Aktifitas penjualan sapi dan kambing di Pasar Hewan Kota Sukabumi.

Jelang Idul Adha Tidak Ada Kenaikan Penjualan Sapi dan Kambing di Pasar Hewan Kota Sukabumi

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Jelang Idul Adha geliat pasar hewan yang berada di Jalan Pramuka Kelurahan Gedong Panjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Pasar hewan tersebut buka hari Rabu dan Sabtu, meski di masa pandemi kegiatan jual beli hewan ternak domba di tempat tersebut tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan, serta adanya pembatasan waktu yaitu dari pukul 07.00-11.00 WIB.

Baca juga:
Pemesan Sapi Qurban Membludak di PMJA Kota Sukabumi

“Berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, pembeli  hewan domba untuk tahun sekarang kurang ramai padahal sebentar lagi akan Idul Adha, mungkin karena sedang ada Covid-19 jadi berkurang,” ujar Asep salah satu pedagang domba di pasar hewan Jalan Pramuka Kota Sukabumi kepada Lingkarpena.id, Rabu (07/07/2021)

Ia menambahkan, kisaran harga satu ekor domba dari yang Rp 2 juta sampai Rp 6 juta semua lengkap ada di pasar hewan ini tinggal pilih sesuai dengan keinginan pembeli.

Sementara itu Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), Rismandiri mengatakan saat akan memasuki Idul Adha kalau untuk peningkatan pembeli ada tetapi tidak signifikan berbeda sebelum ada pandemi.

Lebih lanjut dirinya menerangkan tentang kesehatan hewan yang dijual, bahwa syarat hewan domba yang dijual harus sehat, kalau keliatan hewannya sakit dibalikan lagi pada penjual.

Baca juga:
Wisata Membludak Pasca Idul Fitri, Ini Kata Jubir Covid-19 Kota Sukabumi

“Kalau bisa diobati kita obati, di sini disediakan dokter hewan, dan setiap hewan yang dijual diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta surat jalan hewan bagi pembeli luar daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa biasanya yang belanja di pasar hewan Jalan Pramuka bukan hanya dari sekitar Sukabumi, ada yang dari luar kota seperti Bogor bahkan Semarang namun karena masa pandemi jadi tidak bisa masuk Sukabumi.

 

 

Reporter:   Eka Lesmana

Redaktur:  Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan