Ketua Ormas Singa Bekasi Desak PT BBWM Dibubarkan

NASIONAL
H Aris Setiawan Ketua Ormas Singa Bekasi
Spread the love

Lingkarpena.id, Kabupaten Bekasi – Perusahaan plat merah PT BBWM yang bergerak di bidang pengolahan gas di Kecamatan Babelan dengan kepemilikan saham sebesar 95% oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dan 5% oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bekasi beberapa bulan ke depan genap berusia 19 tahun.

Menginjak usianya yang beranjak dewasa, PT BBWM telah mengalami beberapa kali pergantian Komisaris dan Direksi. Perusahaan ini pun sudah menyumbang PAD kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan angka yang bervariasi.

Tercatat, hasil data setoran PAD Kabupaten Bekasi dari PT BBWM pada tahun 2006 hanya Rp 1,25 miliar. Kemudian pada tahun 2007 berhasil meningkatkan setoran ke kas daerah sebesar Rp 6,8 miliar dan di tahun 2008 terjadi peningkat kembali menjadi Rp 7,8 miliar.

Baca juga:
Wali Kota Bekasi Sosialisasikan PPKM Darurat dan Lakukan Tracing Warga dengan Mobil PCR

Satu tahun kemudian yaitu di tahun 2009 perusahaan ini berhasil menambah PAD menjadi sebesar Rp 20,5 miliar. Kemudian setor kembali di tahun 2012 sebesar Rp 24 miliar dan tahun 2013 naik menjadi Rp 26 miliar.

Namun beberapa tahun ke belakang, diketahui perusahaan plat merah ini diduga tidak melakukan setoran PAD. Hal ini rupanya yang membuat H Aris Setiawan Ketua Ormas Singa Bekasi angkat suara.

Aris menuntut agar perusahaan ini dibubarkan karena dinilai sudah tidak layak dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk menggali potensi ekonomi di Kabupaten Bekasi.

Baca juga:
Penegakan PPKM Darurat Harus Secara Humanis dan Libatkan RT/RW dalam Sosialisasi

“BBWM kan tugasnya eksplorasi gas dan hasilnya diperuntukan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan rakyat Bekasi. Kalau sudah tidak bisa setor PAD, ya sebaiknya dibubarkan saja,” tegas Aris kepada media, Kamis (15/07/2021).

Aris menambahkan, saat ini Kabupaten Bekasi baru saja kehilangan Bupati. Jadi menurutnya, jangan ada perusahaan milik pemerintah yang sekedar menghamburkan uang untuk menggaji karyawan tanpa hasil seimbang.

“Jadi saya tegaskan kepada pimpinan DPRD untuk mengkaji ulang dan membubarkan BBWM,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PT. BBWM belum juga bersedia memberikan pernyataan saat di konfirmasi.

 

 

Reporter:   Indra Lesmana

Redaktur:  Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan