<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RAGAM &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/category/ragam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 11:58:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>RAGAM &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dadang Hermawan Hadiri Silaturahmi Akbar JTM, Dorong Pelestarian Sejarah dan Identitas Khas Pajampangan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dadang-hermawan-hadiri-silaturahmi-akbar-jtm-dorong-pelestarian-sejarah-dan-identitas-khas-pajampangan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dadang-hermawan-hadiri-silaturahmi-akbar-jtm-dorong-pelestarian-sejarah-dan-identitas-khas-pajampangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 11:58:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[DPP JTM]]></category>
		<category><![CDATA[H Dadang Hermawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jampang Tandang Makalangan]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi Akbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66867</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dadang-hermawan-hadiri-silaturahmi-akbar-jtm-dorong-pelestarian-sejarah-dan-identitas-khas-pajampangan/" title="Dadang Hermawan Hadiri Silaturahmi Akbar JTM, Dorong Pelestarian Sejarah dan Identitas Khas Pajampangan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, H. Dadang Hermawan, menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) yang digelar di Sekretariat DPP JTM, Kampung Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (13/6/2026).</p>
<p>Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya mempererat persatuan masyarakat Pajampangan sekaligus memperkuat sinergi antara unsur masyarakat, pemuda, tokoh daerah, dan pemerintah dalam membangun wilayah selatan Sukabumi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Dadang Hermawan menegaskan bahwa kawasan Pajampangan memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan potensi lokal yang perlu dijaga serta dilestarikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, salah satu warisan bersejarah yang harus mendapat perhatian adalah keberadaan situs megalitikum di Desa Gunungsungging yang menjadi bagian dari identitas sejarah Pajampangan.</p>
<p>“Wilayah Pajampangan memiliki banyak kekayaan sejarah yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Salah satunya keberadaan situs megalitikum di Desa Gunungsungging. Ini merupakan warisan berharga yang harus menjadi kebanggaan masyarakat Pajampangan,” ujarnya.</p>
<p>Selain pelestarian sejarah, Dadang juga mendorong lahirnya identitas budaya yang kuat sebagai ciri khas masyarakat Pajampangan. Ia menilai simbol-simbol budaya lokal seperti pangsi dan iket atau blangkon khas Pajampangan dapat dikembangkan menjadi identitas daerah yang dikenal luas.</p>
<p>“Bagaimana caranya kita menjadikan simbol pendekar Pajampangan ini memiliki ciri khas yang kuat. Salah satunya melalui pangsi dan blangkon yang bisa menjadi identitas masyarakat Pajampangan. Bahkan ke depan bisa menjadi aset budaya yang memiliki nilai dan pengakuan sebagai ciri khas daerah,” katanya.</p>
<p>Dadang mencontohkan daerah lain yang berhasil membangun identitas budaya yang kuat sehingga menjadi daya tarik sekaligus kebanggaan masyarakatnya.</p>
<p>“Kalau Bali dikenal dengan Pecalangnya, maka Pajampangan juga harus memiliki ciri khas yang membedakan dengan daerah lain. Kita punya potensi budaya, sejarah, dan semangat kebersamaan yang luar biasa untuk diwujudkan menjadi identitas daerah,” tambahnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Dadang juga menyinggung perjalanan lahirnya gerakan Jampang Tandang Makalangan yang menurutnya tidak terlepas dari semangat para pemuda yang sebelumnya aktif dalam Komunitas Muda Pajampangan (KMP), khususnya di Kecamatan Ciracap.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut berawal dari semangat pemuda untuk menjaga dan mengawal pembangunan serta kemajuan Pajampangan. Semangat itu kemudian mendapat dukungan dari para senior hingga berkembang menjadi organisasi yang lebih besar.</p>
<p>“Kalau melihat sejarahnya, pergerakan Jampang Tandang Makalangan berawal dari semangat para pemuda KMP Kecamatan Ciracap. Perjalanan itu terus berkembang, mendapat dukungan para senior, hingga akhirnya hari ini lahir dan tumbuh menjadi Jampang Tandang Makalangan yang kita kenal bersama,” ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa keberadaan JTM harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda.</p>
<p>Menurutnya, isu penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu tantangan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama. Karena itu, JTM melalui jaringan pemuda yang dimilikinya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>“Ketika ada persoalan sosial seperti narkoba yang mengancam generasi muda, JTM harus hadir dan bergerak. Kami memandang pemuda harus menjadi garda terdepan untuk mengingatkan masyarakat bahwa narkoba adalah musuh bersama yang merusak masa depan bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Kegiatan Silaturahmi Akbar JTM berlangsung penuh keakraban dan dihadiri oleh pengurus DPP JTM, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat Pajampangan. Acara tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga budaya, sejarah, dan kemajuan wilayah Pajampangan.(adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dadang-hermawan-hadiri-silaturahmi-akbar-jtm-dorong-pelestarian-sejarah-dan-identitas-khas-pajampangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencari Makan atau Kehilangan Habitat? Kemunculan Monyet Liar Jadi Perhatian Warga Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 05:32:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Cari Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Monyet Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Resahkan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sukatani Parakansalak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66803</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/" title="Mencari Makan atau Kehilangan Habitat? Kemunculan Monyet Liar Jadi Perhatian Warga Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Siang yang biasanya tenang di dua wilayah berbeda di Kabupaten Sukabumi mendadak berubah menjadi penuh perhatian. Kemunculan monyet liar di kawasan permukiman membuat warga Kampung Cikadu, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, hingga Perumahan Sukaraja Indah Regency, Kecamatan Kebonpedes, diliputi rasa waswas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Kampung Cikadu, keberadaan satwa liar itu pertama kali diketahui warga saat seekor monyet terlihat turun dari kawasan hutan dan berada di kebun milik warga. Hewan tersebut tampak asyik menyantap buah pisang yang tumbuh di area pertanian dekat permukiman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Riandi (35), salah seorang warga yang pertama kali melihat keberadaan monyet tersebut, mengaku terkejut karena selama ini satwa liar itu jarang terlihat mendekati lingkungan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya lihat sekitar siang hari. Monyet itu sedang makan pisang di kebun. Biasanya tidak pernah terlihat sedekat ini dengan rumah warga,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penampakan tersebut segera menyebar dari mulut ke mulut. Warga berdatangan untuk memastikan keberadaan hewan itu, namun sebagian besar memilih mengamati dari kejauhan. Mereka khawatir monyet tersebut bertindak agresif atau merusak tanaman yang menjadi sumber penghasilan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut keterangan masyarakat setempat, monyet yang terlihat turun ke area kebun diduga merupakan bagian dari kelompok yang masih berada di kawasan hutan sekitar. Bahkan, beberapa warga mengaku melihat keberadaan anak-anak monyet yang diduga ikut berada dalam rombongan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami khawatir kalau makanan di hutan semakin berkurang, jumlah monyet yang turun ke kebun atau permukiman akan semakin banyak,” kata seorang warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Selain berpotensi merusak tanaman pertanian, keberadaan kawanan monyet di sekitar lingkungan warga juga dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada hari yang sama, kejadian serupa terjadi di wilayah berbeda. Puluhan warga Perumahan Sukaraja Indah Regency, Kecamatan Kebonpedes, dibuat panik setelah seekor monyet jantan dewasa tiba-tiba masuk ke dalam salah satu rumah warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat penghuni rumah sedang beraktivitas seperti biasa, satwa liar tersebut mendadak muncul dan masuk ke dalam bangunan. Situasi itu membuat pemilik rumah terkejut dan bergegas keluar untuk meminta bantuan warga sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pemilik rumah kaget karena tiba-tiba ada monyet di dalam rumah. Mereka langsung keluar dan meminta pertolongan tetangga,” ungkap Ipin, warga setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran monyet liar di tengah kawasan perumahan sontak menarik perhatian warga. Sejumlah orang berkumpul di sekitar lokasi, sementara yang lain memilih menjaga jarak demi menghindari kemungkinan serangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melihat kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, masyarakat segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Pemadam Kebakaran. Tak lama kemudian, petugas tiba di lokasi dan melakukan upaya evakuasi terhadap satwa tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena kemunculan monyet liar di dua lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan menjadi perhatian warga. Mereka berharap instansi terkait dapat melakukan pemantauan terhadap habitat satwa liar di kawasan sekitar permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Rabu sore, monyet yang terlihat di kawasan Parakansalak masih berada di sekitar area pertanian, sementara proses penanganan terhadap monyet yang masuk ke rumah warga di Kebonpedes telah dilakukan oleh petugas.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monyet Liar Resahkan Warga Kebonpedes, Damkar Sukaraja Bergerak Cepat</title>
		<link>https://lingkarpena.id/monyet-liar-resahkan-warga-kebonpedes-damkar-sukaraja-bergerak-cepat/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/monyet-liar-resahkan-warga-kebonpedes-damkar-sukaraja-bergerak-cepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 02:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Sukaraja]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi Hewan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Gerak Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Monyet Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Resahkan Warga Kebonpedes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66785</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/monyet-liar-resahkan-warga-kebonpedes-damkar-sukaraja-bergerak-cepat/" title="Monyet Liar Resahkan Warga Kebonpedes, Damkar Sukaraja Bergerak Cepat" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Suasana pagi yang biasanya tenang di Perumahan Sukaraja Indah Regency, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, mendadak berubah ketika seekor monyet liar masuk ke salah satu rumah warga, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran hewan tersebut membuat penghuni rumah terkejut dan khawatir. Selain berpotensi merusak barang-barang di dalam rumah, keberadaan monyet juga dikhawatirkan dapat membahayakan penghuni apabila merasa terancam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan mengenai kejadian itu diterima Pos Pemadam Kebakaran Sukaraja sekitar pukul 08.04 WIB. Tak lama berselang, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 08.15 WIB untuk melakukan penanganan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan mengedepankan keselamatan warga maupun satwa, petugas melakukan proses animal rescue secara hati-hati. Setelah upaya penanganan selama lebih dari satu jam, monyet tersebut akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerugian material.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Danpos Damkar Sukaraja, Ade Feri, mengatakan bahwa respons cepat dilakukan setelah menerima laporan dari warga yang merasa khawatir dengan keberadaan hewan liar tersebut di dalam rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami langsung menurunkan personel ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. Penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak membahayakan penghuni rumah maupun satwa yang masuk ke permukiman,&#8221; ujar Ade Feri kepada lingkarpena. id, Kamis ( 11/6/2026 )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kemunculan satwa liar di kawasan permukiman dapat dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya perubahan habitat atau kondisi lingkungan di sekitar kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang apabila menemukan satwa liar masuk ke lingkungan rumah. Jangan melakukan penangkapan sendiri yang berisiko menimbulkan cedera. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman dan profesional,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga pelayanan penyelamatan masyarakat melalui operasi non-kebakaran, termasuk evakuasi satwa liar yang berpotensi mengganggu keselamatan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban maupun kerugian material. Seluruh petugas yang terlibat dalam operasi penyelamatan dilaporkan berada dalam kondisi selamat. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/monyet-liar-resahkan-warga-kebonpedes-damkar-sukaraja-bergerak-cepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyu Hijau Raksasa Terdampar di Pantai Minajaya, Warga Bergotong Royong Evakuasi Satwa Dilindungi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/penyu-hijau-raksasa-terdampar-di-pantai-minajaya-warga-bergotong-royong-evakuasi-satwa-dilindungi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/penyu-hijau-raksasa-terdampar-di-pantai-minajaya-warga-bergotong-royong-evakuasi-satwa-dilindungi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 07:28:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Minajaya Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu Hijau Raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66724</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/penyu-hijau-raksasa-terdampar-di-pantai-minajaya-warga-bergotong-royong-evakuasi-satwa-dilindungi/" title="Penyu Hijau Raksasa Terdampar di Pantai Minajaya, Warga Bergotong Royong Evakuasi Satwa Dilindungi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) berukuran besar ditemukan terdampar di pesisir Pantai Minajaya, tepatnya di kawasan Muara Cipamarangan, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026) pagi. Kemunculan satwa laut yang dilindungi tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penyu dengan berat diperkirakan mencapai 100 kilogram itu pertama kali terlihat berada di bibir pantai saat kondisi air laut sedang surut. Warga yang khawatir keselamatan satwa langka tersebut kemudian berinisiatif melakukan evakuasi secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses evakuasi berlangsung cukup menarik perhatian. Belasan warga tampak bahu-membahu mengangkat penyu menggunakan tangga bambu yang dijadikan tandu darurat. Dengan penuh kehati-hatian, satwa tersebut dipindahkan dari area pantai menuju lokasi yang lebih aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aep, pemilik warung lesehan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku menjadi salah satu orang pertama yang melihat keberadaan penyu tersebut sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya lihat penyu itu sudah berada di pinggir pantai sekitar jam tujuh pagi. Awalnya saya kira batu besar karena dari jauh tidak bergerak. Setelah didekati ternyata penyu hijau ukuran besar. Saya langsung memberitahu warga sekitar,&#8221; ujar Aep kepada wartawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Aep, kemungkinan penyu tersebut naik ke daratan untuk mencari lokasi bertelur. Namun kondisi air laut yang sedang surut diduga membuat satwa itu kesulitan kembali ke habitatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dugaan saya penyu ini naik ke pantai untuk bertelur. Tapi karena air sedang surut, akhirnya tidak bisa kembali ke laut dan terdampar di sekitar muara,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, warga pengunjung, Dedi (42), mengaku baru pertama kali melihat penyu hijau berukuran sebesar itu berada begitu dekat dengan permukiman warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Jarang sekali ada penyu sebesar ini muncul di sini. Kami khawatir kalau dibiarkan terlalu lama di darat bisa stres atau terluka. Makanya warga langsung sepakat membantu evakuasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan warga lainnya yang ikut menggotong penyu menggunakan