<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diduga Keracuanan &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/diduga-keracuanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 14:46:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Diduga Keracuanan &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Warga Simpenan Diduga Keracunan Susu Program MBG</title>
		<link>https://lingkarpena.id/tiga-warga-simpenan-diduga-keracunan-susu-program-mbg/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/tiga-warga-simpenan-diduga-keracunan-susu-program-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 14:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Diduga Keracuanan]]></category>
		<category><![CDATA[Muntah Muntah]]></category>
		<category><![CDATA[Pusing dan Mual]]></category>
		<category><![CDATA[Susu MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Warga Simpenan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=67066</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/tiga-warga-simpenan-diduga-keracunan-susu-program-mbg/" title="Tiga Warga Simpenan Diduga Keracunan Susu Program MBG" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Tiga orang dari satu keluarga di Kampung Pamoyanan RT 01/17, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi susu kemasan yang merupakan bagian dari paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (19/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban masing-masing berinisial Resa (22), Mahira (11), dan Aprizal (4). Mereka mengalami gejala pusing, mual, muntah, serta diare usai mengonsumsi susu yang sebelumnya diterima dalam paket MBG pada Kamis (18/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Informasi yang diperoleh menyebutkan, susu kemasan tersebut diterima pada Kamis ( 28/6 ) sempat disimpan dan baru diminum kembali pada Jumat dini hari. Tidak lama kemudian, ketiga anggota keluarga itu mengeluhkan gangguan pencernaan sehingga langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, S.K.M., mengatakan hasil penelusuran awal menunjukkan keluhan yang dialami korban diduga berkaitan dengan susu dalam paket MBG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dalam paket MBG ada susu, roti, dan buah. Dari hasil anamnesis terhadap keluarga, yang diduga menjadi penyebab adalah susu. Paket diterima hari Kamis, lalu susu masih tersisa dan diminum kembali pada hari Jumat oleh tiga anggota keluarga. Setelah itu muncul keluhan mual, muntah, dan diare,&#8221; ujar Ade kepada lingkarpena. id, Jumat ( 19/6/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya kini berangsur membaik. Anak berusia empat tahun sempat menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua korban lainnya diperiksa oleh tim medis Puskesmas Simpenan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah semua pasien sudah tertangani dengan baik. Tidak ditemukan kondisi yang mengharuskan rawat inap atau rujukan lanjutan. Mereka sudah diberikan obat dan hanya perlu pemantauan. Jika gejala kembali muncul, kami minta segera datang ke puskesmas atau rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ade menegaskan, dugaan penyebab kejadian tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan cara penyimpanan produk susu karena memiliki masa simpan yang lebih terbatas dibandingkan makanan lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Susu merupakan produk yang cukup sensitif. Jika tidak dikonsumsi sesuai anjuran penyimpanan, kualitasnya bisa berubah. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar segera mengonsumsi susu sesuai petunjuk yang diberikan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Jumat sore, kondisi ketiga korban dilaporkan terus membaik. Tim Puskesmas Simpenan masih melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh korban pulih sepenuhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/tiga-warga-simpenan-diduga-keracunan-susu-program-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belasan Warga Kota Sukabumi Diduga Keracunan Makanan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/belasan-warga-kota-sukabumi-diduga-keracunan-makanan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/belasan-warga-kota-sukabumi-diduga-keracunan-makanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2022 13:10:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Citamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Diduga Keracuanan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Gedongpanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=21873</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/belasan-warga-kota-sukabumi-diduga-keracunan-makanan/" title="Belasan Warga Kota Sukabumi Diduga Keracunan Makanan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID | </strong>Belasan warga Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, warga Gang Gempar, diduga mengalami keracunan makanan, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas, Minggu (7/8/22).</p>
<p>Kapolsek Citamiang AKP Arif Saptaraharja mengatakan usai meninjau lokasi kejadian yang didampingi Koramil dan tim Puskesmas Gedongpanjang.</p>
<p>&#8220;Awal diketahui Bhabinkamtibmas Kelurahan Gedongpanjang mendapat laporan warga sekira pukul 15.00 WIB. Dari informasi yang diberikan warga petugas langsung melakukan pengecekan,&#8221;ujar AKP Arif kepada awak media.</p>
<p>Lanjut AKP Arif, usai mendapat keterangan tersebut, pihaknya bergegas menuju lokasi kejadian bersama aparatur wilayah lintas sektoral lainnya.</p>
<p>&#8220;Sesampainya dilokasi, saya bersama Kepala Puskemas Gedongpanjang langsung mendata korban yang diduga keracunan akibat makanan tersebut,&#8221; bebernya.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini hanya 1 orang yang dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis lanjutan, sedangkan 18 lainnya hanya menjalani pengobatan di rumah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Masih menurut Arif, hasil keterangan warga di lokasi kejadian, para korban diketahui mengkonsumsi makanan dodongkal pada sekitar pukul 09.00 WIB dari penjual yang biasa berjualan keliling di lokasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Saat ini kami dari jajaran Polsek Citamiang sedang memanggil penjual dodongkal untuk dmintai keterangan,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Untuk sample makanan sendiri, sudah dibawa pihak Puskesmas Gedongpanjang untuk besok dikirimkan ke Labkesda Kota Sukabumi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Hingga kini, kasus keracunan makanan ini masih ditangani Polsek Citamiang, dan korban juga masih mendapatkan pantauan medis dari Puskesmas Gedongpanjang.*</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/belasan-warga-kota-sukabumi-diduga-keracunan-makanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
