Ketua Viking Sabumi Muhammad Abdul Aziz (sweater putih).

Ketua Viking Sabumi Berharap Ada Audit Anggaran KONI Kota Sukabumi untuk Porda Jabar

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Kepedulian masyarakat Kota Sukabumi khususnya dari Persatuan Suporter Peduli Sepakbola Sukabumi (Persepsi) untuk ikut membantu kontingen sepak bola tim Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang kekurangan dana untuk persiapan mengikuti ajang pageralan olahraga empat tahun sekali di Jawa Barat ini, dilakukan dengan menjual kaos olahraga (jersey), aksi pentas musik (ngamen), dan menggalang dana (ngencleng koin peduli).

Namun aksi tersebut dikomentari miring dari Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ganjar Ramdani Saputra yang menyatakan bahwa kalau berbicara dana, betul pihaknya butuh dana, yang memang harus dicarikan solusi terbaiknya.

Baca juga:   Miris! Cabor Sepak Bola Dikasih Anggaran Rp 16 Juta untuk Porda, Suporter ‘Ngencleng’ Cari Dana Tambahan

“Bukan dengan cara berteriak, banyak orang yang berteriak tetapi tidak mau bergerak, apa lagi dengan cara di blow up, bukan memberikan solusi yang konkret tetapi malah menjadi ramai, kalau memang ada kecintaan terhadap olahraga sepak bola ayo kita sama-sama carikan solusi terbaik,” ujar Ganjar dalam wawancara dengan lingkarpena.id, Jumat (04/06/2021) kemarin.

Pernyataan Sekum KONI Kota Sukabumi tersebut mendapat reaksi keras dari beberapa pemerhati sepakbola, salah satunya Muhammad Abdul Aziz ketua Viking Sabumi. Aziz menyatakan melihat antusias dan semangat para pemain Porda rasanya tidak elok kalau tidak ada pihak yang mendukung dan peduli.

Baca juga:   Sekum KONI: Banyak yang Teriak Bukan Memberikan Solusi Konkret Tetapi Malah Menjadi Ramai

“Sangat disayangkan, seorang Sekretaris Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia Cabang Sukabumi, menilai aksi kepedulian suporter terhadap para pemain Porda Kota Sukabumi yang akan mengencleng dan open donasi yang sepenuhnya akan disalurkan kepada tim Porda dianggap membikin kegaduhan, malahan bagi saya yang membikin kegaduhan publik adalah saudara Ganjar Ramdani Sekum Koni Kota Sukabumi yang menuduh kepada yang peduli membikin gaduh,” ujar Aziz, Sabtu (05/06/2021).

Aziz menambahkan kalau memang dalam anggaran KONI Rp 700 juta yang sesuai dengan keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi Nomor: 08 Tahun 2021 Tentang Pemberian Dana Bantuan Kegiatan Olahraga Prestasi Bagi Cabang-Cabang Olahraga Prestasi Se-Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2021, dirinya mempertanyakan kenapa anggaran yang disalurkan ke 40 cabang olahraga (cabor) hanya sebesar Rp 538.500.000.

Baca juga:   KONI Kota Sukabumi Targetkan 2 Digit Medali pada Porda Jabar 2022

“Nah hal ini juga membuat gaduh masyarakat katanya Rp 700 juta, kok jumlah yang disalurkan tidak segitu,” ujar Aziz.

Aziz berharap ada beberapa pihak memeriksa atau mengaudit anggaran Porda, karena sudah membikin kegaduhan publik. Diakuinya sebenarnya pihaknya tidak ingin masuk ke ranah ini, tapi mau tidak mau, saya harus memberikan hal seperti ini ke publik untuk transprasi penyaluran APBD.

“Kami hanya peduli kepada sepak bola dan olahraga Sukabumi,” ujar Aziz.

 

 

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan