Cara Camat Purabaya Selamatkan Bumil di Tengah Pandemi

Kecamatan Purabaya memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada ibu hamil ke desa-desa yang ada di Kecamatan Purabaya. |Sumber Foto: Istimewa.

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Camat Purabaya Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, gencar sosialisasi dan pembinaan kepada ibu hamil ke desa-desa yang ada di Kecamatan Purabaya. Kali ini, pembinaan bagi ibu hamil dilaksanakan di Desa Purabaya, Selasa (26/01/2021).

Ia menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan agar para ibu hamil tahu dan memahami secara baik tentang keadaan dirinya yang sedang hamil, sehingga bayi dilahirkan dengan selamat dan dalam keadaan yang sehat.

“Selama masa kehamilan, banyak larangan untuk ibu hamil yang perlu ditaati. Sebab, jika tidak, bukan hanya ibu hamil sendiri yang bisa terkena dampak buruknya, tetapi juga janin yang tengah tumbuh dan berkembang di dalam kandungan,” ujar Nunung kepada Lingkarpena.id.

Menurut dia, masa kehamilan merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap ibu dan ayah. Namun di balik kebahagian itu, ada tanggung jawab besar yang perlu dipikul. Satu di antaranya yaitu Bumil harus lebih teliti dalam memilih asupan.

Baca juga:  Koramil 0711 Cibadak Gelar Donor Darah Sambut HUT Kodam III Siliwangi ke 76

BACA JUGA: Ramdani Dilantik Jadi PJs Kades Purabaya Gantikan Almarhum Ogih Sugirwan

“Selain itu, Bumil juga harus tahu aktivitas apa saja yang harus dihindari karena berpotensi mengganggu kondisi kesehatan ibu serta janin. Kemudian dua minggu sebelum tanggal persalinan, Bumil juga harus lebih banyak di rumah untuk mempertahankan kondisi badan agar fit,” paparnya.

Baca juga:  Pemdes Citarik Arahkan Warga Tanam Kopi di Lahan Perhutani

“Tingkatkan juga ketaqwaan kepada Allah SWT, agar proses persalinan lancar, tiada kesulitan, dan tidak kendala saat proses melahirkan,” ucapnya.

Ia berharap dengan sosialisasi dan pembinaan terhadap ibu hamil ini, informasi-informasi penting tentang kesehatan ibu hamil dan janin dapat diserap serta diaplikasikan dengan baik. Ia juga menegaskan agar setiap desa memiliki data ibu hamil.

“Termasuk data usia ibu hamil, riwayat ibu kehamilan, administrasi KTP, KK, BPJS, KIS, kemudian tabungan ibu hamil, dan buku periksa ibu hamil,” jelasnya.

Baca juga:  Gugus Tugas Covid-19 Cikakak, Jaring 74 Pelanggar

Lanjut dia, kematian ibu dan anak itu sangat tinggi, apalagi dengan adanya pandemik COVID-19, menurutnya banyak ibu-ibu jadi hamil. Semua untuk mengantisipasi, karena rumah sakit pada penuh sedangkan PKM hanya bisa melayani kelahiran yang normal.

“Untuk itu kita sebagai pelayan masyarakat wajib untuk melayani masyarakat, terutama ibu hamil dengan baik. Dalam kegiatan itu juga kami sosialisasikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 yaitu 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan,” tandasnya.

Reporter: Akoy Khoerudin
Redaktur: Garis Nurbogarullah

Pos terkait