<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cari Makan &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/cari-makan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 05:33:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Cari Makan &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mencari Makan atau Kehilangan Habitat? Kemunculan Monyet Liar Jadi Perhatian Warga Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 05:32:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Cari Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Monyet Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Resahkan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sukatani Parakansalak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66803</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/" title="Mencari Makan atau Kehilangan Habitat? Kemunculan Monyet Liar Jadi Perhatian Warga Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Siang yang biasanya tenang di dua wilayah berbeda di Kabupaten Sukabumi mendadak berubah menjadi penuh perhatian. Kemunculan monyet liar di kawasan permukiman membuat warga Kampung Cikadu, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, hingga Perumahan Sukaraja Indah Regency, Kecamatan Kebonpedes, diliputi rasa waswas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Kampung Cikadu, keberadaan satwa liar itu pertama kali diketahui warga saat seekor monyet terlihat turun dari kawasan hutan dan berada di kebun milik warga. Hewan tersebut tampak asyik menyantap buah pisang yang tumbuh di area pertanian dekat permukiman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Riandi (35), salah seorang warga yang pertama kali melihat keberadaan monyet tersebut, mengaku terkejut karena selama ini satwa liar itu jarang terlihat mendekati lingkungan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya lihat sekitar siang hari. Monyet itu sedang makan pisang di kebun. Biasanya tidak pernah terlihat sedekat ini dengan rumah warga,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penampakan tersebut segera menyebar dari mulut ke mulut. Warga berdatangan untuk memastikan keberadaan hewan itu, namun sebagian besar memilih mengamati dari kejauhan. Mereka khawatir monyet tersebut bertindak agresif atau merusak tanaman yang menjadi sumber penghasilan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut keterangan masyarakat setempat, monyet yang terlihat turun ke area kebun diduga merupakan bagian dari kelompok yang masih berada di kawasan hutan sekitar. Bahkan, beberapa warga mengaku melihat keberadaan anak-anak monyet yang diduga ikut berada dalam rombongan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami khawatir kalau makanan di hutan semakin berkurang, jumlah monyet yang turun ke kebun atau permukiman akan semakin banyak,” kata seorang warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Selain berpotensi merusak tanaman pertanian, keberadaan kawanan monyet di sekitar lingkungan warga juga dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada hari yang sama, kejadian serupa terjadi di wilayah berbeda. Puluhan warga Perumahan Sukaraja Indah Regency, Kecamatan Kebonpedes, dibuat panik setelah seekor monyet jantan dewasa tiba-tiba masuk ke dalam salah satu rumah warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat penghuni rumah sedang beraktivitas seperti biasa, satwa liar tersebut mendadak muncul dan masuk ke dalam bangunan. Situasi itu membuat pemilik rumah terkejut dan bergegas keluar untuk meminta bantuan warga sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pemilik rumah kaget karena tiba-tiba ada monyet di dalam rumah. Mereka langsung keluar dan meminta pertolongan tetangga,” ungkap Ipin, warga setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran monyet liar di tengah kawasan perumahan sontak menarik perhatian warga. Sejumlah orang berkumpul di sekitar lokasi, sementara yang lain memilih menjaga jarak demi menghindari kemungkinan serangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melihat kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, masyarakat segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Pemadam Kebakaran. Tak lama kemudian, petugas tiba di lokasi dan melakukan upaya evakuasi terhadap satwa tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena kemunculan monyet liar di dua lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan menjadi perhatian warga. Mereka berharap instansi terkait dapat melakukan pemantauan terhadap habitat satwa liar di kawasan sekitar permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Rabu sore, monyet yang terlihat di kawasan Parakansalak masih berada di sekitar area pertanian, sementara proses penanganan terhadap monyet yang masuk ke rumah warga di Kebonpedes telah dilakukan oleh petugas.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/mencari-makan-atau-kehilangan-habitat-kemunculan-monyet-liar-jadi-perhatian-warga-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
