Empat titik bencana terjadi dalam satu hari di Kecamatan Purabaya, Senin (01/11) kemarin. [Foto: Ist]

Empat Titik Bencana Longsor di Kecamatan Purabaya dalam Satu Hari

KABUPATEN SUKABUMI PERISTIWA

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Bencana longsor terus mengepung Kabupaten Sukabumi selama dua pekan ini. Sejumlah 4 ‘empat’ titik bencana longsor terjadi di Kecamatan Purabaya dalam satu hari, Senin 01 Oktober 2021 kemarin.

Berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana kecamatan P2BK Purabaya, dalam satu hari terjadi empat kali bencana di titik yang berbeda. Longsor mendominasi peristiwa bencana yang beberapa Desa di Kecamatan Purabaya itu.

Longsor terjadi di Kampung Cisarua RT 23/09 terjadi pada pukul 15:30 WIB. Juga terjadi di Kampung Pojok RT 24/10 sekitar pukul 16:30 WIB Desa Purabaya.

Baca juga:  Dump Truk Terguling Hajar Sepeda Motor di Gunungguruh Sukabumi

Sementara longsor juga terjadi di Kampung Lebak Siuh RT 03/02 Desa Citamiang pada pukul 16:30 WIB. Selain longsor, terdapat bangunan ambruk akibat gerusan air sungai di Kampung Jembatan Hideung RT 21/09 Desa Purabaya, sekitar pukul 15:30 WIB.

“Keempat bencana longsor dan ambruknya satu rumah warga terjadi dalam satu hari,” ucap P2BK Purabaya, Yanto Prayitno, dalam laporannya yang disampaikan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi kepada awak media.

Baca juga:  Tiga Orang Tewas di Tanjakan Dini Geopark Ciletuh Sukabumi

Dikatakan Yanto, bangunan yang mengalami ambruk merupakan bangunan Penggilingan Padi milik Aam. Selain bangunan penggilingan padi, dua rumah milik Alam dan Anung juga teracan longsor. Hal itu disebabkan oleh pengikisan tanah akibat gerusan air sungai.

Sementara itu, longsor yang terjadi di pemukiman warga di Kampung Cisarua Desa Purabaya, menimpa rumah milik Saepudin 1 Kepala Keluarga yang dihuni 4 jiwa. Longsor dengan ketinggian 4 meter dan panjang 5 meter menimpa rumah milik Saepudin.

Baca juga:  Truk Terguling Berendam di Kolam Warga Desa Cijalingan

“Bagi warga yang terdampak bencana untuk sementara waktu diungsikan ke tempat yang lebih aman. Atas kejadian bencana yang terjadi, kerugian materi yang dialami masih dalam kajian pihak pemerintah setempat,” tambahnya.

 

Redaksi: Lingkarpena.id
Sumber: Pusdalops bpbd

Tinggalkan Balasan