Fuad Adul Latif Kepala Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, saat mengunjungi Kakek penerima bantuan sosial (bansos) Sekretariat Kepresidenan (Sekpres) yang diberikan olehnya langsung kepada penerima. [Foto: Ist]

PPKM di Daerah, Ini yang Dilakukan Kades Tegallega Lengkong Sukabumi

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Kabupaten Sukabumi – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat dampaknya tidak cuma dirasakan oleh masyarakat perkotaan saja. Masyarakat pedesaan pun, ikut menanggung beban dari kebijakan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah terkait aturan tersebut.

Berkaitan dengan dampak PPKM itu sendiri, Pemerintah Desa (Pemdes) Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi melakukan inisiatif berbagi dengan gerakan door to door menyambangi masyarakat Jompo. Hal tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat Desa Tegallega yang terdampak dari PPKM bisa terpantau secara langsung di lapangan khususnya para kaum jompo.

Baca juga:
PPKM Resmi Diperpanjang, Polsek Nyalindung Salurkan 345 Paket Bansos Sekpres

Kepala Desa Tegallega Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi Fuad Abdul Latif, melakukan door to door untuk menyambangi para jompo yang ada di wilayah pemerintahan Desa Tegallega tersebut. Selain memastikan kesehatan masyarakat Kades juga memberikan bantuan sembako beras kepada para jompo yang sudah tercantum dalam daftar pemerintahan Desa Tegallega.

“Ya prioritas penerima bantuan beras ini, seperti para jompo, penyandang disabilitas dan penderita penyakit menahun. Selain itu, penerima merupakan warga yang sama sekali belum menerima bantuan dari BPNT, PKH, BST, BPUM, BLT-DD serta Kartu Prakerja,” kata Kepala Desa Tegallega Kecamatan Lengkong, Fuad Abdul Latif, kepada lingkarpena.id, Sabtu (14/8/2021) siang.

Baca juga:
DPC PDI-P dan Baguna Kota Sukabumi, Sebar 300 Paket Bansos

Dikatakan Fuad, mengingat kondisi saat ini, kegiatan masyarakat terkait dengan pemberlakuan PPKM memang terasa dampaknya, baik dirasakan masyarakat berpenghasilan cukup maupun oleh masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap. Berkaitan dengan hal tersebut, dampak dari pandemi tentu sangat mempengaruhi penghasilan materi warga masyarakat Desa Tegallega pada khususnya.

“Ya sumber bantuan yang kami berikan ini merupakan bantuan dari Sekretariat Kepresidenan (Sekpres) melalui Korem 061, Kodim 0622 dan Koramil Lengkong. Untuk jenis bantuan sembako sendiri merupakan beras dengan ukuran 5 kilo gram per karung. Desa Tegallega sendiri ada sebanyak 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” jelasnya.

 

Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan