<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>EKONOMI &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/category/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 05:28:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>EKONOMI &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Ayam Berwarna Jadi Primadona Kenaikan Kelas, Pedagang Raup Rezeki Musiman</title>
		<link>https://lingkarpena.id/anak-ayam-berwarna-jadi-primadona-kenaikan-kelas-pedagang-raup-rezeki-musiman/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/anak-ayam-berwarna-jadi-primadona-kenaikan-kelas-pedagang-raup-rezeki-musiman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 05:24:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Acara Kenaikan Kelas]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Warna warni]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Musiman]]></category>
		<category><![CDATA[Raup Rezeki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=67003</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/anak-ayam-berwarna-jadi-primadona-kenaikan-kelas-pedagang-raup-rezeki-musiman/" title="Anak Ayam Berwarna Jadi Primadona Kenaikan Kelas, Pedagang Raup Rezeki Musiman" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Suasana perayaan kenaikan kelas di sejumlah sekolah wilayah Pajampangan Selatan, Kabupaten Sukabumi, tak hanya membawa kebahagiaan bagi para siswa. Momen tahunan tersebut juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang anak ayam berwarna yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi acara perpisahan dan kenaikan kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah keramaian acara yang dipenuhi siswa dan orang tua, suara riuh anak-anak yang antusias memilih anak ayam berwarna-warni terdengar bersahutan. Anak ayam dengan bulu merah, hijau, kuning, hingga biru itu menjadi daya tarik tersendiri dan kerap dijadikan hadiah atau peliharaan oleh para siswa usai menerima rapor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang pedagang, Ikri (58), mengaku musim kenaikan kelas menjadi salah satu periode paling menguntungkan dalam setahun. Dalam sehari, ia mampu menjual hingga ratusan ekor anak ayam berwarna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah saat ini jualan anak ayam berwarna sedang laris. Sehari saya bisa menjual 100 ekor anak ayam berwarna,&#8221; ujar Ikri saat ditemui di lokasi, Rabu ( 17/6/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, usaha tersebut tidak membutuhkan modal besar. Ia hanya mengambil stok anak ayam dari pemasok, kemudian menyetorkan hasil penjualan setelah dagangan habis terjual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya mengambil dulu ke si bos, setelah jualan baru setor. Asal ada kemauan, ya lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anak ayam berwarna yang dijual Ikri dibanderol Rp10 ribu per ekor. Namun untuk menarik minat pembeli, ia memberikan harga khusus Rp15 ribu untuk dua ekor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hari ini Alhamdulillah sudah menjual sekitar 100 ekor. Mudah-mudahan nanti sampai acara samenan selesai bisa laku 200 ekor,&#8221; harapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengantisipasi tingginya permintaan saat musim kenaikan kelas, Ikri biasanya menyiapkan sedikitnya tiga boks anak ayam. Setiap boks berisi sekitar 100 ekor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, warna mencolok pada bulu anak ayam tersebut bukan warna asli, melainkan hasil pewarnaan khusus yang akan memudar seiring pertumbuhan ayam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kalau sudah besar warnanya akan berubah seperti ayam biasa. Itu hanya pewarna saja, tapi ayamnya tetap bisa tumbuh besar kalau dipelihara dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, salah seorang warga yang membeli anak ayam untuk anaknya, Siti Nurjanah (36), mengaku sengaja membeli dua ekor karena anaknya sangat menyukai hewan peliharaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Setiap ada acara kenaikan kelas biasanya anak-anak minta dibelikan anak ayam. Selain lucu, mereka juga jadi belajar merawat hewan sejak kecil,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan Rian (12), siswa yang baru saja menerima rapor kenaikan kelas. Ia merasa senang bisa membawa pulang anak ayam berwarna sebagai hadiah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya pilih yang warna hijau sama kuning. Mau dipelihara di rumah sampai besar,&#8221; katanya sambil tersenyum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena anak ayam berwarna memang menjadi pemandangan yang hampir selalu hadir di berbagai acara kenaikan kelas di wilayah Pajampangan. Di balik warna-warni yang menarik perhatian anak-anak, tersimpan kisah para pedagang kecil yang menggantungkan rezekinya pada momen-momen musiman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Ikri dan pedagang lainnya, musim kenaikan kelas bukan sekadar keramaian tahunan. Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yang merayakan keberhasilan mereka naik ke jenjang pendidikan berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/anak-ayam-berwarna-jadi-primadona-kenaikan-kelas-pedagang-raup-rezeki-musiman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan Daerah, Pemkab Sukabumi Luncurkan Program Naik Kelas dan Motekar 2026</title>
