Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Gantung di Warungkiara Sukabumi Luput Perhatian Pemerintah

Kondisi jembatan gantung yang ada di Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara Sukabumi.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Penampakan kondisi jembatan gantung yang berada di Kampung Lalay, Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi sangat memperlihatkan. Jembatan tersebut sudah lama rusak parah dan membuat orang was was saat melintasinya.

Melalui informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, jembatan lalay tersebut kondisinya sudah rusak. Bahkan sudah bertahun- tahun belum ada perbaikan dari pemerintah daerah.

Saat ditemui wartawan warga setempat Fatah (60) mengatakan, jembatan lalay ini dibangun pada tahun 1960 an. Jembatan sempat mendapat upaya perbaikan pada tahun 1964. Karena kondisinya saat itu sudah rusak. Namun tidak berlangsung lama dan kondisi jembatan kini rusak kembali.

Baca juga:  Angin Kencang di Sukabumi, 1 Rumah Ambruk

“Jembatan ini jika tidak salah sudah 20 tahunan dalam kondisi rusak. Ya bayangin aja terakhir direnovasi itu pada tahun 1964,” jelas Fatah, keada wartawan, Selasa, (20/6/2023).

Dijelaskan Fatah, jembatan Lalay sendiri memiliki panjang kurang lebih sekitar 60 meter, dengan lebar 2,7 meter. Jembatan merupakan akses utama yang digunakan warga tiga desa yakni; Desa Bantar Kalong, Mekarjaya dan Sirnajaya, kecamatan Warungkiara.

Baca juga:  Bunga Ayu Resort Gagas Pembangunan Jembatan Gantung di Sukabumi dan Banten

“Mungkin ribuan orang lah tiap harinya warga melintas jembatan ini. Ya kondisinya begini, alas kayu dan sebagian sudah pada bolong. Belum lagi tali jembatan ada yang sudah putus, penopang nya juga sudah pada lapuk. Jika pas kita melintas terasa goyang-goyangnya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sirnajaya Dirman Sudirman menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pengajuan secara bersama-sama dengan desa-desa perbatasan. Bahkan pernah mengundang intasi terkait dari pemerintahan daerah untuk melakukan peninjauan terhadap kondisi jembatan itu.

Akan tetapi kata Dirman, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah maupun provinsi melalui dinas dinas terkait. Pernah ada harapan perbaikan dilakukan pada saat itu dilanda pandemi Covid 19.

Baca juga:  Camat Gegerbitung Gelar Donor Darah

“Ya, pernah muncul list di provinsi angka 30 miliar, itu pada tahun 2019 untuk pembangunan jembatan ini. Karena kondisi saat itu sedang dilanda covid-19 sehingga anggaran dibatalkan. Kami mencoba kembali mengajukan lagi. Ya dengan harapan jembatan ini bisa benar-benar diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten maupun Provinsi,” pungkasnya.*

Pos terkait