<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Destinasi Wisata Alam &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/destinasi-wisata-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 11:25:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Destinasi Wisata Alam &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyusuri Sungai Cikarang, Petualangan Ala Amazon Menuju Pesona Karanggantung</title>
		<link>https://lingkarpena.id/menyusuri-sungai-cikarang-petualangan-ala-amazon-menuju-pesona-karanggantung/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/menyusuri-sungai-cikarang-petualangan-ala-amazon-menuju-pesona-karanggantung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 11:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Objek Wisata Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Karanggantung]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Cikarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66608</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/menyusuri-sungai-cikarang-petualangan-ala-amazon-menuju-pesona-karanggantung/" title="Menyusuri Sungai Cikarang, Petualangan Ala Amazon Menuju Pesona Karanggantung" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Rusaknya infrastruktur jalan menuju objek wisata Karanggantung di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, justru melahirkan pengalaman wisata baru yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Jalur air melalui Sungai Cikarang kini menjadi pilihan favorit wisatawan yang ingin menikmati perjalanan berbeda sebelum tiba di destinasi yang kerap dijuluki mirip &#8220;Tanah Lot&#8221; versi Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Deru mesin perahu memecah keheningan pagi. Perlahan, perahu bergerak menyusuri aliran Sungai Cikarang yang tenang. Di kiri dan kanan, pepohonan hijau tumbuh rapat membentuk lorong alami yang meneduhkan. Sesekali terdengar suara burung dari balik rimbunnya vegetasi, menambah suasana liar yang mengingatkan pada petualangan di hutan tropis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini terdapat tiga unit perahu yang melayani penyeberangan wisatawan dari Kampung Cikarang menuju Karanggantung. Dengan tarif Rp25 ribu per orang untuk perjalanan pulang pergi, wisatawan diajak menikmati perjalanan sekitar 15 menit menyusuri sungai yang masih alami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi banyak pengunjung, perjalanan menuju Karanggantung justru menjadi bagian paling berkesan dari wisata itu sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wandi (43), wisatawan asal Kota Sukabumi, mengaku takjub dengan pengalaman yang ia rasakan saat pertama kali menggunakan jalur sungai tersebut bersama keluarganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sungguh pengalaman yang luar biasa. Saya sangat terpesona dengan suasana ini. Sepanjang perjalanan kita seperti berada di alam bebas yang masih sangat alami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Wandi, dirinya sudah beberapa kali berkunjung ke Karanggantung melalui jalur darat. Namun perjalanan kali ini memberikan kesan berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kalau lewat jalan darat memang lebih cepat, tetapi kondisi jalannya rusak dan cukup mengganggu, apalagi saat hujan. Dengan naik perahu justru perjalanan menjadi bagian dari wisatanya,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan Rina (35), wisatawan asal Cibadak yang datang bersama rombongan keluarganya. Ia mengaku tidak menyangka Kabupaten Sukabumi memiliki jalur wisata sungai yang begitu eksotis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Awalnya saya kira hanya naik perahu biasa. Ternyata pemandangannya luar biasa indah. Pohon-pohon di sepanjang sungai membuat suasananya seperti di film petualangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Dedi (29), wisatawan asal Bogor, menilai perjalanan menyusuri Sungai Cikarang memiliki potensi besar menjadi salah satu atraksi wisata unggulan di kawasan Pajampangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bukan hanya tujuan wisatanya yang menarik, tetapi perjalanan menuju Karanggantung juga menjadi pengalaman tersendiri. Ini yang jarang ditemukan di tempat lain,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di balik lahirnya jalur wisata air tersebut, tersimpan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Warga yang sebelumnya mengandalkan aktivitas sehari-hari kini mulai merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan melalui jasa transportasi perahu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, meningkatnya minat wisatawan juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap aspek keselamatan. Penggunaan perlengkapan standar seperti pelampung, kapasitas penumpang yang sesuai, serta pemeriksaan kondisi perahu secara berkala menjadi hal penting untuk menjamin keamanan selama perjalanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karanggantung memang menawarkan panorama alam yang memikat. Namun kini, pesona itu tidak hanya berada di tujuan akhir. Jalur Sungai Cikarang telah menjelma menjadi petualangan tersendiri, menghadirkan sensasi menjelajah alam liar yang membuat setiap perjalanan terasa lebih berkesan sebelum akhirnya tiba di tebing karang yang berdiri kokoh di tepian Samudera Hindia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/menyusuri-sungai-cikarang-petualangan-ala-amazon-menuju-pesona-karanggantung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Destinasi Alam Surade Siap Dikembangkan, Dispar Sukabumi Dorong Kajian dan Penataan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dua-destinasi-alam-surade-siap-dikembangkan-dispar-sukabumi-dorong-kajian-dan-penataan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dua-destinasi-alam-surade-siap-dikembangkan-dispar-sukabumi-dorong-kajian-dan-penataan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 12:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam Surade]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65516</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dua-destinasi-alam-surade-siap-dikembangkan-dispar-sukabumi-dorong-kajian-dan-penataan/" title="Dua Destinasi Alam Surade Siap Dikembangkan, Dispar Sukabumi Dorong Kajian dan Penataan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dua objek wisata alam di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yakni Pemandian Alam Leuwi Bunder dan Goa Leuweung Guha di Desa Buniwangi, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata unggulan di wilayah selatan Sukabumi. Sabtu ( 9/5/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis agar kedua destinasi ini memiliki standar kelayakan serta nilai jual tinggi sebelum dipasarkan secara luas kepada wisatawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, yang sempat mengunjungi Goa Leuweung Guha, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan serta keunikan wisata bawah tanah yang dimiliki kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Goa Leuweung Guha ini memiliki struktur bawah tanah yang sangat menarik. Di bawah kaki kita terdapat rongga-rongga yang saling terhubung dan membentuk lorong-lorong alami. Ini merupakan anugerah alam yang luar biasa dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun demikian, Ali menegaskan bahwa sebelum destinasi tersebut dipromosikan secara masif, perlu dilakukan kajian dan penelitian secara menyeluruh, terutama terkait aspek keselamatan dan kelayakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita tidak bisa langsung memasarkan tanpa persiapan. Harus ada kajian terlebih dahulu, termasuk penelitian terkait keamanan. Jika masih ada potensi risiko, maka harus disiapkan langkah mitigasinya,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyediaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk perlengkapan keselamatan serta sumber daya manusia yang kompeten, khususnya pemandu wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kelengkapan fasilitas harus disiapkan, termasuk peralatan dan pemandu yang memiliki kompetensi. Destinasi ini juga perlu dipetakan secara detail, titik-titik mana saja yang bisa dikunjungi dan mana yang perlu penyempurnaan,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ali Iskandar juga menyatakan kesiapan Dinas Pariwisata untuk hadir dan memfasilitasi pengembangan destinasi tersebut, termasuk berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami dari dinas siap memfasilitasi agar potensi wisata ini bisa berkembang dengan baik. Peran Pokdarwis sangat penting sebagai penggerak di lapangan,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, perwakilan masyarakat setempat menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap adanya dukungan dari pemerintah dapat menjadi motivasi bagi warga untuk terus mengembangkan potensi wisata di wilayahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala Dinas. Ini menjadi penyemangat bagi kami warga Kampung Sindang Jaya untuk terus mengembangkan wisata yang ada, khususnya Goa Leuweung Guha yang menjadi kebanggaan kami,” ujar salah satu perwakilan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, kawasan tersebut dikenal memiliki kekayaan alam berupa hutan dan hasil buah-buahan yang melimpah, sehingga diharapkan dapat menjadi berkah dan sumber kesejahteraan bagi masyarakat ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan potensi wisata alam yang unik dan dukungan berbagai pihak, Leuwi Bunder dan Goa Leuweung Guha diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi unggulan baru di Kabupaten Sukabumi. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dua-destinasi-alam-surade-siap-dikembangkan-dispar-sukabumi-dorong-kajian-dan-penataan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karangpara 2026 Siap Digelar, Perpaduan Wisata Alam, Budaya dan UMKM Lokal</title>
		<link>https://lingkarpena.id/karangpara-2026-siap-digelar-perpaduan-wisata-alam-budaya-dan-umkm-lokal/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/karangpara-2026-siap-digelar-perpaduan-wisata-alam-budaya-dan-umkm-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 12:34:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Event Wisata Karangpara 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Karangpara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65438</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/karangpara-2026-siap-digelar-perpaduan-wisata-alam-budaya-dan-umkm-lokal/" title="Karangpara 2026 Siap Digelar, Perpaduan Wisata Alam, Budaya dan UMKM Lokal" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kabupaten Sukabumi kembali menghadirkan semarak kegiatan wisata dan budaya melalui “Event Wisata Karangpara 2026” yang akan digelar pada 13 Mei 2026 di Desa Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunung Guruh. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata alam, budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengusung tema “Gunung Diurus, Cai Diaping, Lemah Ditata, Warga Waluya”, acara tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari launching desa wisata, pertunjukan seni budaya, lomba masyarakat, hingga bazar UMKM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Panitia penyelenggara menyebutkan, event ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat kolaborasi warga dalam membangun pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Melalui Event Wisata Karangpara 2026, kami ingin memperkenalkan potensi wisata Karangpara sekaligus mendorong kebersamaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal,” keterangan panitia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rangkaian kegiatan akan diawali dengan opening ceremony dan launching Desa Wisata Karangpara, dilanjutkan dengan senam bersama anak PAUD, lomba mewarnai anak, santunan anak yatim, bazar UMKM, serta lomba liwet yang melibatkan masyarakat setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai penampilan seni dan budaya seperti rampak pencak silat, atraksi Tae Kwon Do, jaipong tradisional, marawis Al Umana, drama lima bahasa, tari kolaborasi Garuda, hingga penampilan talenta lokal Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keindahan alam Karangpara yang berada di kawasan perbukitan juga menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Panitia berharap event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Event Wisata Karangpara 2026 diharapkan menjadi ruang perayaan kreativitas masyarakat sekaligus langkah nyata menuju pengembangan desa wisata yang lebih maju dan berdaya saing. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/karangpara-2026-siap-digelar-perpaduan-wisata-alam-budaya-dan-umkm-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukabumi Perkaya Destinasi Wisata dengan Hadirnya Curug Luhur dan Leuwi Bunder</title>
		<link>https://lingkarpena.id/sukabumi-perkaya-destinasi-wisata-dengan-hadirnya-curug-luhur-dan-leuwi-bunder/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/sukabumi-perkaya-destinasi-wisata-dengan-hadirnya-curug-luhur-dan-leuwi-bunder/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 09:16:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Alam Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Leuwi Bunder]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=56668</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/sukabumi-perkaya-destinasi-wisata-dengan-hadirnya-curug-luhur-dan-leuwi-bunder/" title="Sukabumi Perkaya Destinasi Wisata dengan Hadirnya Curug Luhur dan Leuwi Bunder" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Kabupaten Sukabumi, yang telah dikenal luas dengan kekayaan alamnya mulai dari pegunungan, rimba, hingga pesisir laut, kini kembali mempersembahkan dua permata baru di sektor pariwisata agro. Curug Luhur di Desa Wanasari dan Leuwi Bunder di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, menjadi daya tarik terbaru yang siap menyambut wisatawan, khususnya dari kalangan lokal.</p>
<p>Meskipun masih dalam tahap pengelolaan awal, kedua objek wisata ini telah menunjukkan potensi besar untuk memikat pengunjung.</p>
<p><strong>Curug Luhur: Pesona Alam di Tengah Hamparan Sawah Menguning</strong></p>
<p>Terletak di Kampung Sindanghayu, Desa Wanasari, Curug Luhur menawarkan pemandangan alam yang memukau. Keunikan utama objek wisata ini adalah lokasinya yang berada tepat di tengah areal persawahan warga. Pemandangan menjadi sangat kontras dan menawan, terutama saat padi-padi menguning, menciptakan lanskap yang asri dan menyejukkan mata.</p>
<p>Akses menuju Curug Luhur cukup mudah dijangkau. Dari ibukota kecamatan, jaraknya sekitar 9 kilometer dengan kondisi jalan beraspal mulus, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Saat ini, belum ada retribusi resmi yang diberlakukan bagi pengunjung Curug Luhur. Namun, seperti yang disampaikan oleh Aden, Ketua Pemuda Kampung Sindanghayu, pengelolaan objek wisata ini sepenuhnya berada di tangan pemuda setempat, dan sumbangan sukarela untuk mendukung kegiatan mereka sangat diapresiasi.</p>
<p>&#8220;Objek wisata ini tidak ada retribusi. Dan sekarang pengelolaannya dilaksanakan pemuda setempat,&#8221; ujar Aden.</p>
<p><strong>Leuwi Bunder: Kejernihan Air di Pelukan Alam Hijau</strong></p>
<p>Tak kalah menarik, Leuwi Bunder di Desa Buniwangi juga menawarkan pesona alam yang memikat. Kejernihan airnya menjadi daya tarik utama yang telah memicu popularitasnya di kalangan wisatawan lokal.</p>
<p>Berada di antara aliran sungai yang tenang, Leuwi Bunder menghadirkan suasana sejuk alami yang cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota.</p>
<p>Lokasi Leuwi Bunder strategis, hanya sekitar 5 kilometer sebelum objek wisata Pantai Minajaya. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangannya di masa mendatang, mengingat potensi sinergi dengan destinasi wisata pantai yang sudah lebih dulu dikenal.</p>
<p>Akses menuju Leuwi Bunder juga relatif mudah, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p>Dorongan dari Dinas Pariwisata untuk Pengembangan Berkelanjutan Melihat potensi besar ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya putra daerah, untuk bersama-sama memajukan sektor pariwisata di Sukabumi.</p>
<p>Dalam perbincangannya dengan sejumlah pejabat terkait pengembangan destinasi wisata di wilayah tersebut pada Rabu, 17 September 2025, Sendi menekankan pentingnya kolaborasi.</p>
<p>“Harapan dan doa kami sebagai putra daerah adalah melihat Sukabumi menjadi contoh wisata yang baik dan maju. Semoga Sukabumi bisa menjadi destinasi wisata terbaik di Jawa Barat,” ungkap Sendi penuh harap.</p>
<p>Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang serius, Curug Luhur dan Leuwi Bunder diharapkan dapat menjadi magnet baru yang memperkaya khazanah pariwisata Sukabumi, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/sukabumi-perkaya-destinasi-wisata-dengan-hadirnya-curug-luhur-dan-leuwi-bunder/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