		<link>https://lingkarpena.id/umkm-jadi-mesin-pertumbuhan-daerah-pemkab-sukabumi-luncurkan-program-naik-kelas-dan-motekar-2026/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/umkm-jadi-mesin-pertumbuhan-daerah-pemkab-sukabumi-luncurkan-program-naik-kelas-dan-motekar-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 12:53:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66820</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/umkm-jadi-mesin-pertumbuhan-daerah-pemkab-sukabumi-luncurkan-program-naik-kelas-dan-motekar-2026/" title="UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan Daerah, Pemkab Sukabumi Luncurkan Program Naik Kelas dan Motekar 2026" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi memulai Program UMKM Naik Kelas dan Motekar Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut ditandai dengan kegiatan Kick Off yang dibuka langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Aula PKK Kabupaten Sukabumi, Kamis (11/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program UMKM Naik Kelas dan Motekar dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, pelatihan, hingga perluasan akses usaha. Sebanyak 90 pelaku UMKM terpilih akan mengikuti Program UMKM Naik Kelas hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama empat bulan, para peserta akan mendapatkan pembinaan intensif guna meningkatkan skala usaha mereka. Sementara itu, Program Motekar yang merupakan akronim dari Mandiri dengan Optimalisasi Teknologi Secara Terarah diikuti oleh 30 pelaku UMKM yang merupakan alumni Program UMKM Naik Kelas Tahun 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan perekonomian daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dengan pelatihan ini, kami memiliki tujuan agar usaha mikro bisa naik menjadi usaha kecil, dan usaha kecil berkembang menjadi usaha menengah. Kami ingin para pengusaha di Kabupaten Sukabumi terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, semakin berkembangnya UMKM akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah secara keseluruhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita terus dorong UMKM sebagai kekuatan perekonomian nasional. Ketika UMKM tumbuh, ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga telah menyiapkan akses permodalan bagi pelaku UMKM melalui BPR Sukabumi dengan skema kredit tanpa bunga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami telah menyiapkan kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM melalui BPR Sukabumi,” ungkap Bupati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti program merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sebanyak 90 pelaku UMKM yang mengikuti Program UMKM Naik Kelas akan mendapatkan pendampingan selama empat bulan. Setiap tiga pelaku usaha akan didampingi oleh satu pendamping. Program ini berlangsung dari Mei hingga Agustus. Begitu juga dengan Program Motekar yang diikuti 30 pelaku usaha dan akan dibina selama empat bulan,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kedua program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/umkm-jadi-mesin-pertumbuhan-daerah-pemkab-sukabumi-luncurkan-program-naik-kelas-dan-motekar-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minyak Subsidi Menghilang dari Pasar Cibadak, Harga Minyak Kemasan Tembus Rp26 Ribu</title>
		<link>https://lingkarpena.id/minyak-subsidi-menghilang-dari-pasar-cibadak-harga-minyak-kemasan-tembus-rp26-ribu/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/minyak-subsidi-menghilang-dari-pasar-cibadak-harga-minyak-kemasan-tembus-rp26-ribu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 08:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Subsidi Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Cibadak]]></category>
		<category><![CDATA[pasar tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Tembus Rp26000]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66068</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/minyak-subsidi-menghilang-dari-pasar-cibadak-harga-minyak-kemasan-tembus-rp26-ribu/" title="Minyak Subsidi Menghilang dari Pasar Cibadak, Harga Minyak Kemasan Tembus Rp26 Ribu" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Harga minyak goreng di Pasar Semi Modern (PSM) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, masih bertahan tinggi. Di sisi lain, minyak goreng subsidi merek Minyak Kita dilaporkan sulit ditemukan lantaran pasokan dari Perum Bulog sudah lama tidak masuk ke pasar tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pantauan di lapangan pada Sabtu (23/5/2026), sejumlah minyak goreng kemasan dijual dengan harga cukup tinggi. Minyak merek Fortune dipasarkan sekitar Rp25 ribu per kemasan, Bimoli Rp26 ribu, sementara minyak curah berada di kisaran Rp22 ribu per liter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kelangkaan Minyak Kita dikeluhkan para pedagang karena permintaan masyarakat terhadap minyak subsidi itu masih cukup besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sejak Lebaran Idul Fitri kemarin sudah tidak ada lagi kiriman Minyak Kita dari Bulog ke sini,” ujar Acong, pemilik Toko Acong/Neng Mas di PSM Cibadak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan pembeli, pedagang terpaksa mencari stok dari distributor atau pedagang lain dengan harga yang lebih tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau ambil dari luar, harga modalnya juga sudah mahal. Di pasaran sekarang bisa sampai Rp21 ribu per kemasan,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Koordinator UPTD Pasar Cibadak, Ayu, membenarkan bahwa distribusi minyak subsidi di pasar tersebut memang sangat terbatas dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut hanya ada satu toko yang menerima distribusi langsung dari Bulog dengan harga sekitar Rp15.700 per kemasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pasokan Minyak Kita dari Bulog memang terbatas sejak beberapa bulan terakhir. Kalau ada yang beredar sekarang kemungkinan berasal dari pemasok lain,” ungkap Ayu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap distribusi minyak subsidi kembali normal agar harga minyak goreng di pasaran bisa lebih terkendali dan terjangkau masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mudah-mudahan pasokan minyak subsidi kembali lancar sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih murah,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/minyak-subsidi-menghilang-dari-pasar-cibadak-harga-minyak-kemasan-tembus-rp26-ribu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantauan Disdagin: Harga Bapokting di Kabupaten Sukabumi Masih Terkendali Jelang Iduladha</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pantauan-disdagin-harga-bapokting-di-kabupaten-sukabumi-masih-terkendali-jelang-iduladha/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pantauan-disdagin-harga-bapokting-di-kabupaten-sukabumi-masih-terkendali-jelang-iduladha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 09:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pokok penting]]></category>
		<category><![CDATA[Disdagin Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Harga bapokting]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65739</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pantauan-disdagin-harga-bapokting-di-kabupaten-sukabumi-masih-terkendali-jelang-iduladha/" title="Pantauan Disdagin: Harga Bapokting di Kabupaten Sukabumi Masih Terkendali Jelang Iduladha" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi masih berada dalam kondisi relatif stabil. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, pemerintah memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap aman dan distribusi berjalan lancar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemantauan yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi pada 12 Mei 2026 mencatat sejumlah bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, hingga telur masih berada pada harga normal. Namun, komoditas cabai dan beberapa jenis ikan mulai mengalami kenaikan harga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Harga beras premium rata-rata berada di angka Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp13.638 per kilogram. Gula pasir dijual rata-rata Rp18.125 per kilogram dan minyak goreng curah Rp21.688 per kilogram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, harga daging sapi tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi rata-rata Rp146.875 per kilogram. Adapun daging ayam ras berada di kisaran Rp37.875 per kilogram dan telur ayam ras Rp28.375 per kilogram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kenaikan cukup terasa terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting kini berada di harga rata-rata Rp48.125 per kilogram atau naik sekitar 6,94 persen. Cabai merah besar mencapai Rp52.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik menjadi Rp73.125 per kilogram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain cabai, beberapa komoditas pangan lain juga mengalami penyesuaian harga, seperti jeruk yang berada di angka Rp22 ribu per kilogram dan jagung pipilan Rp17.500 per kilogram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bapokting Disdagin Kabupaten Sukabumi, Usep Setyawan, mengatakan kondisi harga saat ini masih tergolong stabil meski permintaan mulai meningkat menjelang Idul Adha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Secara umum harga bapokting di pasar tradisional Kabupaten Sukabumi masih terkendali. Memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama cabai, tetapi stok dan distribusi masih aman,” kata Usep, Jumat ( 15/5/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, Disdagin terus melakukan pengawasan rutin di sejumlah pasar untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia hingga momentum hari raya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan pedagang agar suplai barang tetap lancar serta tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut daftar rata-rata harga sejumlah bapokting di Kabupaten Sukabumi per 12 Mei 2026:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beras premium: Rp14.500/kg</p>
<p>Beras medium: Rp13.638/kg</p>
<p>Gula pasir: Rp18.125/kg</p>
<p>Minyak goreng curah: Rp21.688/kg</p>
<p>Minyakita: Rp19.338/liter</p>
<p>Daging sapi: Rp146.875/kg</p>
<p>Daging ayam ras: Rp37.875/kg</p>
