Ilis Mintarsih, sang Badut Keliling sosok Ibu 4 anak menjalani profesinya demi membantu penghasilan suami di masa pandemi Covid-19. [Foto: Lap]

Demi Cukupi Kebutuhan Keluarga, Seorang Ibu di Sukabumi Jadi Badut Keliling

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Kabupaten Sukabumi – Ilis Mintarsih, ibu balita kembar asal warga Kampung Cigunung RT 04/02 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, rela menjalani Badut Keliling demi menghidupi kebutuhan keluarga.

Profesi menjadi seorang badut keliling dilakukan karena himpitan ekonomi keluarga. Ilis berjuang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk biaya sekolah anak-anak juga membeli susu kedua balita kembar sekaligus membantu perekonomian sang suami dalam keluarga.

Ibu rumah tangga ini memiliki 4 orang anak, dua diantaranya sudah bersekolah dan dua lainnya merupakan balita kembar. Dirinya memilih menjadi Badut Keliling bukan tanpa alasan, karena makin sempitnya ruang ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan ditambah faktor usia yang tidak memungkinkan lagi untuk bekerja di pabrik.

Baca juga:
Imbas Pandemi, Guru Honorer di Sukabumi Banting Setir Jadi Pedagang Asongan

“Menjadi badut keliling sebetulnya bukan pilihan saya. Mencari pekerjaan sekarang ini tambah sulit, apalagi di era pandemi Covid-19,” kata Ilis Mintarsih, kepada lingkarpena.id disela-sela aktivitasnya, Minggu (15/8/2021).

Ditambahkan Ilis, menjadi badut salah satunya jalan untuk dia bisa membantu mencari penghasilan, walau resikonya cukup besar. Dirinya mengaku, kostum Badut yang digunakannya merupakan hasil sewa dari salah satu Bos Badut, yang menyediakan kostum tersebut.

“Kostum ini bukan milik pribadi, tapi saya sewa di salah satu penyedia Kostum Badut. Satu hari sewa kostum Badut itu, biayanya 55.000 Rupiah,” terangnya.

Dengan penghasilan yang tidak menentu didapatkan oleh Ilis, kadang menjadi resiko baginya. Malahan dirinya pernah satu hari sama sekali tidak mendapatkan upah dari pekerjaannya menjadi Badut Keliling tersebut.

Baca juga:
Putus Sekolah Akibat Pandemi, Kini Kedua Anak Sopir Angkot itu Keliling Berjualan Gorengan

“Pernah suatu hari saya tidak mendapatkan hasil sama sekali. Jangankan buat bayar sewa kostum buat saya beli air minum dan makan saja tidak cukup. Ya saya katakan apa adanya, bahwa saya tidak mendapatkan hasil sama sekali,” tutur Ilis.

Ilis mengaku, meskipun saat ini masih memiliki suami yang masih bekerja di salah satu rumah makan, di masa pandemi sekarang ini penghasilan sang suami menurun. Penghasilan suami tidak mencukupi kebutuhan keluarga kami semenjak adanya pandemi ini.

Disinggung soal bantuan pandemi Covid-19, dirinya mengaku pernah menerima dua kali bantuan beras seberat 10 kilo gram dari Pemerintah Desa. Selain itu kata dia, tidak pernah mendapatkan bantuan kembali seperti masyarakat lainnya.

“Berharap dikasih bantuan, saat ini siapa yang mau menolaknya. Ya pandemi sangat dirasakan oleh kami yang masyarakat miskin ini pastinya. Dan jalan satu-satunya untuk membantu suami menambah penghasilan, ya jadi Badut Keliling,” ucapnya.

 

Reporter: LAP
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan