<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menu MBG &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/menu-mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 May 2026 13:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Menu MBG &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lagi Viral, Netizen Kembali Kritik Menu MBG di Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 13:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cijulang Jampangtengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Menu MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66299</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/" title="Lagi Viral, Netizen Kembali Kritik Menu MBG di Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah unggahan media sosial kembali mendadak viral dan memicu perdebatan publik. Kritik ini ditujukan terhadap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Sontak unggahan tersebut ramai diperbincangkan dan dinilai tak sesuai harapan penerima manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook milik @Abdul Hamdan pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga Kamis pagi (28/5/2026), postingan itu telah mengundang perhatian luas dengan ratusan interaksi, mulai dari like, komentar, hingga dibagikan ulang oleh warganet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam foto yang diunggah, terlihat paket makanan MBG berisi nasi putih, crispy chicken, orek tempe, rebusan labu dan buncis, serta buah jeruk. Menu tersebut disebut diperuntukkan bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui (busui) dan balita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, alih-alih mendapat apresiasi, menu tersebut justru menuai kritik tajam. Dalam caption berbahasa Sunda, pengunggah menyuarakan kekecewaannya terhadap kualitas makanan yang disediakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ya Allah, ini MBG Desa Cijulang parah. Ini untuk ibu menyusui dan balita. Tolong dipikirkan, karena ini dibiayai pemerintah, bukan uang pribadi. Sudah berbulan-bulan menu tidak pernah benar, tidak sesuai anjuran,” tulisnya dalam terjemahan bahasa Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat dikonfirmasi, pemilik akun membenarkan bahwa dirinya yang mengunggah foto tersebut. Ia menjelaskan, makanan itu diterima dari pembagian di Posyandu Anyelir Desa Cijulang, lalu dipindahkan ke wadah plastik di rumah oleh penerima manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Menu itu dibawa pulang. Penerima manfaat membawa wadah sendiri untuk memindahkan dari omprengan,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap, kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. “Semoga ada perbaikan menu oleh SPPG Desa Cijulang,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, Kepala SPPG Cijulang, Hadian, memberikan tanggapan yang cukup mengejutkan. Alih-alih menjawab substansi kritik terkait kualitas menu, ia menyebut persoalan tersebut sebagai urusan internal dan meminta agar tidak dipublikasikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sudah dinonaktifkan penerima manfaat tersebut. Ini urusan internal, tidak perlu ikut campur,” bebernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, Hadian juga menuding adanya upaya menggiring opini publik untuk menjatuhkan lembaga yang dipimpinnya. Ia bahkan mempertanyakan peran media dalam mengangkat isu tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Anda sendiri yang meng-up ke media. Seolah ada kerja sama untuk menjatuhkan SPPG saya,” lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengaku khawatir pemberitaan ini berdampak pada para relawan yang terlibat dalam program tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau mereka kehilangan pekerjaan, apakah Anda mau tanggung jawab?” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, Hadian memastikan bahwa pengelolaan anggaran di SPPG dilakukan secara transparan dan diawasi oleh lembaga resmi seperti BPKP dan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Setiap uang yang kami belanjakan di SPPG tersebut akan dilaporkan ke BPKP, jadi aman. Setiap SPPG ada pelaporan tersendiri lewat website yang hanya bisa diakses oleh KA SPPG,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Hadian mempertanyakan alasan kritik yang diarahkan kepada program MBG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Nah jika uang pajak dan APBD masih dipermasalahkan, kenapa tidak dari dulu mempermasalahkan program pemerintah sebelumnya seperti BPJS atau KIP?” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/lagi-viral-netizen-kembali-kritik-menu-mbg-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga SUKABUMIFACEBOOK Sorot Menu dan Kualitas MBG Bantargadung</title>
		<link>https://lingkarpena.id/warga-sukabumifacebook-sorot-menu-dan-kualitas-mbg-bantargadung/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/warga-sukabumifacebook-sorot-menu-dan-kualitas-mbg-bantargadung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 07:27:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Menu MBG]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG Bojonggaling2]]></category>
		<category><![CDATA[Warga SUKABUMIFACEBOOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66203</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/warga-sukabumifacebook-sorot-menu-dan-kualitas-mbg-bantargadung/" title="Warga SUKABUMIFACEBOOK Sorot Menu dan Kualitas MBG Bantargadung" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan publik setelah beredar foto paket makanan di media sosial. Komposisi menu yang dinilai terlalu sederhana memicu gelombang keluhan warga terkait kesesuaiannya dengan tujuan peningkatan gizi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam unggahan di akun SUKABUMIFACEBOOK, terlihat satu porsi MBG berisi nasi putih, dua buah jeruk, dua potong timun, dua lembar tahu, seiris tomat, otak-otak, serta satu kotak susu kemasan. Menu tersebut dianggap belum mencerminkan standar gizi ideal dan memicu kritik warganet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu warga bahkan menyinggung dugaan penyimpangan dalam unggahannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tolong ini mah banyak banget korupsinya, masa sama otak-otak keras,” tulisnya pada Senin (25/05/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain porsi, kualitas makanan juga menjadi sorotan. Tekstur otak-otak yang disebut keras serta minimnya variasi lauk menjadi bahan perbincangan hangat di ruang publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi polemik tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantargadung Bojonggaling 2, Dede Hermawan, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, khususnya terkait paket MBG kategori 3B yang didistribusikan pada 25 Mei 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami dari pihak SPPG terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, khususnya terkait paket MBG kategori 3B yang didistribusikan pada hari Senin, 25 Mei 2026,” ujarnya, Selasa (26/05).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dede menjelaskan, komposisi menu saat itu disesuaikan untuk kebutuhan distribusi dua hari sekaligus, yakni 25–26 Mei 2026. Langkah ini diambil karena tanggal 27–28 Mei merupakan hari libur nasional sehingga tidak ada pendistribusian makanan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengakui keluhan terkait kualitas, terutama tekstur otak-otak yang keras, menjadi bahan evaluasi serius. Menu tersebut merupakan menu baru yang baru pertama kali digunakan dalam distribusi MBG di wilayahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ke depan kami akan terus melakukan pembenahan dan pengawasan agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, serta tetap mengedepankan kualitas,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dede menambahkan, evaluasi telah disampaikan kepada seluruh penanggung jawab di sekolah dan posyandu agar perbaikan segera dilakukan pada distribusi berikutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program MBG sendiri merupakan strategi pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi anak-anak serta kelompok rentan. Karena itu, transparansi, pengawasan ketat, dan respons cepat terhadap keluhan publik dinilai krusial agar kepercayaan masyarakat terhadap program tidak luntur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah kritik yang mengemuka, masyarakat berharap komitmen perbaikan yang disampaikan benar-benar diwujudkan, sehingga tujuan mulia program tidak tergerus oleh persoalan teknis di lapangan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/warga-sukabumifacebook-sorot-menu-dan-kualitas-mbg-bantargadung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
