Kadistan Andi Setiawan (tengah) melakukan foto bersama dengan BPP dan Gapoktan usai peresmian kantor BPP Lembursitu, Selasa (12/10/2021). [Foto: Herdi]

Kadistan Kota Resmikan Kantor BPP Lembursitu-Baros

KOTA SUKABUMI PERTANIAN
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI KOTA – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (Kadis DKP3) Kota Sukabumi Andri Setiawan, meresmikan kantor balai penyuluhan pertanian (BPP) Kecamatan Lembursitu di Jalan Kapitan Kampung Joglo, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi, Selasa pagi (12/10/2021).

Peresmin kantor BPP dihadiri seluruh jajaran staf penyuluh pertanian dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di dua Kecamatan. Diantaranya, Gapoktan yang meliputi Kecamatan Baros dan Kecamatan Lembursitu, sebagai cakupan wilayah kerja BPP Lembursitu.

Peresmian kantor BPP yang perdana di Kota Sukabumi ini, di buka secara langsung oleh Kepala Dinas DKP3 Andri Seriawan dengan potong tumpeng serta doa bersama.

“Hari ini merupakan peresmian kantor BPP Lembursitu dan Baros yang lokasinya di Kampung Joglo Kelurahan Cikundul. Betul, ini sejarah pada DKP3 untuk kantor BPP selama berjalannya Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian di Kota Sukabumi,” ujar Andri Setiawan, kepada lingkarpena.id disela-sela kegiatannya Selasa (12/10).

Baca juga:
DKP3 Kota Sukabumi: Mulai Biasakan Konsumsi Sorgum

Dikatakannya, terbangunnya sarana dan prasarana kantor BPP ini merupakan sangat diperlukan guna tempat untuk berdiskusi para petani. Dengan adanya sarana yang sudah terbuat seperti ini, tentu para petani tidak merasa kejauhan untuk melakukan konsultasi dengan para penyuluh jika terdapat ada hal-hal dengan kegiatan seputar pertanian maupun lainnya.

“Ya, jadi dengan sudah terbangunnya gedung BPP ini para petani tidak jauh-jauh harus ke dinas. Intinya, gedung BPP ini untuk sarana diskusi para penyuluh dan petani yang ada di Kecamatan Baros dan Lembursitu,” terangnya.

Menurut Andri, berharap kedepan dengan di bangunnya gedung BPP, tingkat kesulitan dari para petani soal jarak sudah bisa terjawab atas terealisasinya kantor BPP ini. Jadi segala aspirasi petani bisa tertampung di BPP dengan berbagai macam keluhan pada seputar pertanian dan nantinya bisa terpecahkan oleh para penyuluh khusus di wilayah Kecamatan Lembursitu dan Baros.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Lembursitu dan Baros Fajar mengatakan, kegunaan kantor ini untuk menjembatani, memfasilitasi kepentingan para pelaku usaha tani di wilayah cakupan Kecamatan Baros dan Lembursitu. Peran BPP merupakan mitra dari pada para petani yang ada di wilayah kedua kecamatan ini.

Baca juga:
BPP UPTD Distan Kabupaten Sukabumi Salurkan Bansos di Wilayah VII Sagaranten

“Ya, tugas kami sebagai penyambung lidah para petani. Karena yang punya kebijakan itu pemerintah. Kami cuma penyelenggara kebijakan saja,” kata Fajar menambahkan.

Diharapkan dengan adanya kantor baru ini, mudah-mudahan kami bisa memberikan pelayanan pertanian yang lebih baik lagi dan para petani juga lebih nyaman karena kantor BPP sudah mandiri terpisah dari kantor dinas pertanian pada sebelumnya.

“Kantor BPP ini dinanti sejak lama sekali. Ya semenjak dinas pertanian masuk Kota Sukabumi dari tahun 2000 baru kali ini nih, ada kantor yang dikhususkan untuk BPP. Dan ini pun anggarannya dari kementerian. Kami ucapkan terima kasih untuk kementerian pusat yang sudah merealisasikan harapan kami sebagai pejuang pangan di wilayah sudah diberikan fasilitas yang dibutuhkan,” jelasnya.

Fajar menambahkan, luas area lahan pertanian di dua Kecamatan antara Lembursitu dan Baros, saat ini memiliki luasan kurang lebih 500 hektare lahan produktif. Dari dua kecamatan yang menjadi binaan, Lembursitu memiliki luas area yang lebih luas dengan jumlah 300 hektare ketimbang Kecamatan Baros. Kecamatan Lembursitu setara dengan luas area lahan pertanian yang ada di Kecamatan Warudoyong dan Kecamatan Cibereum.

“Ya, target kami kedepan, pertama; bahwa penyuluh itu ada dan hadir untuk para petani. Kedua; apa yang dicita-citakan para petani guna menuju petani sejahtera. Jadi tujuan kami bisa membuat para petani lebih maju dalam bidang pertaniannya. Ya, selain merubah keterampilan petani juga merubah level penghasilan petani kedepan,” paparnya.

 

Reporter: Herdi Gustaman
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan