Rame-rame Wisatawan Saksikan Pelepasan Tukik di Pantai Pangumbahan

LINGKARPENA.ID | Pantai Pangumbahan berada di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, sekitar 120 kilo meter dari Kota Sukabumi.

Untuk menuju ke Pangumbahan dari Pantai Ujunggenteng ke arah Barat berjarak 1,5 kilo meter.

Ada keunikan yang dimiliki Pantai Pangumbahan yaitu terdapat satwa penyu hijau (chelonia mydas). Karena memang pantai tersebut merupakan habitat penyu.

Di pantai Pangumbahan telah tersedia beberapa fasilitas, antara lain ruang penetasan telur penyu, tempat pemeliharaan tukik (anak penyu), kolam sentuh ruang karantina penyu, ruang pencerahan, sea turtle cottage, laboratorium dan kantin konservasi.

Wisatawan yang datang di Pantai Pangumbahan akan disuguhi atraksi pelepasan tukik. Kegiatan itu biasa dilakukan menjelang matahari tenggelam.

Baca juga:  Nyari Burung di Hutan, Warga Sukabumi Malah Temukan Jasad Manusia
Wisatawan saat menyaksikan Matahari tenggelam.| ist

Pangumbahan sangat cocok dijadikan tempat wisata edukasi. Disana wisatawan diberi pencerahan dan informasi seputar satwa penyu, dari mulai telur hingga menjadi tukik lalu dilepas liarkan ke laut.

Penetasan telur penyu yang dilakukan di Satuan Pelayanan Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan adalah penetasan semi alami dan dilakukan dengan memindahkan telur dari sarang atau lubang aslinya ke lubang buatan.

Menyaksikan penyu bertelur di pantai Pangumbahan menjadi atraksi tersendiri. Kegiatan penyu bertelur biasanya berlangsung pada malam hari. Untuk melihat itu wisatawan wajib didampingi pemandu.

Baca juga:  Ditinggal Bantu-bantu di Tetangga, Rumah di Ciracap Sukabumi Kebakaran

Saat proses penyu bertelur tidak dibenarkan wisatawan membawa alat penerangan, suasana harus benar benar gelap. Penyu yang sudah naik ke Pantai untuk bertelur, apabila ada kilatan cahaya ini akan mengganggu kehadiran penyu, bahkan tak jarang penyu kembali ke lautan.

Penyu yang akan bertelur biasanya akan menggali lubang sebagai tempat penyimpanan telurnya. Untuk satu ekor penyu bisa bertelur sekitar 75 – 150 butir telur. Telur yang dihasilkan nantinya akan masuk ke area penangkaran untuk dieramkan hingga menjadi tukik.

Karena sarat edukasi, Pangumbahan sering kedatangan rombongan dari sekolah, univetsitas, bahkan lembaga lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri.

Baca juga:  Ekosistem Penyu Sukabumi di Ujung Kepunahan?

Harga tiket masuk ke kawasan konservasi Penyu terbilang murah. Harga tiket anak/umum sebesar Rp 5.000, dewasa/umum Rp 10 ribu, Rombongan SD/MI/Taman kanak kanak sebesar Rp 25 ribu, untuk rombongan pelajar dan mahasiswa Rp 50 ribu, melihat penyu bertelur Rp 75 ribu, melihat penyu bertelur rombongan Rp 150 RB.

Acara pelepasan anak penyu (tukik) pada Senin 15 April 2024 banyak menarik minat wisatawan. Umumnya mereka datang dari luar kota, seperti Sukabumi, Bandung, dan Jakarta.

Pos terkait