tangga bambu bersama warga lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Berat sekali, mungkin sekitar seratus kilo lebih. Tapi karena ini satwa yang harus dilindungi, warga semangat membantu. Kami ingin penyu ini bisa kembali ke laut dengan selamat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemunculan penyu hijau di kawasan Pantai Minajaya menjadi pengingat bahwa pesisir selatan Sukabumi masih menjadi bagian penting dari habitat berbagai satwa laut dilindungi. Penyu hijau sendiri merupakan salah satu spesies yang keberadaannya terus dijaga karena populasinya terancam akibat kerusakan habitat, pencemaran laut, dan aktivitas perburuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini pun menjadi tontonan sekaligus edukasi bagi masyarakat sekitar. Banyak warga berharap kemunculan penyu tersebut menjadi pertanda bahwa ekosistem laut di kawasan pesisir selatan Sukabumi masih terjaga dengan baik serta dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/penyu-hijau-raksasa-terdampar-di-pantai-minajaya-warga-bergotong-royong-evakuasi-satwa-dilindungi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelontorkan 66 Miliar: Investor Sukabumi Diduga Tertipu PKS Dapur MBG, Kuasa Hukum Minta Kepastian BGN</title>
		<link>https://lingkarpena.id/gelontorkan-66-miliar-investor-sukabumi-diduga-tertipu-pks-dapur-mbg-kuasa-hukum-minta-kepastian-bgn/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/gelontorkan-66-miliar-investor-sukabumi-diduga-tertipu-pks-dapur-mbg-kuasa-hukum-minta-kepastian-bgn/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 14:11:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Miliaran Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Kerja Sama]]></category>
		<category><![CDATA[Prngelolaan Dapur SPPG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66642</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/gelontorkan-66-miliar-investor-sukabumi-diduga-tertipu-pks-dapur-mbg-kuasa-hukum-minta-kepastian-bgn/" title="Gelontorkan 66 Miliar: Investor Sukabumi Diduga Tertipu PKS Dapur MBG, Kuasa Hukum Minta Kepastian BGN" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Persoalan kerja sama pengelolaan 97 Dapur Khusus Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di berbagai daerah Indonesia memasuki babak baru. Investor asal Sukabumi melalui tim kuasa hukumnya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengembalikan dana yang telah disetorkan karena proyek yang dijanjikan tidak berjalan sesuai kesepakatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kuasa hukum investor, Ahmad Yazdi, menyatakan bahwa kliennya telah memenuhi seluruh kewajiban sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani kedua belah pihak. Menurutnya, dokumen tersebut memiliki dasar hukum yang kuat karena diterbitkan dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang saat itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perjanjian ini bukan dokumen biasa. Semua proses dilakukan secara resmi dan ditandatangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan di lingkungan BGN pada waktu itu,” kata Ahmad Yazdi, Minggu (7/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, proyek dapur perintis tersebut memiliki pola pengelolaan tersendiri karena berada di atas lahan milik TNI dengan sistem swakelola. Berdasarkan kesepakatan, investor yang diwakilinya dijanjikan hak pengelolaan terhadap puluhan dapur yang menjadi bagian dari program tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun dalam pelaksanaannya, kata Yazdi, dana yang telah disetorkan justru digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah vendor yang terlibat dalam pembangunan dapur pada tahun sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dana yang masuk dari klien kami digunakan sebagai talangan untuk melunasi kewajiban kepada vendor-vendor lama. Setelah itu, hak pengelolaan yang dijanjikan tidak diberikan kepada klien kami,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kliennya, Ir. H. Munjayin, diketahui telah menyetorkan dana awal sebesar Rp66 miliar sebagai bagian dari komitmen investasi dalam proyek tersebut. Pihak kuasa hukum menilai kondisi tersebut telah menimbulkan kerugian besar karena investor tidak memperoleh manfaat sebagaimana yang dijanjikan dalam kerja sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Klien kami berpartisipasi karena percaya pada program pemerintah. Tetapi setelah seluruh kewajiban dipenuhi, justru manfaat pengelolaannya dinikmati pihak lain,” ungkap Yazdi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengaku telah berupaya mencari penyelesaian melalui komunikasi dengan sejumlah pihak di internal BGN. Namun hingga kini belum diperoleh kepastian mengenai nasib kerja sama maupun pengembalian dana yang telah disetorkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami hanya meminta kepastian. Jika kerja sama tetap dilanjutkan, jelaskan mekanismenya. Jika tidak, maka dana klien kami harus dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena belum menemukan titik terang, pihak investor kini berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar terdapat kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pengembangan dapur gizi nasional.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/gelontorkan-66-miliar-investor-sukabumi-diduga-tertipu-pks-dapur-mbg-kuasa-hukum-minta-kepastian-bgn/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagi Viral, Netizen Kembali Kritik Menu MBG di Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 13:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cijulang Jampangtengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Menu MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66299</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/" title="Lagi Viral, Netizen Kembali Kritik Menu MBG di Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah unggahan media sosial kembali mendadak viral dan memicu perdebatan publik. Kritik ini ditujukan terhadap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Sontak unggahan tersebut ramai diperbincangkan dan dinilai tak sesuai harapan penerima manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook milik @Abdul Hamdan pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga Kamis pagi (28/5/2026), postingan itu telah mengundang perhatian luas dengan ratusan interaksi, mulai dari like, komentar, hingga dibagikan ulang oleh warganet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam foto yang diunggah, terlihat paket makanan MBG berisi nasi putih, crispy chicken, orek tempe, rebusan labu dan buncis, serta buah jeruk. Menu tersebut disebut diperuntukkan bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui (busui) dan balita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, alih-alih mendapat apresiasi, menu tersebut justru menuai kritik tajam. Dalam caption berbahasa Sunda, pengunggah menyuarakan kekecewaannya terhadap kualitas makanan yang disediakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ya Allah, ini MBG Desa Cijulang parah. Ini untuk ibu menyusui dan balita. Tolong dipikirkan, karena ini dibiayai pemerintah, bukan uang pribadi. Sudah berbulan-bulan menu tidak pernah benar, tidak sesuai anjuran,” tulisnya dalam terjemahan bahasa Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat dikonfirmasi, pemilik akun membenarkan bahwa dirinya yang mengunggah foto tersebut. Ia menjelaskan, makanan itu diterima dari pembagian di Posyandu Anyelir Desa Cijulang, lalu dipindahkan ke wadah plastik di rumah oleh penerima manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Menu itu dibawa pulang. Penerima manfaat membawa wadah sendiri untuk memindahkan dari omprengan,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap, kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. “Semoga ada perbaikan menu oleh SPPG Desa Cijulang,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, Kepala SPPG Cijulang, Hadian, memberikan tanggapan yang cukup mengejutkan. Alih-alih menjawab substansi kritik terkait kualitas menu, ia menyebut persoalan tersebut sebagai urusan internal dan meminta agar tidak dipublikasikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sudah dinonaktifkan penerima manfaat tersebut. Ini urusan internal, tidak perlu ikut campur,” bebernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, Hadian juga menuding adanya upaya menggiring opini publik untuk menjatuhkan lembaga yang dipimpinnya. Ia bahkan mempertanyakan peran media dalam mengangkat isu tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Anda sendiri yang meng-up ke media. Seolah ada kerja sama untuk menjatuhkan SPPG saya,” lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengaku khawatir pemberitaan ini berdampak pada para relawan yang terlibat dalam program tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau mereka kehilangan pekerjaan, apakah Anda mau tanggung jawab?” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, Hadian memastikan bahwa pengelolaan anggaran di SPPG dilakukan secara transparan dan diawasi oleh lembaga resmi seperti BPKP dan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Setiap uang yang kami belanjakan di SPPG tersebut akan dilaporkan ke BPKP, jadi aman. Setiap SPPG ada pelaporan tersendiri lewat website yang hanya bisa diakses oleh KA SPPG,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Hadian mempertanyakan alasan kritik yang diarahkan kepada program MBG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Nah jika uang pajak dan APBD masih dipermasalahkan, kenapa tidak dari dulu mempermasalahkan program pemerintah sebelumnya seperti BPJS atau KIP?” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampah Kiriman Penuhi Pesisir Muara Cipamarangan Pantai Minajaya, Warga Keluhkan Penanganan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/sampah-kiriman-penuhi-pesisir-muara-cipamarangan-pantai-minajaya-warga-keluhkan-penanganan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/sampah-kiriman-penuhi-pesisir-muara-cipamarangan-pantai-minajaya-warga-keluhkan-penanganan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 15:22:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Kiriman Sampai Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Muara Cipamarangan]]></category>
		<category><![CDATA[Objek Wisata Pantai Minajaya]]></category>
		<category><![CDATA[pantai minajaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66253</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/sampah-kiriman-penuhi-pesisir-muara-cipamarangan-pantai-minajaya-warga-keluhkan-penanganan/" title="Sampah Kiriman Penuhi Pesisir Muara Cipamarangan Pantai Minajaya, Warga Keluhkan Penanganan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Tumpukan sampah kiriman memenuhi kawasan pesisir Muara Cipamarangan hingga sebagian Pantai Minajaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (27/5/2026). Kondisi tersebut membuat pemandangan pantai menjadi kumuh dan mengganggu aktivitas warga maupun pengunjung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beragam jenis sampah tampak berserakan di sepanjang bibir pantai, mulai dari plastik, botol minuman, potongan kayu dan bambu, batang pohon pisang, hingga sandal bekas dan limbah rumah tangga lainnya. Sebagian sampah bahkan terlihat mengambang di permukaan laut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aep, pemilik warung lesehan di kawasan Muara Cipamarangan, mengatakan sampah tersebut diduga berasal dari aliran Sungai Cipamarangan yang bermuara langsung ke laut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau hujan deras dan debit sungai naik, sampah dari hulu pasti terbawa sampai ke pantai. Saat air laut pasang, semuanya menumpuk di bibir pantai,” ujar Aep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kondisi itu sudah terjadi selama beberapa hari terakhir dan bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku kerap membersihkan sampah secara mandiri agar area sekitar warung tetap nyaman bagi pengunjung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya sudah sering membersihkan dan membakar sampah yang menumpuk. Tapi setelah hujan besar, datang lagi sampah baru. Lama-lama kewalahan juga,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aep berharap persoalan sampah kiriman tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait, terutama untuk penanganan dan pengangkutan sampah di kawasan pesisir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pernah coba menghubungi dinas supaya ada armada yang turun membantu pengangkutan sampah, tapi katanya lokasi terlalu jauh. Padahal kalau dibiarkan terus, pantai jadi makin kotor,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan serupa disampaikan sejumlah pengunjung pantai. Ujang, wisatawan asal Kecamatan Jampangkulon, mengaku kecewa dengan kondisi pantai yang dipenuhi sampah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pantainya sebenarnya bagus, tapi jadi kurang nyaman karena sampah berserakan di mana-mana. Bahkan di laut juga banyak sampah mengambang,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengunjung lainnya, Rina, berharap ada langkah bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan pantai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau pantainya bersih tentu wisatawan juga betah datang. Sayang sekali kalau keindahan alamnya tertutup sampah,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga berharap penanganan sampah di aliran sungai dan kawasan pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kebersihan Pantai Minajaya dan Muara Cipamarangan tetap terjaga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/sampah-kiriman-penuhi-pesisir-muara-cipamarangan-pantai-minajaya-warga-keluhkan-penanganan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispar dan GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi Perkuat Sinergi Bangun Pariwisata Berkelanjutan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dispar-dan-grib-jaya-kabupaten-sukabumi-perkuat-sinergi-bangun-pariwisata-berkelanjutan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dispar-dan-grib-jaya-kabupaten-sukabumi-perkuat-sinergi-bangun-pariwisata-berkelanjutan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 13:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun Sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Grib Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Wisata Berkelanjutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66219</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dispar-dan-grib-jaya-kabupaten-sukabumi-perkuat-sinergi-bangun-pariwisata-berkelanjutan/" title="Dispar dan GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi Perkuat Sinergi Bangun Pariwisata Berkelanjutan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Semangat kolaborasi dalam membangun sektor pariwisata terus diperkuat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut terlihat dalam audiensi yang digelar pada Senin (25/5/2026), dengan membahas berbagai isu strategis demi mendorong kemajuan destinasi wisata yang tertata, nyaman, dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting menjadi pembahasan bersama, di antaranya pengembangan desa wisata, penanganan dan pengelolaan sampah, tata kelola destinasi wisata, penataan parkir wisata, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata, hingga digitalisasi pembayaran berbasis QRIS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa sinergi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar program pembangunan pariwisata dapat berjalan optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pemerintah akan melaksanakan tugas dengan baik apabila dibantu sekuat-kuatnya dan dikritisi seakurat-akuratnya. Dengan begitu, tugas-tugas pembangunan bisa ditunaikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ali Iskandar menuturkan, audiensi bersama GRIB Jaya menjadi ruang diskusi yang konstruktif dalam merumuskan langkah bersama demi kemajuan pariwisata Kabupaten Sukabumi ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Banyak hal yang hari ini didiskusikan dan menjadi resolusi untuk kebaikan pariwisata ke depan. Kami mendapatkan banyak masukan sekaligus memohon dukungan serta dorongan agar apa yang dilakukan dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan pembangunan saat ini tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual maupun kemampuan kerja semata, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yang paling utama hari ini adalah kecerdasan kolaborasi, membangun kerja sama dan silaturahmi agar chemistry terjadi. Dari situ kita bisa saling memberikan masukan dan menghadirkan kemanfaatan bersama,” ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, Endan, mengapresiasi sambutan hangat dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dalam audiensi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh Pak Kadis beserta jajaran. Dalam pertemuan ini banyak hal yang sudah kami komunikasikan dan mudah-mudahan dari silaturahmi ini terbentuk chemistry yang luar biasa antara GRIB Jaya dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap ke depan GRIB Jaya dapat terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami ingin bersama-sama memajukan pariwisata Kabupaten Sukabumi serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perwakilan GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi yang hadir dalam acara tersebut juga menyebutkan bahwa GRIB Jaya saat ini telah tersebar di 47 kecamatan dan 386 desa di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, organisasi tersebut siap mengawal program-program pemerintah demi kemajuan daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi akan selalu bersinergi dan mengawal program-program pemerintah demi kemajuan daerah serta mendukung visi dan misi Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.(adv)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dispar-dan-grib-jaya-kabupaten-sukabumi-perkuat-sinergi-bangun-pariwisata-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKM Seni Nusa Putra Jadi Peraih Penghargaan Terbanyak di Harmoni Budaya Festival 2026</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ukm-seni-nusa-putra-jadi-peraih-penghargaan-terbanyak-di-harmoni-budaya-festival-2026/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ukm-seni-nusa-putra-jadi-peraih-penghargaan-terbanyak-di-harmoni-budaya-festival-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:50:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[BEM Vokasi IPB]]></category>
		<category><![CDATA[Harmoni Budaya Festival 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Raih 5 Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[UKW Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Putra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66184</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ukm-seni-nusa-putra-jadi-peraih-penghargaan-terbanyak-di-harmoni-budaya-festival-2026/" title="UKM Seni Nusa Putra Jadi Peraih Penghargaan Terbanyak di Harmoni Budaya Festival 2026" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Nusa Putra, Lisensi, tampil sebagai peraih penghargaan terbanyak dalam ajang Harmoni Budaya Festival 2026. Acara yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi IPB Sukabumi melalui Departemen Seni dan Budaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari 12 perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Jawa Barat tersebut, delegasi Universitas Nusa Putra berhasil meraih lima penghargaan sekaligus dari tiga kategori lomba utama, yakni musik, karya visual, dan tari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perolehan tersebut diraih melalui kinerja gemilang mahasiswa Universitas Nusa Putra di setiap cabang yang diikuti. Pada kategori lomba Solo Vokal, Xena Leviana Br. Siregar berhasil meraih Juara 1, sementara Nabila Syahputri memperoleh Juara 2. Sementara itu, pada kategori Poster Digital, Cristian Cahayadi meraih Juara 3 dengan karya yang dinilai memiliki nilai estetika dan pesan budaya yang kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, kategori tari menjadi penyumbang penghargaan terbanyak bagi Lisensi. Grup Tari Swarnadewi berhasil meraih Juara 1 dengan penampilan yang memukau. Kelompok ini beranggotakan Mukhti Aulia Nazar, Aliza Ainun Salsabila, Intan Apriliani, Ruaida, dan Ayu Sri Mulyani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak kalah membanggakan, Grup Tari Raspati juga meraih Juara 3 dengan kekompakan dan kualitas gerak yang tinggi. Anggota grup ini terdiri atas Indah Nursyafitri, Az Zahra Khoirunnisha, Meli Amelia, Putri Noviar, dan Farisa Oktavia Sumantri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keberhasilan dua kelompok tari tersebut melengkapi capaian Lisensi yang pada tahun ini berhasil membawa pulang total lima penghargaan sekaligus. Hasil tersebut menempatkan UKM Seni Universitas Nusa Putra sebagai salah satu kontingen dengan capaian paling menonjol dalam festival yang mempertemukan peserta dari berbagai institusi pendidikan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koreografer Divisi Tari Lisensi, Indra Gandara, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pencapaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari proses latihan panjang dan kerja sama solid seluruh anggota tim yang terlibat dalam setiap kategori lomba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi mahasiswa melalui seni. Yang terpenting bukan hanya hasil yang diperoleh, tetapi juga proses pembelajaran, disiplin, dan kolaborasi yang terbangun selama persiapan,” ujar Indra.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut dia, proses persiapan karya tari dilakukan secara bertahap melalui latihan rutin, penyempurnaan koreografi, serta evaluasi ketat terhadap berbagai aspek pertunjukan. Selain kemampuan teknis, kekompakan tim menjadi faktor kunci dalam menghadirkan penampilan yang optimal di hadapan dewan juri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam proses pembinaan, Indra didampingi oleh asisten koreografer, Zein. Keduanya terlibat aktif dalam pengembangan konsep karya hingga pendampingan peserta mulai dari masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dukungan penuh juga diberikan oleh Viranie Dwi Monikawatie, M.Pd., selaku Pembina UKM Seni Universitas Nusa Putra. Menurut Viranie, kegiatan seni mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama di kalangan mahasiswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Partisipasi dalam festival seni menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi dengan peserta dari berbagai latar belakang institusi,” tambah Viranie.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Harmoni Budaya Festival 2026, Rizky Pratama, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penampilan seluruh peserta, khususnya delegasi Universitas Nusa Putra.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Standar penampilan tahun ini sangat tinggi. Penampilan dari UKM Seni Nusa Putra menjadi salah satu yang terbaik, baik dari segi kedalaman makna karya maupun kualitas teknis pertunjukan. Mereka layak menyandang predikat kontingen dengan perolehan penghargaan terbanyak tahun ini,” ungkap Rizky.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Harmoni Budaya Festival 2026 sendiri digelar sebagai wadah apresiasi bagi mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang seni dan budaya. Melalui berbagai kategori lomba yang diselenggarakan, peserta memperoleh kesempatan untuk menampilkan karya dan gagasan kreatif dalam bentuk pertunjukan maupun karya visual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Lisensi, pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kegiatan seni di lingkungan kampus. Selain berfokus pada prestasi, organisasi this juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan seni sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pembentukan karakter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perolehan lima penghargaan dalam ajang ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa Universitas Nusa Putra dalam melestarikan dan mengembangkan seni, mulai dari musik, seni visual, hingga seni pertunjukan. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan hasil tersebut, UKM Seni Universitas Nusa Putra menutup partisipasinya di Harmoni Budaya Festival 2026 dengan catatan yang sangat positif. Lima penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, tetapi juga mencerminkan komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan seni dan budaya di kalangan generasi muda Indonesia.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ukm-seni-nusa-putra-jadi-peraih-penghargaan-terbanyak-di-harmoni-budaya-festival-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>250 Pesilat Pelajar Siap Ramaikan Festival Pencak Silat Sukabumi, Sekaligus Seleksi Menuju Popwilda</title>
		<link>https://lingkarpena.id/250-pesilat-pelajar-siap-ramaikan-festival-pencak-silat-sukabumi-sekaligus-seleksi-menuju-popwilda/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/250-pesilat-pelajar-siap-ramaikan-festival-pencak-silat-sukabumi-sekaligus-seleksi-menuju-popwilda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 08:57:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Pencak Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Pesilat Pelajar Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Popwilda Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Pesilat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66089</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/250-pesilat-pelajar-siap-ramaikan-festival-pencak-silat-sukabumi-sekaligus-seleksi-menuju-popwilda/" title="250 Pesilat Pelajar Siap Ramaikan Festival Pencak Silat Sukabumi, Sekaligus Seleksi Menuju Popwilda" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebanyak 250 pesilat pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi ambil bagian dalam Festival Pencak Silat Pelajar yang digelar di GOR Pemuda Cisaat, Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan atlet muda sekaligus seleksi untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Festival yang berlangsung selama dua hari hingga 25 Mei 2026 tersebut mempertandingkan nomor tanding dan seni. Para peserta tampil penuh semangat memperagakan kemampuan teknik, kelincahan, hingga ketahanan mental di hadapan dewan juri dan penonton.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bupati Sukabumi Asep Japar hadir membuka kegiatan dan menekankan pentingnya menjaga pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya yang mengandung nilai disiplin, kehormatan, dan persaudaraan. Ini harus terus dijaga dan diwariskan,” ujar Asep Japar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, festival pelajar menjadi ruang penting untuk melahirkan atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi. Ia berharap para peserta dapat menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman untuk membangun mental juara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami ingin muncul atlet-atlet muda terbaik dari Sukabumi yang nantinya mampu bersaing dan membawa nama daerah di tingkat regional maupun nasional,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Asep juga mengingatkan para pesilat agar tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah sikap sportif, disiplin, dan rasa persaudaraan antar pesilat,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menyebut festival tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian pencak silat di tengah perkembangan zaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Festival ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga bentuk komitmen untuk menjaga tradisi pencak silat agar tetap hidup dan terus berkembang di Sukabumi,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pertandingan, kegiatan itu turut dirangkaikan dengan pelantikan 27 Ketua IPSI Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi untuk masa bakti 2026–2030.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/250-pesilat-pelajar-siap-ramaikan-festival-pencak-silat-sukabumi-sekaligus-seleksi-menuju-popwilda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