<p>Telur ayam ras: Rp28.375/kg</p>
<p>Cabai merah keriting: Rp48.125/kg</p>
<p>Cabai rawit merah: Rp73.125/kg</p>
<p>Bawang merah: Rp40.250/kg</p>
<p>Kentang: Rp16.500/kg</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pantauan-disdagin-harga-bapokting-di-kabupaten-sukabumi-masih-terkendali-jelang-iduladha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi I DPRD Sukabumi Tekan Perusahaan Perkebunan untuk Patuhi Aturan HGU Pemkab Akan Beri Sangsi Administrasi </title>
		<link>https://lingkarpena.id/komisi-i-dprd-sukabumi-tekan-perusahaan-perkebunan-untuk-patuhi-aturan-hgu-pemkab-akan-beri-sangsi-administrasi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/komisi-i-dprd-sukabumi-tekan-perusahaan-perkebunan-untuk-patuhi-aturan-hgu-pemkab-akan-beri-sangsi-administrasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Awbs]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 07:54:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERKEBUNAN]]></category>
		<category><![CDATA[#bupatisukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65716</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/komisi-i-dprd-sukabumi-tekan-perusahaan-perkebunan-untuk-patuhi-aturan-hgu-pemkab-akan-beri-sangsi-administrasi/" title="Komisi I DPRD Sukabumi Tekan Perusahaan Perkebunan untuk Patuhi Aturan HGU Pemkab Akan Beri Sangsi Administrasi " itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>LINGKARPENA.ID</strong></span> | Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah dinas terkait dan perusahaan perkebunan di Aula SDA DPU Kabupaten Sukabumi untuk membahas persoalan Hak Guna Usaha (HGU) yang telah habis masa berlaku serta evaluasi kepatuhan perusahaan terhadap tata kelola perkebunan.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 14 HGU yang menjadi perhatian pemerintah daerah karena masa berlakunya telah habis dan sebagian masih dalam proses resertifikasi. &#8220;Hari ini Komisi I memanggil perusahaan-perusahaan yang HGU-nya habis. Ada yang masih melakukan proses resertifikasi, ada juga yang HGU-nya habis tetapi izin usaha perkebunannya masih berlaku,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Aep menjelaskan bahwa pemerintah daerah berharap keberadaan lahan HGU dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk amanat Presiden mendukung pemanfaatan sebagian kawasan lahan pertanian untuk swasembada pangan. Ia menambahkan bahwa Dinas Pertanian akan melaporkan hasil pembahasan tersebut kepada pimpinan daerah agar persoalan HGU dapat masuk dalam pembahasan rencana strategis pemerintah daerah, terutama menyangkut tata kelola lahan perkebunan.</p>
<p>Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi telah melayangkan surat kepada perusahaan-perusahaan terkait agar segera melakukan uji atas izin yang dimiliki serta mempercepat proses administrasi pembaruan HGU. &#8220;Nanti kita lihat itikad baik perusahaan. Kalau tidak ada penyelesaian dan tidak taat aturan, pemerintah daerah bisa mengusulkan lahan tersebut masuk ke tanah objek reforma agraria (TORA),&#8221; katanya.</p>
<p>Aep menegaskan bahwa perusahaan yang mengubah komoditas tanpa penyesuaian izin dan tata kelola dapat memengaruhi penilaian kualitas kebun. Ia mencontohkan, lahan yang semula memiliki izin komoditas tanaman karet kemudian beralih menjadi perkebunan kelapa sawit tanpa penyesuaian ketentuan akan mendapat evaluasi tersendiri dari pemerintah.</p>
<p>Pemerintah daerah akan menerapkan sanksi administratif secara bertahap sesuai Peraturan Daerah (Perda), mulai dari teguran lisan hingga surat peringatan tertulis sebanyak tiga kali. &#8220;Semua proses dilakukan bertahap. Kita tetap melindungi hak pemegang HGU, tetapi semuanya wajib taat aturan,&#8221; tegas Aep.</p>
<p>Minimnya kehadiran perusahaan dalam rapat koordinasi juga menjadi perhatian. Dari empat perusahaan yang diundang, hanya satu perusahaan yang hadir memenuhi undangan. Pemerintah daerah bersama Komisi I DPRD memastikan pengawasan terhadap HGU dan tata kelola perkebunan akan terus diperkuat guna menjaga kepastian hukum, optimalisasi lahan, serta perlindungan kepentingan masyarakat sekitar kawasan usaha.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/komisi-i-dprd-sukabumi-tekan-perusahaan-perkebunan-untuk-patuhi-aturan-hgu-pemkab-akan-beri-sangsi-administrasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Jadi Kunci, Sukabumi Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kolaborasi-jadi-kunci-sukabumi-perkuat-ekonomi-kreatif-berbasis-potensi-lokal/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kolaborasi-jadi-kunci-sukabumi-perkuat-ekonomi-kreatif-berbasis-potensi-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 13:17:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Jadi Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65635</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kolaborasi-jadi-kunci-sukabumi-perkuat-ekonomi-kreatif-berbasis-potensi-lokal/" title="Kolaborasi Jadi Kunci, Sukabumi Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Upaya memperkuat fondasi ekonomi kreatif terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal ini tercermin dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Kreatif yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, di Bumi Mandiri Center (BMC), Kecamatan Kadudampit, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Forum tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari akademisi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga stakeholder terkait. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk merajut sinergi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam arahannya, Ali Iskandar menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ekonomi kreatif bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga membuka peluang usaha, menggerakkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat sektor pariwisata,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi kreatif terletak pada kolaborasi lintas sektor yang mampu menghadirkan inovasi dan daya saing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kabupaten Sukabumi sendiri dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ini. Mulai dari kekayaan seni dan budaya lokal, kreativitas generasi muda, produk UMKM unggulan, hingga berkembangnya komunitas kreatif serta konten digital yang semakin diminati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Potensi ini harus dikelola bersama. Dengan kolaborasi, kita bisa menghadirkan ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah berharap lahir langkah konkret dan kolaboratif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas pariwisata Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan berlangsung dinamis dengan semangat kebersamaan, menandai komitmen bersama dalam membangun Sukabumi sebagai daerah yang maju, kreatif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kolaborasi-jadi-kunci-sukabumi-perkuat-ekonomi-kreatif-berbasis-potensi-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif Sukabumi 2026–2030, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Daerah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pengukuhan-komite-ekonomi-kreatif-sukabumi-2026-2030-dorong-kolaborasi-dan-inovasi-daerah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pengukuhan-komite-ekonomi-kreatif-sukabumi-2026-2030-dorong-kolaborasi-dan-inovasi-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 10:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Inovasi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Bakti 2026-2030]]></category>
		<category><![CDATA[Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65621</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pengukuhan-komite-ekonomi-kreatif-sukabumi-2026-2030-dorong-kolaborasi-dan-inovasi-daerah/" title="Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif Sukabumi 2026–2030, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Daerah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi mengukuhkan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) periode 2026–2030 sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kegiatan tersebut digelar di Bumi Mandiri Center (BMC), Kadudampit, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku kreatif, komunitas, UMKM, media, akademisi, hingga unsur pemerintah daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, didampingi Sekretaris Daerah, Ade Suryaman, serta jajaran pejabat Eselon II dan tamu undangan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai kunci utama dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ekonomi kreatif harus menjadi kekuatan baru bagi Sukabumi. Melalui kolaborasi yang solid, kita bisa mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Asep Japar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya sebatas tren, melainkan masa depan yang dibangun dari ide, kreativitas, budaya, serta inovasi generasi daerah. Oleh karena itu, kehadiran Komite Ekraf diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memperluas peluang usaha, memperkuat jejaring, serta meningkatkan daya saing daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan semangat Sukabumi Mubarakah, pemerintah daerah optimistis sektor ekonomi kreatif akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengukuhan Komite Ekraf ini sekaligus menjadi titik awal bagi langkah-langkah strategis dalam membangun Sukabumi yang lebih inovatif, unggul, dan berdaya saing di masa mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pengukuhan-komite-ekonomi-kreatif-sukabumi-2026-2030-dorong-kolaborasi-dan-inovasi-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yadi Supriyadi Berikan Bekal Kopetensi P3A Mitra Cai Peningkatan Kapasitas Jaringan Irigasi Wilayah VII </title>
		<link>https://lingkarpena.id/yadi-supriyadi-berikan-bekal-kopetensi-p3a-mitra-cai-peningkatan-kapasitas-jaringan-irigasi-wilayah-vii/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/yadi-supriyadi-berikan-bekal-kopetensi-p3a-mitra-cai-peningkatan-kapasitas-jaringan-irigasi-wilayah-vii/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Awbs]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 09:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ADVERTORIAL]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[#bupatisukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65424</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/yadi-supriyadi-berikan-bekal-kopetensi-p3a-mitra-cai-peningkatan-kapasitas-jaringan-irigasi-wilayah-vii/" title="Yadi Supriyadi Berikan Bekal Kopetensi P3A Mitra Cai Peningkatan Kapasitas Jaringan Irigasi Wilayah VII " itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>LINGKARPENA.ID</strong></span> &#8211; Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, memberikan bekal kompetensi kepada P3A Mitra Cai dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada 18 daerah Irigasi di Wilayah VII Sagaranten. Kegiatan ini bertempat di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Wilayah Sagaranten. Kamis (07/05/26).</p>
<p>Yadi Supriyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respon cepat dan tanggap terhadap keluhan, saran, dan masukan dari Mitra Cai sebagai pengelola jaringan irigasi DI Wilayah Kecamatan Sagaranten. &#8220;Kami ingin memastikan bahwa aliran irigasi tetap terasa fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat petani  disekitar lingkungan dalam mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Yadi Supriyadi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam mengelola jaringan irigasi. &#8220;Dengan bekal kompetensi yang tepat, Mitra Cai dapat lebih efektif dalam mengelola jaringan irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah ini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola P3A Mitra Cai dan pejabat terkait dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. Mereka membahas strategi peningkatan kapasitas SDM dan pengelolaan jaringan irigasi yang lebih efektif.</p>
<p>Yadi Supriyadi berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi Mitra Cai dan masyarakat petani di wilayah Sagaranten. &#8220;Kami akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas SDM dan pengelolaan jaringan irigasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Mitra Cai dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pengelolaan jaringan irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Sagaranten.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/yadi-supriyadi-berikan-bekal-kopetensi-p3a-mitra-cai-peningkatan-kapasitas-jaringan-irigasi-wilayah-vii/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyemai Harapan dari Kebun Anggur, Langkah Kecil Menuju Kemandirian Ekonomi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/menyemai-harapan-dari-kebun-anggur-langkah-kecil-menuju-kemandirian-ekonomi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/menyemai-harapan-dari-kebun-anggur-langkah-kecil-menuju-kemandirian-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 09:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=64999</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/menyemai-harapan-dari-kebun-anggur-langkah-kecil-menuju-kemandirian-ekonomi/" title="Menyemai Harapan dari Kebun Anggur, Langkah Kecil Menuju Kemandirian Ekonomi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Di balik rimbunnya tanaman anggur yang tumbuh dalam greenhouse di kawasan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, tersimpan cerita tentang keberanian memulai. Bukan dari rencana besar, melainkan dari kegemaran sederhana yang perlahan berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saepudin, penggagas kebun anggur sekaligus penggerak komunitas petani anggur di Sukabumi Raya, menapaki proses itu dengan penuh ketekunan. Ia memulai dari nol, belajar secara otodidak, hingga akhirnya mampu membangun sebuah sistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Awalnya saya hanya ingin belajar dan mencoba. Tapi ternyata anggur punya potensi besar, bukan hanya sebagai buah konsumsi, tapi juga sebagai peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini, kebun yang ia rintis berkembang menjadi pusat kegiatan agribisnis anggur. Berbagai varietas ditanam dan dirawat dengan metode yang terus disempurnakan. Tak hanya itu, Saepudin juga memproduksi bibit sendiri, membuka konsultasi, hingga memberikan pelatihan bagi siapa saja yang tertarik menekuni budidaya anggur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasilnya mulai terlihat. Dari lahan yang tidak terlalu luas, produksi anggur mampu memberikan nilai ekonomi yang cukup signifikan. Dalam satu siklus panen, potensi pendapatan yang dihasilkan menjadi bukti bahwa komoditas ini layak diperhitungkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau dikelola dengan baik, satu pohon bisa menghasilkan cukup banyak. Dari situ kita bisa melihat bahwa peluangnya sangat terbuka,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak berhenti pada penjualan buah, Saepudin menghadirkan konsep petik sendiri yang menarik minat masyarakat. Pengunjung datang, menikmati suasana kebun, sekaligus merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Banyak yang datang bukan hanya untuk membeli, tapi juga ingin merasakan langsung bagaimana memetik anggur. Ini jadi nilai tambah tersendiri,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski begitu, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Serangan hama, penyakit tanaman, hingga gangguan burung menjadi hambatan yang harus dihadapi. Namun, semua itu dijadikan bagian dari proses belajar yang terus memperkuat usahanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari sisi permodalan, usaha ini tergolong masih terjangkau untuk skala awal. Dengan investasi puluhan juta rupiah, kebun anggur sudah bisa dibangun dan mulai menghasilkan. Apalagi, setiap pembeli bibit juga mendapatkan pendampingan, sehingga tidak berjalan sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komunitas yang dibangun pun terus berkembang. Para anggota saling bertukar pengalaman, memperkuat jaringan, dan bersama-sama mendorong komoditas anggur sebagai peluang baru di sektor pertanian lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perhatian dari pemerintah daerah menjadi sinyal positif bagi perkembangan ini. Dukungan terhadap legalitas dan pembinaan membuka jalan agar usaha seperti ini bisa tumbuh lebih luas dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Saepudin, anggur bukan sekadar tanaman, melainkan pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini bukan hanya soal bisnis. Saya ingin anggur bisa jadi jalan bagi masyarakat untuk mandiri, sekaligus mengajak kita lebih dekat dengan alam,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/menyemai-harapan-dari-kebun-anggur-langkah-kecil-menuju-kemandirian-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DLH Kab Sukabumi: Desa Kutajaya Jadi Contoh Nyata, Aksi Iklim Berbasis Warga Dorong Ekonomi Lokal</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dlh-kab-sukabumi-desa-kutajaya-jadi-contoh-nyata-aksi-iklim-berbasis-warga-dorong-ekonomi-lokal/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dlh-kab-sukabumi-desa-kutajaya-jadi-contoh-nyata-aksi-iklim-berbasis-warga-dorong-ekonomi-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 03:44:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kutajaya]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Doorong Ekonomi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Cicurug]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberian Sertifikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=64624</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dlh-kab-sukabumi-desa-kutajaya-jadi-contoh-nyata-aksi-iklim-berbasis-warga-dorong-ekonomi-lokal/" title="DLH Kab Sukabumi: Desa Kutajaya Jadi Contoh Nyata, Aksi Iklim Berbasis Warga Dorong Ekonomi Lokal" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Isu perubahan iklim kini bukan lagi sekadar pembahasan global. Di Kabupaten Sukabumi, langkah konkret justru muncul dari tingkat desa. Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, tampil sebagai bukti bahwa gerakan berbasis masyarakat mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menilai capaian Desa Kutajaya dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) kategori Utama bukan sekadar simbol penghargaan. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut mencerminkan pengelolaan lingkungan yang terbangun secara sistematis dan melibatkan warga secara aktif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menjelaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Keberhasilan ini tidak datang instan, tetapi dari komitmen dan keterlibatan masyarakat yang terus dijaga,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejumlah langkah strategis menjadi pondasi keberhasilan itu. Mulai dari pengelolaan sampah dengan sistem pemilahan, pengembangan budidaya maggot untuk mengolah limbah organik, hingga gerakan penghijauan yang dilakukan secara gotong royong.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mulai menggerakkan roda ekonomi warga. Budidaya maggot, misalnya, kini dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dalam skema ekonomi sirkular.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Program ini sudah memberi manfaat ekonomi, bukan hanya menjaga lingkungan. Itu yang membuatnya bisa bertahan dan berkembang,” jelas Nunung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari sisi kebijakan, DLH melihat model yang diterapkan di Kutajaya berpotensi direplikasi di desa lain. Dengan pendekatan yang adaptif, terjangkau, dan berdampak langsung, program seperti ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan iklim yang semakin kompleks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor juga dinilai memperkuat implementasi di lapangan. Keterlibatan pihak swasta melalui program pembinaan lingkungan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sinergi berbagai pihak sangat penting. Dukungan dari luar membantu mempercepat hasil di tingkat masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, DLH mengakui masih banyak desa yang belum optimal dalam mengelola potensi lingkungannya secara terstruktur. Padahal, pendekatan seperti di Kutajaya bisa menjadi solusi nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim dari level lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ke depan, DLH Kabupaten Sukabumi menargetkan perluasan Program Kampung Iklim ke lebih banyak wilayah, dengan menekankan keterpaduan antara aspek lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan dari bawah. Jika diperluas, dampaknya bisa terasa hingga tingkat regional bahkan nasional,” pungkas Nunung. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dlh-kab-sukabumi-desa-kutajaya-jadi-contoh-nyata-aksi-iklim-berbasis-warga-dorong-ekonomi-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
