Pungli di PT GSI Cikembar Sukabumi jadi Sorotan, Massa GBM Gelar Aksi

Massa Gerakan Bojongraharja Memanggil GBM saat melakukan aksi demo di depan PT GSI Cikembar Sukabumi, Kamis (25/4/24).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Bojongraharja Memanggil atau (GBM) melakukan aksi demo di depan PT Glostar Indonesia GSI di Jalan Raya Pelabuhan II Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Kamis, 25 April 2024.

Dari pantauan wartawan di lapangan massa aksi sejak pukul 08;00 wib sudah memadati halaman PT GSI tersebut. Dengan berbagai sepanduk yang berbagai ragam tulisan kecaman ditujukan kepada perusahaan.

Massa melakukan orasi di bunderan pintu masuk PT GSI. Massa GBM mendapat dukungan dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Kabupaten Sukabumi dalam aksinya.

Aksi massa mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Kepolisian Polres Sukabumi. Tuntutan massa GBM dalam aksi tersebut salah satunya menyoroti soal maraknya pungutan liar (Pungli) terhadap masyarakat pelamar kerja di perusahaan GSI tersebut.

Baca juga:  Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Sukabumi, Pertanyakan TPA Cikundul yang Mangkrak

Kepada wartawan, salah seorang warga Dano Kidul, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Muhammad Rafi (21) mengatakan, dirinya mengaku kesal, sudah berulang kali melamar kerja ke PT GSI bahkan sejak tahun 2021 lalu tidak pernah mendapat panggilan.

“Ya, saya 7 kali melamar sejak tahun 2021. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah ada panggilan,” jelas Rafi kepada wartawan disela sela aksi massa.

Dijelaskan Rafi, selama kurun waktu dan 7 kali melamar kerja berbagai aturan ia mengikuti. Seperti rekrutmen melalui link PT GSI, seleksi di Desa setempat dan lain lainnya, hasilnya masih nihil.

Baca juga:  Dua warga Sukabumi Tewas Tersambar Petir, Ini Penyebabnya

“Entahlah, saya tidak paham apa alasannya. Padahal kalau melihat jarak, rumah saya tidak jauh dari lokasi pabrik PT GSI ini. Paling cuma 100 meter, anehnya saya gak pernah ada panggilan masuk kerja. Sementara pelamar kerja dari daerah jauh bisa masuk,” cetusnya.

Ratusan massa GBM terus merangsek lokasi perusahaan guna menyampaikan kekesalan terhadap aturan yang dinilai janggal oleh warga Bojongraharja tersebut.

Apalagi setelah warga mengetahui adanya dugaan pungli terhadap calon pelamar kerja di perusahaan GSI itu, kekecewaan dan kekesalan warga makin memuncak.

“Banyak yang nawarin kerja di PT GSI Cikembar ini, cuman harus ada uang. Tarifnya Rp17.500.000 juta untuk laki-laki. Kalau untuk perempuan dikisaran Rp10 juta kebawah,” sambung Refi lagi.

Baca juga:  Kejurda HSG Off Road Dibuka Bupati Sukabumi

“Ya, ada temen saya yang masuk melalui jalur itu (pungli) tapi nggak ada yang ngejelasin gimana-gimananya. Cuma dianya nggak berani ngomong. Untuk orang-orang punglisnya juga dia tidak kasih tahu. Tapi katanya ada orang HRD yang terlibat di dalam perusahaan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan Manageman PT GSI Cikembar, belum memberikan keterangan secara resmi terkait aksi demontrasi tersebut.

Bahkan hingga sore hari para demonstran masih menduduki bunderan pintu masuk PT GSI Cikembar, untuk menunggu kepastian dari perusahaan dan massa sempat blokade jalan.**

Pos terkait