Calon Paskibraka Pinsan Usai Jalani Tes Fisik

Calon Paskibraka saat dilarikan dengan menggunakan Ambulance.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Seorang siswi SMAN 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi calon paskibraka yang tengah menjalani seleksi tiba tiba pingsan dan meninggal dunia setelah mengikuti test kesamaptaan atau test fisik, pada Jumat, 19 April 2024.

Siswi SMAN 1 Cisaat merupakan kelas 10 warga Desa Cibenteng, kecamatan Gunungguruh, kabupaten Sukabumi berinisial KNS dinyatakan meninggal dunia setelah mengikuti rangkaian tahapan test calon paskibraka.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi Tri Romadhono mengatakan, mendapatkan informasi salah satu peserta paskibraka KNS meninggal dunia sekitar pukul 09.00 Wib, yang bersangkutan tengah mengikuti rangkaian tahapan tahapan seleksi dari awal yang dilaksanakan bulan sebelum puasa.

“Kita laksanakan, dan hari Rabu kemarin sampai besok itu rencana itu rangkaian tahapan seleksi jadi makin mengkerucut, kemarin almarhumah itu masih mengikuti kegiatan, kesehatannya bagus, lolos kesehatan, setelah itu rangkaiannya test parade, juga lolos mengacu pada SOP yang sudah di tentukan oleh BPIP pusat,” ujar Tri Romadhoni, kepada wartaawan Jumat, (19/4/24).

Baca juga:  Pria Tewas di Bengkel Las di Cicurug dan Mulutnya Mengeluarkan Darah, KTP nya Warga Kota Sukabumi

“Kan penyelenggaraan itu BPIP pusat paskibra itu, ada yang ke kesbang di kabupaten kota, untuk kabupaten Sukabumi sudah sejak tahun kemarin sudah di kesbangpol,” imbuhnya.

Adapun KNS, kata Tri Romadhono hasil test kesehatan awal sangat bagus dan dinyatakan lolos. Itu sesuai tinggi badan juga bagus, postur bagus, kemudian mengikutin tahap kedua Kamis, (18/4) kemarin, yaitu parade sifatnya baris berbaris, menilai bagaimana sikap dari peserta calon Paskibraka dan dinilai oleh panitia,

Baca juga:  Tragis! Tukang Batu di Sukabumi Tewas, Diduga Akibat Peledakan Buatan

“Almarhumah lolos, kemudian lanjut ke test ke samaptaan tadi pagi, itu diawali dengan sarapan seperti biasa SOP kita, sarapan dibariskan dari GOR itu kemudian menuju lapang cangehgar untuk pelaksanaan test kesamaptaan,” jelasnya.

“Yang bersangkutan nomor dada 066 dan almarhum itu yang disematkan waktu pembuaan test waktu CAT seminggu sebelumnya, jadi yang yang bersangkutan itu telah melewati beberapa kali tahap,” sambungnya.

Lanjut Tri Romadhoni adapun kronologis yang diterimanya, sebelumnya test kesamaptaan dengan test lari seluruh peserta calon paskibraka termasuk yang bersangkutan kembali dilakukan cek kesehatan, termasuk detak jantung, dan diwawancara terkait keluhan, dan semua dalam kondisi mengaku sehat dan siap.

Baca juga:  Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Surade Sukabumi

“Larilah yang bersangkutan ini beserta peserta yang lain, setelah selesai 12 menit, yang bersangkutan sepertinya keluhan itu tidak di sampaikan ke panitia, mungkin ada keinginan untuk terus ikut,” jelasnya.

Masih kata Tri, kemudian yang bersangkutan pingsan dan kejang kejang terus ditangani medis yang berada dilokasi yang selalu mendampingi dalam setiap tahapan tahapan seleksi tersebut.

“Terus yang bersangkutan di evakuasi ke rumah sakit dan innalilahi wainnalillahi kita turut duka cita, ini baru pengalaman pertama, mohon untuk teman teman bisa memahami kondisinya,” paparnya.

Pos terkait