Potret bencana alam yang terjadi di Empat Kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada Minggu (12/09/2021) kemarin. [Foto: Ist]

Bencana Longsor di Empat Kecamatan Kabupaten Sukabumi, Terus Mengintai

KABUPATEN SUKABUMI PERISTIWA
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Bencana banjir dan longsor pada akhir pekan ini terus mengintai Kabupaten Sukabumi di wilayah Utara. Pada Minggu 12 September 2021 sekira pukul 23:30 WIB terdapat longsor di Kampung Bojong Astana RT 03/04 Desa Langensari Kecamatan Parungkuda.

Hujan deras kemarin menyebabkan meluapnya air sungai sehingga menggerus jalan penghubung di wilayah tersebut. Jalan penghubung di Kampung Bojong Astana terputus dengan panjang 15 meter tinggi dan lebar masing-masing 2 meter memutus akses warga masyarakat.

Baca juga:
Longsor di Sukabumi, Timbun Rumah Warga

Sementara longsor pada Minggu kemarin juga terjadi di wilayah Kecamatan Cicurug, dan di Kecamatan Cisolok. Cuaca ekstrem menyebabkan beberapa titik di Kabupaten Sukabumi terjadi longsor. Hal itu karena intensitas hujan tinggi dan tanah yang labil.

“Meski tidak ada korban jiwa pada insiden bencana longsor, kami tetap menghimbau masyarakat agar tetap waspada pada situasi saat cuaca ekstrem ini. Terutama pada titik lokasi yang rawan longsor,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parungkuda, Iwan Darmawan kepada awak media, melalui laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi.

Longsor yang terjadi di Kampung Papisangan RT 03/05 Desa Caringin Kecamatan Cicurug menelan kerugian tafsiran mencapai 45 juta. Sementara itu, longsor yang terdapat di Kampung Cisuren Desa Cicadas Kecamatan Cisolok, yang terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 22:00 WIB menutup akses jalan antara kedusunan Lebak Nangka dan Cisuren. Jalan hanya bisa dilalui roda dua, untuk sementara roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut akibat material longsoran yang menutup jalan.

Baca juga:
Longsor Tutup Jalan Kabandungan dan Ancam 4 Rumah di Sukabumi

Longsor tidak cuma di Tiga Kecamatan yang terdapat pada Minggu kemarin. Satu rumah tinggal milik Nani Sularsih di Kampung Pajagan RT 04/03 Desa/Kecamatan Parakansalak terancam longsor. Longsoran dengan panjang 15 meter dan lebar 1,5 dengan ketinggian 4 meter membuat jalan setapak tidak bisa dilalui.

“Rumah tinggal milik Nani yang dihuni 3 jiwa warga Pajagan ini terancam longsor. Belum ada penanganan terkait bencana yang terjadi di Parakansalak, namun bencana sudah kami koordinasikan,” kata P2BK Parakansalak, Jujun Juaeni.

 

 

Redaksi: lingkarpena.id
Sumber: bpbd smi

Tinggalkan Balasan