Berfoto bersama Reporter lingkarpena.id, tiga dari lima ABK asal Sukabumi saat tiba di Bandara Soetta Tangerang Banten, Sabtu (25/9/2021). [Foto: Ram]

Korban Selamat ABK Kapal KM Hentri Maluku Asal Sukabumi, Ardrian: Begini Kronologis Kebakaran!

NASIONAL PERISTIWA
Spread the love

Lingkarpena.id, TANGERANG – Ketiga korban selamat atas kebakaran Kapal KM Hentri di perairan Maluku, ABK asal Sukabumi tiba di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, pukul 10:30 WIB, Sabtu (25/9/2021) siang.

Kedatangan para Anak Buah Kapal (ABK) asal Sukabumi tersebut disambut hangat di Bandara Soetta. Para korban selamat menjadi serbuan para awak media di lokasi tersebut.

Reporter lingkarpena.id yang berada di lokasi penjemputan ketiga ABK asal Sekarwangi Cibadak Sukabumi, menemui salah satu korban selamat Ardrian Rahman (29). Korban selamat mengucapkan banyak terima kasih kepada semua unsur yang telah terlibat.

Baca juga:
Ketiga ABK Asal Sukabumi Pulang Hari Ini, Komisi IV DPR-RI Jemput Langsung di Bandara Soetta

“Kejadian kebakaran terjadi pada tanggal (03/9) sekitar pukul 05:00 waktu setempat. Saat itu saya berada di atas kapal sendirian sementara yang lain pada tidur. Sewaktu saya turun mau ambil headset supaya tidak kantuk, melihat kamar mesin sudah ada api,” kata Adrian kepada awak media.

Lanjut Ardian, dia coba padamkan api sendirian karena api makin membesar dirinya langsung lari keluar ruang mesin. Sebelum meninggalkan kapal dan nyebur Ardian terlebih dahulu membangunkan para ABK termasuk Tekong yang masih pada tidur.

“Saat apa membesar saya loncat nyebur ke air dengan menggunakan pelampung. Pada jam 7 pagi coba naik lagi ke atas Kapal dengan memanjat tiang tapi tidak melihat mereka, melainkan cuma berempat,” tutur Ardian.

Dikatakan korban selamat Kapal KM Hentri, kapal tidak terbakar secara keseluruhan. Sebagian badan kapal ke belakang yang mengalami kebakaran. Dirinya bersama 4 orang lain selama tiga hari tiga malam berada pada kapal yang terbakar itu, hingga setelah itu dapat pertolongan.

Baca juga:
Perahu Terbakar di Lautan Ujunggenteng, Dua Korban Dievakuasi

“Kapal yang terbakar cuma bagian belakang, karena anginnya dari timur. Alhamdulillah sudah bisa selamat juga, ya boro-boro mikirin makan, saat itu cuma pasrah saja,” terangnya.

Ardian menuturkan, selama bertahan hidup dalam kapal terbakar tiga hari tiga malam dengan kondisi was was dan panik. Dia dan ketiga teman yang selamat termasuk saudaranya bisa bertahan hidup dengan makan mie mentah sisa yang ada di kapal.

“Perjalanan dari Jakarta ke Maluku itu selama 18 jam. Dan selama 18 Jam, kapal langsung meledak,” pungkasnya.

 

Reporter: Ram
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan