AKBP Dedy Darmawansyah, didampingi Satnarkoba AKP Kusmawan, saat menggelar konferensi pers ungkap kasus narkoba. [Foto: Ist]

12 Kasus Diungkap Satnarkoba Polres Sukabumi Selama Dua Pekan, Ini Rincian Kasusnya

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Jajaran Satuan Narkoba Polres Sukabumi menggelar ungkap kasus selama dua pekan ini. Ungkap kasus pada konferensi pers digelar pada Jumat, 10 September 2021 di Rupatama Wicaksana Laghawa Polres Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, pada pelaksanaan konferensi pers mengapresiasi tentang keberhasilan Satuan Narkoba Polres Sukabumi dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Sukabumi selama dua pekan itu.

“Keberhasilan jajaran satuan narkoba Polres Sukabumi yang dipimpin oleh AKP Kusmawan, kita patut apresiasi. Dalam dua pekan ini berhasil mengungkap beberapa kasus narkoba di wilayah hukum Polres Sukabumi. Dan ini sudah merupakan kewajiban petugas satuan narkoba,” terangnya.

Baca juga:
1 WNA dari 6 Tersangka Kasus Narkotika di Sukabumi Segera Jalani Sidang

Pada konferensi pers ungkap kasus Satuan Narkoba selama dua pekan terakhir sebanyak; Narkotika 4 kasus, Obat keras terbatas 8 kasus, dengan Jumlah 12 Kasus.

Sementara itu, terdapat jumlah tersangka pada kasus daun ganja kering 1 orang laki-laki, tersangka Sabu sebanyak 7 orang laki-laki, tersangka kasus Tembakau Sintesis 1 orang laki – laki, dan tersangka kasus obat keras terbatas 8 orang laki-laki.

Barang bukti dari para tersangka dengan berat dan jumlah antaranya; Narkotika jenis ganja kering seberat 6,4 gram, Narkotika jenis sabu 5, 16 gram, Narkotika jenis tembakau sintesis121, 58 gram, serta jenis Obat keras terbatas dengan jumlah 2.377 butir.

Baca juga:
Polres Sukabumi Ungkap 67 Kasus Narkotika, 88 Orang Pelaku Diamankan

Pihak kepolisian menerapkan Pasal yang dipersangkakan kepada para tersangka tindak pidana narkotika diantaranya dijerat pasal 114 atau 111 dan atau pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.

Sementara itu, terhadap pelaku lainnya pihak kepolisian menerapkan Pasal yang dipersangkakan kepada para tersangka tindak pidana penyalahgunaan (lahgun) obat-obatan yaitu pasal 196 dan atau pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.

Dijelaskan Kapolres, para tersangka di dalam melakukan peredaran narkotika jenis daun ganja kering, sabu, tembakau sintetis dan obat – obatan dengan cara di tempel di tempat-tempat tertentu.

 

 

Redaksi: lingkarpena.id/hum
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan