<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Juduf Hamka &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/juduf-hamka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2026 14:45:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Juduf Hamka &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jusuf Hamka: Kalau Pemerintah Belum Menjangkau, Swasta Harus Ikut Mengisi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jusuf-hamka-kalau-pemerintah-belum-menjangkau-swasta-harus-ikut-mengisi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jusuf-hamka-kalau-pemerintah-belum-menjangkau-swasta-harus-ikut-mengisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 14:42:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Ground Breaking]]></category>
		<category><![CDATA[Jampangtengah Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Leuwidinding]]></category>
		<category><![CDATA[Juduf Hamka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=70143</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jusuf-hamka-kalau-pemerintah-belum-menjangkau-swasta-harus-ikut-mengisi/" title="Jusuf Hamka: Kalau Pemerintah Belum Menjangkau, Swasta Harus Ikut Mengisi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kehadiran pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, menjadi salah satu perhatian dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Leuwidingding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara ground breaking dihadiri langsung Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya Edwin, S.H., M.Han., M.H.,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Hamka didaulat memberikan sambutan. Ia mengungkapkan, kehadirannya dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun kepedulian dan gotong royong antara pihak swasta dengan TNI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses infrastruktur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jusuf Hamka menuturkan, keterlibatannya berawal dari komunikasi dan silaturahmi dengan para petinggi TNI Angkatan Laut. Dari pertemuan sederhana yang awalnya hanya diisi dengan minum kopi, kemudian berkembang menjadi hubungan yang melahirkan sinergi dalam membantu masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya ingin menyampaikan kenapa saya bisa ada di tempat ini. Sebenarnya ini bukan serba kebetulan, tetapi semua itu adalah gerak dari Allah SWT,” ujar Jusuf Hamka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia kemudian menceritakan pengalaman ketika terlibat dalam pembangunan Jembatan Jipurapah di Jombang. Saat itu, ia melihat informasi di media sosial mengenai seorang guru yang harus menggunakan sepeda motor trail untuk menembus medan berat demi mengajar anak-anak di wilayah pelosok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya bilang kepada Panglima waktu itu, yuk kita bantu rakyat kita, anak-anak kita yang di pelosok-pelosok yang mereka membutuhkan bantuan kita, tapi mungkin pemerintah belum menjangkau ke sana,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat, khususnya pihak swasta yang memiliki kemampuan, tidak seharusnya hanya menunggu pemerintah bekerja sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita yang swasta, kolaborasi yuk sama teman-teman TNI AL. TNI AL yang keluarkan tenaganya, kami yang keluarkan bahan-bahannya,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jusuf Hamka menilai pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau pemerintah belum menjangkau, kita yang swasta harus isi. Jangan mengharapkan pemerintah sendiri berjalan. Kita harus menggandeng pemerintah. Yang mana pemerintah belum isi, kita harus isi. Dan itu menjadi kewajiban warga negara Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengisahkan bagaimana pembangunan Jembatan Jipurapah kemudian dapat direalisasikan dalam waktu relatif singkat. Setelah mendapatkan data mengenai kondisi jembatan dan kebutuhan masyarakat, dirinya meminta jajaran PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) segera melakukan peninjauan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya bilang, bisa enggak jembatan reot itu bisa jadi jembatan beton? Bisa. Saya bilang segera laksanakan. Saya belajar dari TNI, harus cepat, komando dan perintah,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya jembatan, akses jalan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Jusuf Hamka meminta agar jalan yang sebelumnya sulit dilalui diperbaiki dan diaspal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bisa kamu aspal? Wah panjang, Pak. Sudah jangan bicara panjangnya, bisa apa enggak. Baru bicara anggaran,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan, material dan pembiayaan tidak selalu harus menjadi hambatan ketika tujuan utamanya adalah membantu masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Jusuf Hamka, perusahaan pengelola jalan tol memiliki material aspal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jalan tol bukan milik Babah Alun, milik negara. Kami cuma mengelola, mengoperasikan. Jadi orang jangan salah paham bahwa yang punya jalan tol Babah Alun,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengatakan, ketika anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terbatas, dirinya tidak ragu menggunakan dana pribadi untuk melanjutkan pembangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau CSR-nya enggak cukup, dari CSR kantong pribadi saya,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasilnya, Jembatan Jipurapah akhirnya dapat dibangun menjadi jembatan beton, sementara jalan menuju lokasi juga diperbaiki dan diaspal. Infrastruktur tersebut kemudian dapat digunakan masyarakat, termasuk anak-anak yang membutuhkan akses menuju sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah jembatan tersebut sudah dipakai dan bermanfaat. Jembatannya jadi beton, jalannya jadi aspal. Anak-anak kita sudah di sana, semua mendapat pendidikan yang baik,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di wilayah terpencil merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan, keterbatasan akses pendidikan dapat menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Anak-anak kita di sana adalah tanggung jawab kita semua. Sebagai warga negara kita harus punya anak-anak yang terdidik. Kalau tidak, mereka nanti enggak terdidik, jadi orang jahat, jadi begal yang merugikan kita semua,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Khusus untuk pembangunan Jembatan Leuwidingding di Sukabumi, Jusuf Hamka menyebut proyek tersebut menjadi momentum penting karena mempertemukan kekuatan swasta dengan TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia bahkan mengaku belum pernah datang langsung ke lokasi pembangunan jembatan di Jombang meski proyek tersebut telah selesai dan digunakan masyarakat selama sekitar delapan bulan. Namun, untuk pembangunan Jembatan Leuwidingding, ia merasa perlu hadir karena merupakan bagian dari kolaborasi yang ingin terus dikembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yang di sini saya wajib datang, karena ini kolaborasi pertama antara swasta dengan teman-teman TNI Angkatan Laut,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi pihak swasta lainnya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya mengharap bahwa kolaborasi ini bisa terus kita lestarikan dan bisa juga menjadi contoh kolaborasi-kolaborasi dari teman-teman swasta yang lain. Karena pemerintah enggak bisa jalan sendiri, kita harus support pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Jusuf Hamka juga menyinggung berbagai kondisi bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, dalam situasi bencana, pemerintah bersama TNI, Polri dan lembaga terkait telah bekerja maksimal, sehingga masyarakat dan pihak swasta juga perlu mengambil peran untuk membantu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau enggak bisa, kita yang bisa jangan ngomong, isi. Kesian pemerintah. Hari itu saya melihat luar biasa, pemerintah itu sudah capek, sudah kerja,” pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Leuwidingding tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tanjungsari dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, TNI dan pihak swasta.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jusuf-hamka-kalau-pemerintah-belum-menjangkau-swasta-harus-ikut-mengisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
