Sederet Cerita Paska Bencana Nelayan Ujunggenteng

Sejumlah Perahu Nelayan di Perairan Ujunggenteng Ciracap Sukabumi dihantam Gelombang besar.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Bencana gelombang tinggi yang meluluh lantahkan ratusan perahu tradisional milik nelayan Ujunggenteng, Senin (12/3/2024), menyisakan pilu bagi sebagian nelayannya.

Perahu yang menjadi alat mengkais rejeki kini tinggal puing tak berguna. Ratusan nelayan di Kawasan Ujunggenteng,meliputi pantai Kalapa Condong, Cibuaya, dan Pesisir TPI, kini kehilangan mata pencahariannya. Untuk pemenuhan kebutuhan keluarganya mereka harus meminjam tetangga.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka menuturkan, pasca bencana gelombang besar dan banjir rob, nyaris seluruh nelayan terdampak menganggur, mereka lebih kepada melakukan perbaikan perahu perahunya yang rusak.

“Keseharian mereka ya memperbaiki perahu perahunya yang rusak. Yang perahunya hilang atau rusak parah , hanya pasrah,” jelas Asep.

Baca juga:  Puting Beliung Mengamuk Lagi di Sukabumi, 63 Rumah Terdampak dan 2 Fasilitas Umum

Kata Asep, total kerugian yang dialami nelayan akibat musibah itu mencapai 3,6 milyar, dan samping kini pendataan masih dilakukan, mengingat beberapa nelayan memiliki dua hingga delapan perahu yang terdampak.

Gelombang besar yang menerpa Pesisir Ujunggenteng, selain kerusakan pada ratusan perahu, beberapa bangunan dan pemukiman nelayan di pesisir pantai juga terkena dampak.

Sementara itu Camat Ciracap Iwan Muhdiawan selaku unsur Forkopimcam atas kejaian itu ia telah berkoordinasi dengan semua pihak dan melakukan pendataan terdampak. Katanya, ada 8 perahu yang hilang dan 160 perahu rusak, serta 296 nelayan terdampak dan tidak bisa melaut.

Baca juga:  Ditinggal 3 Hari Rumah di Sukabumi Kebakaran

“Kita sudah mengkoordinasikan dan melaporkan kepada dinas terkait, menyangkut tanggap darurat bencana,” kata Iwan.

“Sekarang sekitar 80 Persen nelayan tak bisa melaut, karena perahu mereka rusak. Aktivitas mereka hanya melakukan perbaikan perahunya yang rusak,” imbuh Asep.

Di Kawasan Ujunggenteng, kata Asep, tercatat sedikitnya 4000 nelayan yang biasa melaut, dan terdapat 1700 perahun yang tersebar di beberapa titik, pantai Cibuaya, Kalapa Condong, dan pantai seputar Tempat Pelelangan Ikan (TPI ).

Sementara itu, Kepala Desa Sahid Siam menuturkan, pasca banjir rob pihaknya sudah menerima laporan dari Rukun Nelayan Ujunggenteng, dan telah menindaklanjutinya dengan mengusulkan ke dinas dan instansi terkait.

Baca juga:  Rumah Penjual Ayam Bakar di Cisaat Terbakar, Diduga ini Penyebabnya

“Laporan dari Rukun Nelayan  telah kami tindak lanjuti, dan mengusulkannya ke dinas ketahanan pangan. Alhamdulilah ada kabar baik,” ucap Sahid.

Sahid pun berharap semua pihak membantu dan memiliki rasa simpati serta empati terhadap nasib Nelayan yang sedang mengalami musibah.

Asep Jeka dan para nelayan yang melaut di Pesisir Pantai Ujunggenteng, khususnya yang memiliki perahu terdampak, sangat mengharapkan perhatian pemerintah, dari pusat, daerah dan setempat.

“Kami sangat mengharapkan kehadiran pemerintah ditengah tengah kami yang saat ini sedang berduka, sekali lagi kehadirannya kami nantikan, toh kami rakyatnya juga,”  pungkasnya.

Pos terkait