Salamah hanya bisa menangis sedih ketika kebingungan akan biaya operasi anaknya yang jadi korban penusukan.

Keluarga Korban Penusukan yang Diduga Oleh Geng Motor di Ciandam Kebingungan Biaya Operasi

HUKUM & KRIMINAL
Spread the love

Lingkarpena.id, Kota Sukabumi – Salamah (73) Ibu korban penusukan yang diduga oleh geng motor, kini mengalami kebingungan harus mencari uang Rp 17 juta untuk biaya operasi luka tusuk dari pinggang hingga tembus ke paru-paru yang dialami korban PAM (21).

Keluarga korban yang tidak mempunyai uang sebesar itu merasa was-was akan keadaan korban apabila tidak segera ditolong, di lain pihak dirinya juga harus menyediakan uang yang sangat besar untuk biaya operasi anaknya tersebut.

Baca juga:
Kelompok Pemuda di Ciandam Diduga Diserang Geng Motor, 1 Korban Luka Tusuk Tembus ke Paru-Paru

“Anak saya yang tidak tahu apa-apa, dia baru datang sekitar 5 menit tiba-tiba diserang dan menjadi korban, sekarang harus di operasi dengan biaya yang tinggi, uangnya dari mana,” ujar Salamah dengan air mata berurai saat ditemui di RSUD R Syamsudin SH.

Dirinya juga mengatakan bahwa korban saat ini memiliki anak 2 dan istri yang sedang hamil tua. Untuk sehari-harinya korban ikut kerja sama orang tuanya sebagai kenek bis.

“Saya belum kasih kabar ke istrinya tentang kejadian ini, kasian sekarang lagi bulannya melahirkan, kalo dikasih kabar buruk takut ada apa-apa,” ujar Salamah kepada lingkarpena.id, Senin (26/07/2021) dini hari.

Baca juga:
Inilah Kronologis Kejadian Penusukan di Ciandam yang Diduga Oleh Geng Motor

Ia menambahkan semoga ada keringanan atau ada donatur yang mau menyumbang untuk biaya operasi anaknya, karena untuk mencari uang sebesar itu dirinya merasa tidak mungkin bisa, apalagi dikejar waktu harus cepat di operasi anaknya.

“Sekarang kondisinya sesak menurut dokter karena paru-parunya banyak udara masuk akibat luka, dulu korban mempunyai Jamkesmas tetapi karena akan dirubah ke BPJS sampai sekarang belum jadi juga kartunya,” ujar Salamah menambahkan.

 

 

Redaktur:   Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan