<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ciraacap Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/ciraacap-sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2026 13:17:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Ciraacap Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Rapuh Jadi Saksi Perjuangan Muslihat, Janda 60 Tahun di Ciracap yang Membesarkan Anak Seorang Diri</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rumah-rapuh-jadi-saksi-perjuangan-muslihat-janda-60-tahun-di-ciracap-yang-membesarkan-anak-seorang-diri/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rumah-rapuh-jadi-saksi-perjuangan-muslihat-janda-60-tahun-di-ciracap-yang-membesarkan-anak-seorang-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 13:17:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSOK]]></category>
		<category><![CDATA[Ciraacap Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Emak Muslihat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Rapuh]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tidak Layak Huni]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Ciracap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=71759</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rumah-rapuh-jadi-saksi-perjuangan-muslihat-janda-60-tahun-di-ciracap-yang-membesarkan-anak-seorang-diri/" title="Rumah Rapuh Jadi Saksi Perjuangan Muslihat, Janda 60 Tahun di Ciracap yang Membesarkan Anak Seorang Diri" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan yang turun bukan sekadar membawa dingin bagi Muslihat (60). Bagi perempuan paruh baya asal Kampung Warung Jati, RT 54/RW 13, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, hujan juga menghadirkan kecemasan. Dari balik dinding bambu yang mulai lapuk, air kerap merembes masuk melalui atap rumahnya yang bocor.</p>
<p>Di rumah sederhana yang kondisinya jauh dari kata layak itu, Muslihat menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan. Dapur rumahnya bahkan telah roboh, menyisakan kerusakan yang semakin memperlihatkan rapuhnya tempat tinggal yang selama ini menjadi pelindung dirinya bersama sang anak.</p>
<p>Namun, di tengah kondisi rumah yang memprihatinkan, perempuan berusia 60 tahun itu masih menyimpan satu tekad besar: memastikan putranya tetap dapat mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Sejak suaminya meninggal dunia, Muslihat harus mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga. Ia menjadi satu-satunya tumpuan bagi anak laki-lakinya yang kini berusia 12 tahun dan duduk di kelas VI sekolah dasar.</p>
<p>Untuk menyambung hidup, Muslihat mengandalkan pekerjaan serabutan. Setiap pekerjaan yang bisa dikerjakan akan diupayakannya demi mendapatkan uang untuk membeli kebutuhan pokok dan memenuhi keperluan sekolah anaknya.</p>
<p>Penghasilan yang tidak menentu membuat kehidupan mereka berjalan dalam kesederhanaan. Kebutuhan sehari-hari saja harus diperhitungkan dengan cermat. Sementara itu, keinginan memperbaiki rumah yang rusak berat masih jauh dari jangkauan.</p>
<p>Bagi Muslihat, rumah bukan hanya tempat berteduh. Di sanalah ia membesarkan anaknya, melewati hari-hari sulit, sekaligus menggantungkan harapan agar sang buah hati kelak dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Sayangnya, kondisi bangunan yang semakin rapuh membuat harapan akan tempat tinggal yang aman belum sepenuhnya bisa dirasakan.</p>
<p>Muslihat mengaku, sebelumnya pernah ada seseorang yang datang dan menyampaikan rencana untuk membantu merenovasi rumahnya. Kabar tersebut sempat menumbuhkan harapan bahwa ia dan anaknya bisa segera tinggal di tempat yang lebih layak.</p>
<p>Akan tetapi, waktu terus berjalan dan bantuan yang dinantikan belum juga terealisasi. Muslihat pun masih bertahan di rumah yang sama, dengan kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan serius.</p>
<p>Di tengah keterbatasan itu, ia berharap ada perhatian dari pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Baginya, rumah yang aman dan nyaman merupakan kebutuhan mendasar, terlebih bagi seorang ibu yang harus membesarkan anak seorang diri.</p>
<p>Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat membantu mewujudkan perbaikan rumahnya, sehingga tidak lagi dihantui kebocoran ketika hujan turun.</p>
<p><strong>Sudah Terdata sebagai Penerima Program Rutilahu</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Purwasedar, Defi Susandi, saat dihubungi menjelaskan bahwa Muslihat telah terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan sosial. Kondisi rumahnya pun telah didata untuk diusulkan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).</p>
<p>“Warga tersebut sudah terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan sosial. Untuk kondisi rumahnya, kami juga awal tahun ini sudah melakukan pendataan sebagai penerima bantuan melalui program Rutilahu,” ujar Defi Susandi, Rabu ( 14/10/2026 ).</p>
<p>Pendataan tersebut menjadi salah satu langkah awal agar kondisi yang dialami Muslihat mendapat perhatian melalui program bantuan yang tersedia. Meski demikian, realisasi perbaikan rumah masih menjadi harapan yang dinantikan oleh keluarga kecil tersebut.</p>
<p>Kisah Muslihat menggambarkan perjuangan seorang ibu yang tetap berusaha berdiri di tengah keterbatasan. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih harus bekerja serabutan, mengurus rumah tangga, sekaligus memastikan anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dasar.</p>
<p>Di balik dinding bambu yang rapuh dan dapur yang telah roboh, tersimpan harapan sederhana yang belum padam: memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali.</p>
<p>Bukan kemewahan yang diinginkan Muslihat. Ia hanya berharap dapat melewati hari-hari bersama anaknya tanpa rasa khawatir ketika hujan datang, sembari terus berjuang membuka jalan bagi masa depan sang buah hati.</p>
<p>Kini, harapan itu tertuju pada perhatian dan tindak lanjut berbagai pihak, agar pendataan yang telah dilakukan dapat berlanjut menjadi bantuan nyata. Sebab, bagi Muslihat dan anaknya, rumah yang layak bukan sekadar bangunan yang kokoh, melainkan tempat untuk merawat harapan dan menata masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rumah-rapuh-jadi-saksi-perjuangan-muslihat-janda-60-tahun-di-ciracap-yang-membesarkan-anak-seorang-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
