 2 jiwa dan Rumah milik Pendi (23) dihuni oleh 2 jiwa.

“Sudah diberikan himbauan agar warga selalu waspada akan bencana susulan. Intinya bagi kelima keluarga yang terancam longsor,” terang Yusuf.

Baca juga:  Longsor di Simpenan Tutup Sementara Ruas Jalan Bagbagan–Mekarasih, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Pihak P2BK dan Muspika Kabandungan meminta warga yang rumahnya terancam longsor untuk dikosongkan. Hal itu guna sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan keluarga tersebut.

“Upaya yang sudah dilakukan mengkaji cepat ke lokasi bencana dan memberikan himbauan. Untuk kerugian materi atas bencana yang terjadi masih dalam kajian,” tambahnya.

 

Redaksi: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait