Polisi Tangkap Pencuri Kendaraan Ojol di Sukabumi, Begini Modusnya

Polisi saat menggelar konferensi pers ungkap terduga pelaku spesial modus pencarian kendaraan ojek online. | Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID I Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan kepada para pengemudi ojek online (in driver) di wilayah hukumnya. Dalam kasus tersebut, Dua terduga pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan, peristiwa terjadi pada tanggal 19 Februari 2024 tepatnya di jalan Odeon Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi sekira pukul 11.00 WIB.

Jajaran dari reserse kriminal Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap terduga pelaku terhadap yang telah melakukan kejahatannya terhadap para pengendara ojek online.

Baca juga:  GMNI: SC Ceroboh Mengambil Keputusan yang Konyol di Musda KNPI Kota Sukabumi

“Iya, berdasarkan laporan polisi nomer LP/B/67/II/Februari/2024 terduga pelaku berinisial MS alias K (35) ini merupakan warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Pelaku saat melakukan aksinya dengan cara memesan ojol melalui aplikasi In driver. Nah, kemudian ditengah perjalanan terduga pelaku meminta perubahan arah tujuan jalan kepada korban,” kata Ari saat konferensi pers di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Rabu, (21/02/2024).

Baca juga:  KaKanwil Kemenkumham Jabar Gerak Cepat, Ini yang Dilakukan Kalapas Sukabumi

Kemudian terduga pelaku lainnya, MS berperan membawa sepeda motor korban. Lalu ketika ditengah perjalanan pelaku berhenti dan menyuruh membeli sesuatu kepada calon korbannya. Setelah korban turun pelaku langsung tancap gas membawa kabur sepeda motor milik korban.

“Dari pengakuannya terduga pelaku ini sudah melakukan aksinya sebanyak 13 kali dengan rincian 3 TKP laporan masuk di wilkum Polresta dan 10 laporan TKP di wilayah Polres Sukabumi (red.kabupaten). Petugas juga mengamankan satu terduga pelaku lainnya sebagai penadah berinisial T masih warga Kadudampit,” ungkapnya.

Baca juga:  PKL Membandel di Kota Sukabumi Ditertibkan

Lanjut Ari, MS menjual hasil pencuriannya kepada masyarakat wilayah Kabupaten Sukabumi diantaranya daerah Pajampangan dengan harga Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.

“Atas perbuatannya, kini para terduga pelaku dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun,” pungkasnya.

Pos terkait