Bocah Laki-Laki Sukabumi jadi Korban Pedofil Lalu Dibunuh, Polisi Amankan Pelaku

Kepolisian Resort Sukabumi Kota saat menggelar kasus pedofilia yang menimpa bocah 7 Tahun di Kadudampit Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | M.A. (7) bocah laki laki asal Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban kekerasan seksual dan pembunuhun yang dilakukan S (14) yang merupakan teman korban. Karena perbuatannya itu S, kini diamankan polisi.

Dalam keterangan rilisnya Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo memaparkan, dalam kasus ini pihak kepolisian menetapkan S alias A (14) pelajar SMP sebagai tersangka atau anak berhadapan dengan hukum. Hal itu diungkapkan, Kapolres pada Kamis, (2/5/24) saat gelar konferensi pers.

Lanjut Kapolres, setelah melalui proses panjang, polisi berhasil menangkap S alias A di areal kebun sawi di wilayah Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Menurt AKBP Ari, kronologis peristiwa terjadi pada Sabtu (16/3/2024) sekira pukul 06.00 WIB. Berawal pelaku S, yang ditemani adiknya berinisial J datang kerumah temannya untuk ikut nonton televisi. Pada pukul 07.00 WIB, datang M.A. dan bergabung nonton televisi bersama.

Baca juga:  Banjir dan Longsor Akibat Meluapnya Kali Gunung Butak di Palabuhanratu Sukabumi¬†

Sekira pukul 08.30 WIB, M.A. keluar untuk membeli makanan. Tak lama kemudian S mengikuti dari belakang, yang ketika itu melihat M.A. berjalan ke sebuah kebun pala. Disana, S membawa M.A. ke tempat yang rimbun.

“Saat itu S memaksa M.A. untuk melakukan perbuatan yang menyimpang. M.A. berontak dan melarikan diri, namun berhasil dihadang S. Karena ajakannya ditolak, S melakukan kekerasan dengan cara mencekik leher M.A. Korban lemas dan tak sadarkan diri,” ujar Ari Setyawan.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya S pergi meninggalkan korban. Sekira pukul 11.00 WIB S kembali ke TKP untuk memastikan keadaan korban. Setelah dipastikan korban tak berdaya, S kembali melakukan perbuatan menyimpang yang kedua kalinya.

Baca juga:  Petani Gula Tewas Diatas Pohon Kelapa di Tegalbuleud Sukabumi

Setelah selesai melakukan aksi menyimpangnya dalam situasi sepi dan turun hujan, S kemudian menyeret korban M.A. dengan mendorong kedua kakinya ke dalam jurang kebun (TKP).

Dari hasil catatan pihak kepolisian setelah dilakukan Exshumasi dan Aoutopsi dokter foremsik pada tubuh korban ditemukan:

Luka memar pada kedua lengan atas, Memar pada kedua punggung tangan korban, Pendarahan pada kulit dan otot leher akibat kekerasan benda tumbul, Sekitar lubang pelepas (dubur) ditemukan luka lecet.

Kematian korban diduga akibat kekerasan tumpul pada leher (cekik) yang dapat menimbulkan korban kekurangan oksigen sehingga korban lemas dan kehabisan napas.

“Pelaku ditangkap pada hari Sabtu 27 April 2024 sekitar pukul 14:30 wib di Kampung Cijarian Desa Cipetir Kadudampit saat memanen Sawi,” jelas Kapolres.

Baca juga:  Lupa Matikan Api Tungku Dapur, Rumah Warga di Cibereum Kota Sukabumi Ludes Terbakar

Selain mengamankan Pelaku, Petugas turut mengamankan barang bukti: Satu potong Celana Training warna Abu-abu bercorak warna biru, Satu potong celana dalam warna merah dan Satu pasang sandal warna hitam.

Kata Ari, pelaku bakal dikenakan Pasal 82 ayat 1 dan atau pasal 80 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perpu Republik Indonesia No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas Undang-undangan No 23 Tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan Pidana penjara minimal 5 Tahun masksimal 15 tahun.

Sementara pada Pasal 338 KUHAPidana dan Pasal 351 KUHAPidana yang mengakibatkan orang meninggal dunia terancam pidana 7 Tahun.

Pos terkait