<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>6 Kilometer &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/6-kilometer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 15:39:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>6 Kilometer &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Cilampahan Tandu Pasien Sejauh 6 Kilometer, Demi Bertahan Hidup di Tengah Jalan Rusak dan Gelap</title>
		<link>https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 15:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[6 Kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Bertahan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kondisi Gelap]]></category>
		<category><![CDATA[Tandu Warga Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Cilampahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66259</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/" title="Warga Cilampahan Tandu Pasien Sejauh 6 Kilometer, Demi Bertahan Hidup di Tengah Jalan Rusak dan Gelap" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Malam belum benar-benar larut ketika sekelompok warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, berjalan beriringan menembus gelap. Cahaya lampu senter seadanya menjadi penerang di tengah jalan tanah yang rusak, Rabu (27/5).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di pundak mereka, seorang pasien terbaring di atas tandu sederhana. Langkah demi langkah dilakukan dengan hati-hati. Sesekali mereka berhenti untuk mengatur napas sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju titik tempat ambulans menunggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemandangan memilukan itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook milik Tumang Wijaya Kusumah dan ramai diperbincangkan warganet. Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan bagaimana warga harus bergotong royong membawa pasien menuju rumah sakit karena kendaraan tidak bisa masuk ke kampung akibat kondisi jalan yang rusak parah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut keterangan dalam video, warga Kampung Cilampahan yang hendak mendapatkan penanganan medis, baik siang maupun malam, harus ditandu sejauh kurang lebih enam kilometer untuk mencapai jalan yang bisa dilalui kendaraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ambulans maupun kendaraan lainnya biasanya hanya dapat menunggu di jalan utama. Sementara pasien harus melewati jalur rusak dengan bantuan warga secara manual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Masih tentang proses membawa pasien yang akan menuju ke rumah sakit dari Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jabar Istimewa. Di Jawa Barat, lain di Kalimantan, lain di Papua, di Jawa Barat, sangat mengkhawatirkan,” ujar Tumang dalam unggahannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi warga setempat, kondisi tersebut bukan lagi kejadian luar biasa. Situasi itu disebut sudah menjadi kenyataan yang kerap mereka hadapi ketika ada warga sakit dan membutuhkan pertolongan medis darurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gotong royong menjadi satu-satunya harapan. Di tengah keterbatasan akses, warga bahu membahu memastikan pasien bisa sampai ke ambulans dan memperoleh penanganan di rumah sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video itu pun memunculkan keprihatinan publik. Warga berharap pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi, segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka mendambakan akses jalan yang layak agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
