Pekerjaan fly over di Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi yang sempat terhenti pengerjaannya.

Warga Warning Pembangunan Fly Over Cibeureum Jangan Seperti Pelaksana Sebelumnya

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Pembangunan fly over Cibeureum Kota Sukabumi yang beberapa waktu lalu dilaksanakan oleh PT MS selaku pemenang tender, dalam pelaksanaannya mengalami beberapa permasalahan teknis dan non teknis.

Mulai dari permasalahan dengan warga sekitar, terkait hutang piutang warung hingga persoalan tidak dibayarnya upah dua pekerja selama dua bulan meskipun pada akhirnya sudah diselesaikan, hingga pada permasalahan teknis yang berujung pada pemutusan kontrak serta mangkaraknya pembangunan flyover tersebut.

Kini masyarakat dan pemuda di Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi mempertanyakan kelanjutan pembangunan fly over tersebut.

Baca juga:
Longsor di Cibeureum, Danramil 0703 Baros Terjunkan Personil Bantu Evakuasi

“Kapan kelanjutan pembangunan ini dilaksanakan, karena kami juga merasa khawatir dengan kejadian yang sudah-sudah dimana saat itu PT MS selaku kontraktor/pelaksana pekerjaan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dan menyisakan hutang, namun pada akhirnya diselesaikan juga,” ujar ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Cibeureum, Jack kepada lingkarpena.id, Selasa (06/07/2021).

Ia menambahkan artinya hari ini kita bersama kelompok pemuda yang lain meminta kepada Dinas Bina Marga agar kiranya bisa memberikan ketegasan kepada perusahaan pemenang tender pekerjaan untuk bisa menuntaskan pekerjaan ini.

Sementara itu ditempat berbeda ketua PK KNPI Kecamatan Cibeureum Iwan memberikan tanggapannya terkait akan dilanjutkannya  pembangunan fly over tersebut.

Baca juga:
Longsor di Sindangpalay Sukabumi, BPBD: Tiga Rumah Terancam Roboh

“Secara prinsip kita mendukung dengan akan dilanjutkannya lagi pembangunan tersebut, namun kami memohon kepada perusahaan agar kiranya bisa melibatkan masyarakat setempat dalam proses pelaksaan pembangunan tersebut,” ujarnya.

Iwan juga menyampaikan bahwa proses ini harus tuntas jangan sampai seperti yang sebelumnya, yang berujung pihak perusaahaan bersama para pejabat Dinas Bina Marga sampai dipanggil dan diperiksa oleh pihak kejakasaan.

“Inilah yang perlu kami kawal sebagai tanggung jawab kami selaku bagian dari kontrol sosial masyarakat,” ujarnya.

 

 

Reporter:   Eka Lesmana

Redaktur:  Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan