Petugas BPBD Kota Sukabumi sedang memperbaiki saluran air yang tersumbat sampah penyebab banjir.

Tiga Rumah Rusak Akibat Puting Beliung dan Banjir Setinggi 15 Cm Terjadi di Kota Sukabumi

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Dua bencana banjir dan angin puting beliung terjadi di wilayah Kota Sukabumi, Selasa (15/06/2021). Kedua bencana tersebut terjadi di dua titik lokasi yang berbeda.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi langsung diterjunkan ke lokasi bencana setelah mendapat laporan adanya kejadian bencana tersebut. Evakuasi kedua bencana berjalan lancar tidak ada rintangan yang sulit serta bisa ditanggulangi oleh tim BPBD Kota Sukabumi.

Baca juga:   Dua Lokasi di Kota Sukabumi Terancam Bencana Longsor Akibat Hujan Deras Dari Sore Hingga Malam

“Hari ini terjadi dua bencana di Kota Sukabumi yaitu banjir dan angin puting beliung,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani kepada lingkarpena.id, Selasa, (15/6/2021) malam.

Dikatakan Imran, puting beliung terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di Kampung Sukasari RT 02/03 Kelurahan Baros Kecamatan Baros Kota Sukabumi. Tiga rumah warga dan satu pabrik mengalami kerusakan pada atap akibat putaran angin beliung tersebut.

“Satu rumah yang mengalami kerusakan cukup serius. Asbes yang terdapat pada atap rumah terbang karena putaran angin puting beliung, untuk yang lainnya aman,” kata Imran.

Baca juga:   3 Rumah di Parungseah Terkena Bencana Angin Kencang

Sementara itu, banjir terjadi di Perum Panggon Mas RT 03/15 Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Banjir diakibatkan selain intensitas hujan tinggi juga faktor tersumbatnya aliran drainase karena tumpukan sampah. Sehingga menghambat kelancaran saluran air menuju sungai Leles yang menjadi pusat pembuangan utama.

“Genangan air mencapai 15 centimeter, air tidak sampai ke pemukiman warga. Saat ini tim BPBD masih di lokasi bersama relawan kemanusiaan serta warga masyarakat membersihkan sampah yang menjadi sumber penyebab tersumbatnya aliran drainase,” ujar Imran.

 

 

Reporter: Akoy Khoerudin

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan