<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BKSDA Bogor &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/bksda-bogor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 04:36:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>BKSDA Bogor &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>80 Kamera Trap Dipasang di Cikepuh-Cibanteng, BKSDA Monitoring Populasi Macan Tutul di Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/80-kamera-trap-dipasang-di-cikepuh-cibanteng-bksda-monitoring-populasi-macan-tutul-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/80-kamera-trap-dipasang-di-cikepuh-cibanteng-bksda-monitoring-populasi-macan-tutul-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 04:35:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[80 Karema Trap]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Hutan Cikepuh]]></category>
		<category><![CDATA[Macan Tutul Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Populasi Macan Tutul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65418</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/80-kamera-trap-dipasang-di-cikepuh-cibanteng-bksda-monitoring-populasi-macan-tutul-di-sukabumi/" title="80 Kamera Trap Dipasang di Cikepuh-Cibanteng, BKSDA Monitoring Populasi Macan Tutul di Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor bekerja sama dengan lembaga konservasi Sintas melakukan monitoring populasi macan tutul di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Monitoring dilakukan dengan memasang sebanyak 80 unit kamera trap atau kamera pemantau di sejumlah titik kawasan hutan konservasi tersebut. Pemasangan kamera sudah berlangsung selama sekitar tiga minggu terakhir dan bertujuan untuk mengetahui jumlah pasti macan tutul yang masih bertahan di habitat alaminya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Iwan Setiawan mengatakan, pemasangan kamera trap merupakan bagian dari kegiatan sensus satwa liar, khususnya macan tutul jawa yang berada di kawasan konservasi Cikepuh dan Cibanteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Betul, sudah tiga minggu ke belakang kami bekerja sama dengan salah satu lembaga konservasi, yaitu Sintas, dalam rangka pemasangan kamera trap dengan jumlah 80 unit,” ujar Iwan kepada lingkarpena. id, Kamis ( 7/5/2026 )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kamera trap dipasang untuk mengawasi sekaligus memonitor keberadaan macan tutul, baik jantan maupun betina, yang hidup di dalam kawasan hutan konservasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tujuan pemasangan kamera trap ini untuk monitoring macan tutul yang ada di kawasan hutan konservasi Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng. Jadi ingin tahu sebenarnya ada berapa ekor macan tutul yang ada di dalam kawasan, baik itu jantan ataupun betina. Kalau bahasa ilmiahnya sensus,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Iwan menambahkan, proses monitoring diperkirakan berlangsung selama dua bulan. Setelah itu seluruh kamera akan ditarik dan hasil pemantauan akan dianalisis untuk mengetahui estimasi populasi macan tutul di kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Insya Allah nanti hasilnya akan kami kabarkan kepada semua pihak, supaya tahu di kawasan hutan konservasi ini ada berapa ekor yang tersisa. Durasinya sekitar dua bulan, baru nanti kameranya ditarik,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan mengimbau masyarakatnya untuk ikut menjaga fasilitas kamera trap yang dipasang di kawasan konservasi. Ia meminta warga maupun pengguna jalan yang melintas di area tersebut tidak merusak ataupun mengambil perangkat pemantau itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Adi Rizwan, himbauan itu disampaikan mengingat banyak warganya yang melintas ke wilayah tersebut baik sebagai petani maupun nelayan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Terkhusus kepada warga masyarakat Desa Cibenda dan sekitarnya, bahwa di kawasan Cagar Alam Cibanteng dan Suaka Margasatwa Cikepuh telah terpasang puluhan CCTV untuk mendeteksi keberadaan fauna, salah satunya harimau macan tutul,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adi menegaskan, keberadaan alat tersebut sangat penting untuk mendukung upaya pelestarian habitat satwa liar dan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bagi masyarakat yang berpergian dan melintas ke areal tersebut mohon kerja samanya untuk menjaga, jangan dirusak atau diambil. Karena alat itu penting bagi perkembangan habitat yang ada di dalam kawasan dan demi kelangsungan keseimbangan kehidupan untuk masa sekarang maupun generasi yang akan datang,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/80-kamera-trap-dipasang-di-cikepuh-cibanteng-bksda-monitoring-populasi-macan-tutul-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger, Puluhan Hewan Ternak Milik Warga Ciherang Cikidang Dimangsa Binatang Buas, Ini Kata BKSDA dan Kades</title>
		<link>https://lingkarpena.id/geger-puluhan-hewan-ternak-milik-warga-ciherang-cikidang-dimangsa-binatang-buas-ini-kata-bksda-dan-kades/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/geger-puluhan-hewan-ternak-milik-warga-ciherang-cikidang-dimangsa-binatang-buas-ini-kata-bksda-dan-kades/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 14:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Gunung Malang Cikidang]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Hewan Buas]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Macan Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Domba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=56212</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/geger-puluhan-hewan-ternak-milik-warga-ciherang-cikidang-dimangsa-binatang-buas-ini-kata-bksda-dan-kades/" title="Geger, Puluhan Hewan Ternak Milik Warga Ciherang Cikidang Dimangsa Binatang Buas, Ini Kata BKSDA dan Kades" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Puluhun hewan ternak Dombak milik warga Kampung Ciherang RT 10/09, Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mati secara misterius. Peristiwa yang memicu keresahan dikalangan warga ini terjadi pada Sabtu (06/9/2025).</p>
<p>Kepala Desa Gunungmalang, Ajang Rahmat membenarkan telah terjadinya peristiwa tersebut. Menurutnya, kematian puluhan ternak Domba itu diduga akibat serangan binatang buas.</p>
<p>&#8220;Kami sekitar pukul 06.00 WIB menerima laporan dari masyarakat adanya puluhan kambing yang mati. Kami bersama forkopimcam langsung turun ke lokasi kejadian. Setelah kami amati ditemukan jejak kaki macan, ukurannya beragam. Dugaan sementara penyebab matinya puluhan kambing ini akibat serangan macan tutul,&#8221; ungkap Ajang kepada wartawan Sabtu (6/9).</p>
<p>Ia menambahkan, hewan ternak yang mati tersebut kondisinya terdapat luka dibagian leher. Hal tersebut menguatkan dugaan jika Domba itu mati akibat dimangsa satwa buas sejenis macan tutul atau macam kumbang, yang memang dikenal sering berkeliaran di kawasan hutan sekitar.</p>
<p>Atas kejadian itu Pemdes Gunungmalang telah mengambil langkah penanganan dan antisipasi. &#8220;Kami telah berkoordinasi dengan forkopimcam dan pihak Taman Nasional serta masyarakat khususnya pemilik ternak agar kejadian serupa tidak terulang kembali,&#8221; tambah Ajang.</p>
<p>Diungkapkan Ajang, untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali pihaknya mengintruksikan warga untuk menggiatkan ronda malam. Selain itu diintruksikan semua kandang kambing dipasang lampu penerangan, dan memindahkan kambing ke dalam satu kandang.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau agar kambing yang jumlahnya sedikit dapat di satuman ke kandang lainnya. Misalnya ada sepuluh kandang bisa dijadikan lima kandang, ga tujuannya agar mudah dalam pengawasan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pemdes Gunungmalang mengharapkan pihak pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan investigasi dan penanganan lebih lanjut. &#8220;Yang kami khawatirkan binatang buas itu menyerang manusia,&#8221; ringkas Ajang.</p>
<p>Sementara itu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, atas kejadian itu pihaknya akan melakukan investigasi lapangan. Dikatakannya, kejadian tersebut bisa saja akibat serangan macan tutul yang turun ke lahan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan macan tutul turun ke lahan masyarakat karena tidak ada makanan dan air di dalam hutan. Atau bisa saja karena terganggu adanya kegiatan perambahan hutan. Kondisi itu biasanya macan tutul turun ke lahan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lanjut kata Iwan, jika kejadian itu memang diakibatkan serangan macan tutul pihaknya akan menindaklanjuti dengan menurunkan tim bagian evakuasi.</p>
<p>&#8220;Nanti kita teruskan ke bagian evakuasi untuk memasang kandang jebak,&#8221; tambah Iwan Seiawan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/geger-puluhan-hewan-ternak-milik-warga-ciherang-cikidang-dimangsa-binatang-buas-ini-kata-bksda-dan-kades/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
