Kawasan Pedestrian Dago yang sudah clear area dari pedagang kuliner yang biasa jualan di kawasan tersebut.

Kawasan Pedestrian Dago Clear Area, Pedagang Minta Solusi Terbaik untuk Semua

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Kawasan pejalan kaki Jalan Ir H Juanda atau biasa disebut Kawasan Pedestrian Dago Kota Sukabumi tampak sepi tidak ada aktivitas pedagang yang berjualan, Senin (21/06/2021).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, ada 2 orang pedagang di kawasan tersebut yang positif terpapar Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Pedestrian Dago, dan akan melakukan swab test untuk semua yang berdagang di tempat tersebut.

Pantauan lingkarpena.id di Jalan Ir H Juanda terlihat tidak ada lagi gerobak roda yang biasa berderet, beberapa orang personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi nampak berjaga dan bersiaga di Pedestrian Dago tersebut.

Baca juga:   Pedagang Kawasan Dago Dilarang Jualan Sementara Pasca Ditemukan 2 Orang Positif Covid-19

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi Agus Wawan Gultom mengatakan kepada wartawan bahwa setelah mengetahui ada yang positif Covid-19 pada hari Sabtu sore, kami mengambil langkah melakukan pertemuan musyawarah dengan perwakilan pedagang melalui Paguyuban Pedagang Dago dengan pengurus Karang Taruna setempat dan termasuk dengan Ketua Rukun Warga (RW) untuk menyamakan persepsi,” ujarnya.

Agus menambahkan dari hasil musyawarah tersebut disepakati bahwa pertama mulai hari Senin tidak ada pedagang yang berjualan dulu, kedua hari Selasa tanggal 22 Juni pukul 07.30 WIB seluruh pedagang dilakukan swab test, boleh berjualan kembali setelah ada hasil swab test dan itu pun kalau rata-rata pedagang negatif hasilnya.

Baca juga:   Pedestrian Dago Surga Kuliner Street Food di Bulan Ramadhan

Dan nanti setelah berjualan kembali, pedagang yang berada area parkir akan dibatasi jumlahnya hanya 50% atau nanti akan dilakukan kemungkinan ship siang dan malam atau sehari berjualan sehari libur, dan alhamdulilah hari ini tidak ada yang memaksakan berjualan, dan sudah terkomunikasikan dengan baik kepada para pedagang.

Sementara itu Rahmat perwakilan pedagang Dago mengatakan merasa keberatan dengan rencana sepuluh hari ke depan tidak boleh berjualan di Kawasan Dago, para pedagang meminta solusi terbaik untuk semua, jangan pedagang saja yang terkena dampaknya.

“Penghasilan kami hanya dari berjualan disini, kami mencari nafkah untuk keluarga hanya disini, tidak ada penghasilan lain, jadi kami meminta hasil dari swab testnya jangan terlalu lama apalagi harus menunggu sepuluh hari, agar kami bisa secepatnya berjualan kembali,” ujar Rahmat.

 

 

Reporter: Eka Lesmana

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan