Susan Antela guru honorer yang mengalami gejala lumpuh dan gangguan pandangan pasca menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

Keluarga Guru Hononer Berharap Ada Solusi Biaya Pengobatan

NASIONAL
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Ketua Komite Nasional (Komnas) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Safari telah mengeluarkan pernyataan bahwa gejala yang dialami oleh Susan Atela (31) seorang guru honorer di Kabupaten Sukabumi itu bukan akibat dari vaksinasi Covid-19 melainkan menderita Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Hopi Sulistiwa (43) paman korban dan juga Kepala Dusun Pasir Talaga Desa Cicadas Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi mengatakan kepada lingkarpena.id bahwa dirinya belum menerima pernyataan itu baik dari Komite Daerah (Komda) KIPI Jawa Barat maupun Kelompok Kerja (Pokja) KIPI Kabupaten Sukabumi, dirinya mengaku mengatahui pernyataan itu dari berita dan wartawan yang bertanya masalah tersebut kepada pihak keluarga.

Baca juga:   Keluarga Guru Honorer Dampak KIPI Keluhkan Biaya Pengobatan

Dirinya beserta keluarga sangat menghargai pernyataan Komnas KIPI tersebut, akan tetapi sebagai orang biasa bukan medis, Ia menilainya gejala yang timbul pada keponakannya tersebut 10 menit setelah disuntik vaksin.

“Okelah secara teori dari kesehatan itu bukan disebabkan oleh vaksin Covid-19, tapi kalo secara logika kita yah 10 menit sesudah di vaksin terjadinya gejala kelumpuhan dan gangguan pandangan,” ujarnya.

Hopi dan keluarga tidak mempermasalahkan dengan vaksinnya atau gejala yang sedang dialami oleh guru honorer tersebut, Ia hanya ingin ada solusi baik dari pemerintah pusat, provinsi atau daerah mengenai biaya pengobatan.

Baca juga:   Jubir Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 Bantah Kasus Guru Honorer Berasal dari Vaksin

“Tapi sekarang mah kalo menurut saya, jangan kita fokus kesitu lah, jangan fokus saling menyalahkan, ini bukan karena vaksin lah, iya kalo masalah itu saya kurang tau bukan ranah saya di kesehatan, tapi yang saya tau, yang saya pengen, yang saya herankan, ini ibu Susan yang tadinya sehat, yuk kita bantu semuanya (agar sehat kembali), masalahnya sekarang terbentur biaya, harus dipikirkan, tolong sampaikan saja (ke pihak berwenang),” ujar Hopi kepada wartawan, Senin (03/05/2021).

Hopi yang pada saat diwawancara sedang melakukan perjalanan ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan kontrol kesehatan Guru Susan berharap ada solusi untuk biaya berobat jalan karena dirinya dan keluarga mengaku bingung akan biaya kedepannya.

 

 

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan