Pihak kepolisian saat melakukan pencarian informasi terhadap salah satu korban penipuan iming-iming kerja di wilayah Palabuhanratu. [Foto: Ist]

Polisi Mulai Selidiki Kasus Penipuan Iming-iming Kerja di Palabuhanratu

HUKUM & KRIMINAL KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Kabupaten Sukabumi – Jajaran Kepolisian reserse kriminal Polres Sukabumi, mulai menyelidiki kasus iming-iming masuk kerja di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/8/2021) kemarin.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu keluarga korban penipuan Sopran Ginajar, yang merupakan Ayah korban saudara D, pada beberapa bulan lalu. Sopran menjelaskan, sudah dilakukan pengaduan kepada pihak kepolisian, karena melihat pelaku diduga tidak mempunyai itikad baik atas janjinya kepada para korban.

Baca juga:
Modus Penipuan Janjikan Masuk Kerja, Pelaku Gondol Uang Puluhan Juta

Pelaku D, sudah satu bulan ini tidak ada di tempat dimana ia berada bersama istrinya. Hal itu sudah menunjukan, bahwa selama ini janji yang dia hembuskan terhadap para korban yang dijanjikan masuk kerja merupakan bohong belaka. Maka dari itu, para korban meminta pihak kepolisian segera menangani dan mengusut kasus tersebut, hingga tuntas.

“Pengaduan terhadap pihak kepolisian dilakukan atas dasar kesepakatan dari para korban. Pelaku kerap mengancam para korban jika lapor polisi akan menggagalkan niatnya menjadikan korban PNS di Pemda Kabupaten Sukabumi,” kata Sopran, kepada lingkarpena.id Kamis (12/8/2021) sore.

Baca juga:
Korban Tipu Massal Segera Laporkan Terduga ke Polres Sukabumi

Dikatakan Sopran, pelaku D pernah mengaku sebagai pegawai di Pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Untuk meyakinkan para korban, pelaku juga sempat memperlihatkan dokumen penerimaan kerja kepada salah satu korban dengan adanya stempel Pemda Kabupaten Sukabumi. Namun, setelah didesak oleh para korban, pelaku kerap menghilang dan mematikan telepon genggam miliknya.

“Kami yakin, ini adalah modus penipuan yang dilakukan pelaku D terhadap para korban. Jika pelaku benar, sudah membuktikan janjinya dan kooperatif berkomunikasi dengan kami. Yaa kami minta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, dikhawatirkan akan banyak korban lagi nantinya,” tutupnya.

 

Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan