Antisipasi Dampak El Nino, SDA Dinas PU Kabupaten Sukabumi Lakukan Hal Ini

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Adi Setiadi Nugraha, ST, | Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Cuaca panas dampak dari El Nino menyebabkan terjadinya peningkatan suhu permukaan laut dan mengurangi curah hujan di beberapa wilayah. Tak hanya itu kekeringan berkepanjangan bakal terjadi sehingga berdampak pada ketersediaan pasokan air pertanian menjadi berkurang.

Guna mengantisipasi kekeringan, maka Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melakukan beberapa upaya untuk mengeliminir terjadinya gagal panen, akibat musim kemarau tahun ini. Salah satunya dengan rencana tata tanam.

Baca juga:  Roadshow Yadi Supriyadi: Sinergitas Infrastruktur Kewilayah Lingkup Bidang SDA Meningkatkan Kualitas Irigasi

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Adi Setiadi Nugraha, ST., mengatakan, Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, telah mengelola sebanyak 156 Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di Kabupaten Sukabumi dengan luasan bakunya mencapai 28.131 hektare lahan pertanian padi.

“Iya betul, El Nino akan berdampak kepada saluran irigasi yang masuk pada kewenangan kita. El Nino sudah menjadi issu strategis nasional terkait dengan antisipasi kekeringan,” kata Adi kepada Lingkarpena.id, Jumat (18/08/2023).

Baca juga:  Sagaranten Berbenah: Ini 19 Ruas Jalan Wilayah 7 UPTD PU Kabupaten Sukabumi Siap Diperbaiki

Meskipun begitu lanjut dia, guna untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen, Bidang SDA Dinas PU Kabupaten Sukabumi
telah menetapkan rencana tata tanam dan menganalisa dari ketersediaan air yang ada di bendung sesuai kebutuhannya.

Adi mencontohkan, jika airnya cukup, maka ia mengarahkan kepada mitra air agar sebisa mungkin memanfaatkan air tersebut dengan baik. Namun, jika di lahan pertaniannya tidak bisa teraliri air secara maksimal. Dirinya menyarankan kepada masyarakat untuk mengkombinasi tanaman padi dengan palawija atau tanaman yang tidak banyak membutuhkan air.

Baca juga:  Poskab Sapu Jagat Cabang Tegalbuleud Mengajak Generasi Muda Mengisi Kegiatan Positif

“Rencana tata tanam pada musim kemarau tahun ini, dilakukan rotasi teknis. Jadi, kami tidak meletakan masa tanam atau MT di setiap bulan Agustus, untuk menanam padi. Jadi, untuk tanaman padi dimajukan masa tanamnya menjadi bulan November sampai Oktober,” pungkasnya.

Pos terkait