Foto nota yang beredar, versi curhat dan versi klarifikasi.

Akun Facebook Dimas Klarifikasi Viralnya Curhat Biaya Bengkel

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Setelah viral curhat seorang Ibu mengenai biaya perbaikan sepeda motornya di salah satu bengkel daerah Lembursitu Kota Sukabumi, kini muncul postingan klarifikasi yang datangnya dari akun Facebook dengan nama Dimas, Minggu (23/05/2021).

Akun Dimas yang terlihat baru tersebut, dalam foto profilnya menggunakan logo dengan tulisan DMS Motor. Dalam postingan pertamanya di salah satu Group Facebook, Ia menyatakan klarifikasi atas kejadian viralnya curhat biaya bengkel. Dalam waktu 5 jam sejak jam 22.00 WIB postingan klarifikasi tersebut mendapatkan 1.680 like, 7.994 komentar dan 308 kali dibagikan.

Isi postingan klarifikasinya diawali dengan salam dan ucapan Idul Fitri kepada semua pembaca, lalu meminta izin ke admin group untuk menyampaikan klarifikasinya serta membeberkan kronologis versi dirinya.

Baca juga:   Viral Postingan Seorang Ibu Curhat Biaya Bengkel Motor yang Tinggi

Terdapat beberapa perbedaan versi antara curhat dan klarifikasi, masalah pergantian barang menurut versi curhat tidak diceritakan dalam postingan kesepakatan pergantian barang sesuai bon/nota, namun di versi klarifikasi menyebutkan bahwa pergantian barang sudah melalui persetujuan (mengiyakan dalam tulisannya) si Ibu dengan permintaan barang ori.

Lalu perbedaan menurut versi curhat bahwa si Ibu seolah-olah diminta untuk meninggalkan motornya di bengkel, namun di versi klarifikasi disebutkan bahwa bengkel tidak pernah menyuruh pergi Ibu tersebut, ditambahkan dalam tulisannya karena mau bekerja jadi motornya ditinggal di bengkel.

Dalam versi klarifikasi menyebutkan bahwa pada saat menyerahkan bon tagihan senilai Rp 1,2 juta, tidak terjadi masalah. Motor dibawa oleh si Ibu dengan membayar DP sebesar Rp 300 ribu, akan tetapi besoknya datang 2 orang yang mengaku anak dari si Ibu mempersoalkan barang spare part yang digantinya.

Baca juga:   Viral Video Kerumunan Wisatawan di Palabuhanratu, Petugas Langsung Bubarkan Massa

Setelah pembuktian dengan dibongkar kembali mesin, menurut versi klarifikasi kedua orang tersebut percaya bahwa telah terjadi pergantian barang spare part, akan tetapi setelah itu yang dipermasalahkan sekarang bukan barang tetapi harganya.

Menurut pengakuan versi klarifkasi setelah berdebat dengan kedua yang mengaku anak si Ibu akhirnya tagihan yang berawal Rp 1,2 juta berubah menjadi Rp 520 ribu, dan bengkel menganggap masalah sudah selesai, akan tetapi Sabtu (22/05/2021) muncul postingan curhat si Ibu yang pihak bengkel menafsirkan bahwa dirinya tidak ada toleransi dan itikad baik.

Akun Dimas tersebut akhirnya menuliskan telah melaporkan postingan curhat tersebut ke pihak berwajib karena pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan UU ITE. Banyak netizen yang menyayangkan tindakan pelaporan ini. Netizen berharap semuanya diselesaikan dengan kekeluargaan.

Redaksi sudah mengirimkan pesan kepada akun Dimas tersebut meminta waktu untuk wawancara dan belum ada jawaban dari pemilik akun.

 

 

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan