Kendaraan yang diputarbalik petugas di Pos Penyekatan Ujunggenteng.

Penyekatan Ujunggenteng, 600 Kendaraan Diputarbalik, 6 Orang Lolos Mengaku Anggota Polisi

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Sejak diberlakukan penutupan destinasi wisata, Pos Penyekatan Ujunggenteng memutar balik sejumlah 600 kendaraan. Dari jumlah tersebut, 200 kendaraan roda empat dan 400 untit roda dua, Minggu (16/05/2021) siang tadi.

Penyekatan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Relawan yang tergabung merupakan dari Karang Taruna, Ormas, Komunitas, serta Muspika Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:   Pos Penyekatan Sukalarang Memutarbalikkan Kendaraan Wisatawan Luar Kota Sukabumi

Titik Pos Penyekatan Wisata Ujung Genteng dilakukan di Pos Assabalen, Desa Purwasedar Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi. Semua kendaraan yang bertujuan wisata diputarbalik kecuali warga setempat.

“Kendaraan yang kami putarbalik berjumlah 600 kendaraan. Ya, atas perintah dan intruksi pemerintah, kami para relawan bersama-sama melakukan penyekatan demi tidak terjadinya kluster penyebaran Covid-19 di kerumunan wisatawan,” kata Ketua Karang Taruna Desa Purwasedar Ciracap, Dendi kepada lingkarpena.id.

Dendi menyatakan, ada 6 orang yang menerobos Pos Penyekatan Assabalen Ujunggenteng. Enam orang tersebut mengaku anggota kepolisian dari Polres Sukabumi. Dengan kejadian itu, banyak yang mengeluh untuk meminta izin masuk, namun petugas tetap sesuai dengan instruksi pemerintah, memutarbalik wisatawan tersebut.

“Iya, yang menerobos pos penyekatan mengaku dari anggota Polres Sukabumi. Tapi kami tidak sempat meminta untuk memperlihatkan kartu ke anggotaannya. Mereka memaksa sehingga lolos,” jelasnya.

Baca juga:   Ratusan Kendaraan Menuju Palabuhanratu Diputarbalikkan di Pos Penyekatan 

Untuk bisa melewati Pos Assabalen Ujunggenteng, masyarakat diminta untuk menunjukan dokumen diri seperti KTP, SIM atau yang lainnya. Kartu tanda pengenal khusus untuk warga juga diberikan untuk warga yang mempunyai keperluan, agar bisa melintas di pos penyekatan.

“Kami tidak segan-segan memutarbalik kendaraan tanpa mereka menujukan identitas KTP. Semua dilakukan atas kekhawatiran penyebaran Covid-19 terjadi di kerumunan yang dibawa oleh wisatawan yang berkunjung,” tegasnya.

 

 

Reporter: Akoy Khoerudin

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan