Jalan Menuju Galian Pasir di Sukabumi Longsor, 3 Rumah Terancam

Ruas jalan menuju proyek galian pasir di Desa Titisan Sukalarang terjadi longsor dan mengancam Tiga rumah warga.| Foto: P2BK

LINGKARPENA.ID | Ruas Jalan yang menuju proyek galian pasir di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terjadi longsor pada Rabu, 24 Januari 2024 dan mengancam Tiga rumah warga setempat.

Berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) Sukalarang, Dior melaporkan, bencana ruas jalan menuju galian pasir terjadi longsor setelah diguyur hujan deras pada Rabu pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 08:00 wib pagi.

Baca juga:  Longsor di Cicurug Sukabumi 3 Orang Dilarikan ke RS

Lokasi ruas jalan galian pasir tersebut tepatnya di Kampung Cimanggu RT 03/01 Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi dengan titik kordinat 42FC+CG4.

“Akibat ambruknya jalan ini Tiga rumah warga milik Saepul, Jajang dan  Mamduh terancam. Ruas jalan ini berbatasan dengan pemikuman warga,” jelas Dior, seperti disampaikan Tim Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi kepada wartawan.

Baca juga:  Momen Natal, Modi: Berharap Tetap Jaga Kerukunan Umat Beragama

Petugas BPBD setelah mendapatkan informasi adanya ruas jalan galian pasir itu terjadi langsung melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimcam Sukalarang dan Pemdes setempat serta langsung melakukan asessment ke lokasi kejadian.

“Yang terancam di lokasi kejadian itu ada 4 Kepala Keluarga dengan jumlah 13 jiwa. Kami juga sudah meminta pihak tambang untuk secepatnya melakukan perbaikan. Ya dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tambahnya.

Baca juga:  Debit Air Meluap, Terjadi Longsor dan Menimpa Rumah Warga Kadudampit Sukabumi

Pihak BPBD dan pemerintah setempat usai melakukan peninjauan lokasi juga menghimbau warga masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Terutama himbauan itu disampaikan kepada 4 KK yang ada dekat lokasi longsor.

“Penanganan di lokasi longsor bersifat segera, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan jika tidak segera ditangani,” pungkasnya.

Pos terkait