Petani Rempah Kapol di Sukabumi Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Supirman, petani Kapol asal Kecamatan Cidolog saat membersihkan kebun kapol dimusim kemarau.| Aris Wanto

LINGKARPENA.ID | Puluhan hektar kebun Kapol milik warga di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi terancam gagal panen pada musim ini.

Hal tersebut diakibatkan kemarau panjang dan suhu panas yang berdampak pada mengeringnya bunga bakal buah kapol. Selain itu juga mengancam kematian pada poha pohon kapol tersebut.

Tanaman Kapol ini merupakan salah satu rempah bumbu dapur yang mengandung rasa hangat atau min. Tanaman ini juga biasa dibutuhkan untuk bahan farmasi yang memiliki kualitas bagus dan memenuhi syarat buah nya harus bentuk tua.

Baca juga:  Percepat Herd Immunity di Sukabumi, Kapolres: Tekan Para Kapolsek Buat Inovasi dan Terobosan Baru

Saat ini harga buah Kapol  sangat fantastis berkisar di angka seratus ribu ke atas per kilogram. Tanaman komoditi ini bisa menjadi salah satu ikon di Desa Cidolog khususnya Kabupaten Sukabumi.

Rempah ini juga merupakan bagian dari sejarah Nusantara. Kapol dibeberapa negara di dunia sangat dibutuhkan untuk dijadikan bahan bumbu dapur juga kebutuhan farmasi. Untuk kualitas expor memiliki spek yang sudah ditentukan tentunya menjadi number one.

Rimbunan kebun Kapol milik Supirman warga Cisolog.| Aris Wanto

Supirman salah satu petani Kapol Desa Cidolog mengatakan, menurutnya tahun ini dengan cuaca extrim kemarau panjang dan suhu panas tinggi tingkat kerugian sudah dirasakan hari ini.

Baca juga:  14 Berbagai Komunitas di Pajampangan Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur

“Mengapa demikian, kami belum menemukan solusi untuk mengatasi gagal panen ini,” katanya, Selasa 12 September 2023 kepada Lingkarpena.id.

Mnurutnya tanaman kapol biasa ditanam pada tanah yang mempunyai struktur ketinggian, atau yang biasa disebut ladang. Memang ada tingkat kesulitan jika masuk pada musim kemarau, karena titik mata air yang sangat jauh.

“Ya inilah yang menjadi problema para petani kapol. Jika kemarau panjang krisis dan merugi. Saya mengunakan lahan kurang lebih 2 hektar dengan hasil maksimal 1 ton hingga 2 ton. Ya kapol bisa sekali panen tanpa diberikan ektra pupuk,” jelas Supirman.

Baca juga:  Pelajar MTs Al-Juaeniyah Nagrak Gelar Shalat Istisqa

Dijelaskannya, pada musim kemarau akibat kurangnya asupan air dua penghasilan kapol bisa menurun drastis. Menurutnya dari 2 Dua hektar itu hanya menghasilkan 65kg hingga 300kg buah Kapol.

“Kami sebagai petani kapol berharap ada pihak yang bisa memberikan solusi untuk mengatasi kendala seperti sekarang ini. Ya bisa menjadi mitra kami baik pada musim kemarau maupun hujan,” pungkasnya.

Pos terkait