<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencegahan HIV AIDS &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/pencegahan-hiv-aids/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Mar 2025 13:09:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Pencegahan HIV AIDS &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Sukabumi: Masifkan Sosialisasi Penanggulangan HIV Sekolah hingga Perkampungan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/bupati-sukabumi-masifkan-sosialisasi-penanggulangan-hiv-sekolah-hingga-perkampungan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/bupati-sukabumi-masifkan-sosialisasi-penanggulangan-hiv-sekolah-hingga-perkampungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 13:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[KPA Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggulangan HIV AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan HIV AIDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50510</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/bupati-sukabumi-masifkan-sosialisasi-penanggulangan-hiv-sekolah-hingga-perkampungan/" title="Bupati Sukabumi: Masifkan Sosialisasi Penanggulangan HIV Sekolah hingga Perkampungan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi menyiapkan sejumlah program untuk 2025. Terutama dalam penanggulangan HIV/AIDS.</p>
<p>Sejumlah hal yang banyak dilakukan adalah pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tingkat desa/kecamatan, tempat, perguruan tinggi dan lainnya.</p>
<p>Bupati Sukabumi sekaligus Ketua KPA Kabupaten Sukabumi, H. Asep Japar, mengatakan akan memasifkan upaya penanggulangan HIV/AIDS. Terutama dari sisi pencegahannya.</p>
<p>&#8220;Kita coba masifkan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS. Masuk ke sekolah-sekolah, hingga perkampungan untuk sosialisasi,&#8221; kata Bupati, saat berkumpul dengan seluruh jajaran pengurus KPA Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Selasa, 25 Maret 2025.</p>
<p>Masifnya sosialisasi tersebut, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya dan pencegahannya. Sehingga, tidak ada yang terkena dan tak ada diskriminasi kepada para pengidap HIV/AIDS.</p>
<p>&#8220;Kita coba upayakan agar tidak ada lagi penderita HIV/AIDS. Sekaligus jangan ada diskriminatif kepada penderita HIV/AIDS,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu, H. Asep menyemangati para pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk terus memaksimalkan kinerja mengingat pekerjaan para pendamping sangat besar dampak positif untuk Kabupaten Sukabumi dalam membangun derajat kesehatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Terus semangat. Kerja para pendamping sangat penting untuk membantu Kabupaten Sukabumi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ketua Harian I KPA Kabupaten Sukabumi Boyke Martadinata menambahkan, pertemuan ini sebagai ajang untuk memberikan motivasi kepada para pegawai di KPA Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&#8220;Hadir di sini, salah satunya untuk mendapatkan arahan dan motivasi dari pak bupati,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/bupati-sukabumi-masifkan-sosialisasi-penanggulangan-hiv-sekolah-hingga-perkampungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kota Sukabumi Gencarkan Pemeriksaan HIV/AIDS, Ini Hasilnya</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dinkes-kota-sukabumi-gencarkan-pemeriksaan-hiv-aids-ini-hasilnya/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dinkes-kota-sukabumi-gencarkan-pemeriksaan-hiv-aids-ini-hasilnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 06:53:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan HIV AIDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=31759</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dinkes-kota-sukabumi-gencarkan-pemeriksaan-hiv-aids-ini-hasilnya/" title="Dinkes Kota Sukabumi Gencarkan Pemeriksaan HIV/AIDS, Ini Hasilnya" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, getol gencarkan pemeriksan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).</p>
<p>Pihaknya mencatat, sejak bulan Januari hingga Mei 2023, sebanyak 5.105 orang berhasil diperiksa dan 72 diantaranya positif mengidap virus mematikan tersebut.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, drg Wita Darmawanti mengatakan, apabila melihat dari data yang ada jumlah kasus terbanyak ditemukan pada Februari yang jumlahnya mencapai 19 kasus.</p>
<p>&#8220;Adapun, rinciannya pada Januari 1.015 tes HIV dan 18 diantaranya positif HIV, Februari tes HIV 1.181, positif HIV 19, Maret tes HIV 1.146 dan positif HIV 11, April tes HIV 1.962 dan positif HIV : 15 serta Mei dari tes HIV 947 positif HIV 9 orang,&#8221; kata Wita kepada Senin (12/06/2023).</p>
<p>Menurut Wita, kasus HIV/AIDS saat ini masih didominasi LSL dan disusul pasangan Risti. Dan juga Dinkes terus berupaya melakukan tes HIV/AIDS untuk menemukan kasus sejak dini sehingga bisa mempercepat penanganan.</p>
<p>Terkait edukasi, selain dilakukan Dinkes juga digencarkan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Sukabumi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap HIV/AIDS.</p>
<p>&#8220;Kami terus berupaya melakuka edukasi kepada masyarakat guna menekan penyebaran kasus tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Wita menambahkan, tes tersebut sangat penting dilakukan untuk bisa mendeteksi dini agar terkontrol. Stigma dan diskriminasi masyarakat kepada pengidap HIV/AIDS masih harus dihilangkan.</p>
<p>&#8220;Maka dari pada itu, masih butuh banyak edukasi dan sosialisasi dan butuh kolaborasi dengan semua pihak. Kami himbau masyarakat agar bisa menjauhi prilaku yang berisiko seperti penggunaan Napza suntik dan kegiatan seksual menyimpang,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dinkes-kota-sukabumi-gencarkan-pemeriksaan-hiv-aids-ini-hasilnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingginya Angka Penderita HIV/AIDS, Wagub Jabar UU: Solusinya Menikah dan Berpoligami</title>
		<link>https://lingkarpena.id/tingginya-angka-penderita-hiv-aids-wagub-jabar-uu-solusinya-menikah-dan-berpoligami/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/tingginya-angka-penderita-hiv-aids-wagub-jabar-uu-solusinya-menikah-dan-berpoligami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2022 09:13:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[#menikah]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan HIV AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Poligami]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Pencegahan HIV]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=22680</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/tingginya-angka-penderita-hiv-aids-wagub-jabar-uu-solusinya-menikah-dan-berpoligami/" title="Tingginya Angka Penderita HIV/AIDS, Wagub Jabar UU: Solusinya Menikah dan Berpoligami" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Menikah merupakan ibadah yang menjadi salah satu Sunnah Rasulullah SAW, setiap ibadah pun pasti punya nilai kebaikan bagi yang menjalankannya.</p>
<p>Tujuan lain dari ibadah menikah, juga untuk menjauhkan diri dari zina. Terbukti perzinahan membawa banyak mudharat, mulai dari penyakit kelamin menular, hingga paling parah terjangkitnya penyakit Human Imimmunodeficiency Virus (HiV/Aids).</p>
<p>Fenomena HIV/ AIDS kini juga tengah menghebohkan masyarakat Kota Bandung. Dimana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung membeberkan fakta bahwa dari 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021, 11 persen diantaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT).</p>
<p>Salah satu pemicunya adalah suami yang melakukan hubungan seks tidak menggunakan pengaman dengan pekerja seks. Selain IRT, 6,9 persen atau 414 kasus terjadi pada mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Sekarangkan sedang viral di Bandung ternyata ibu- ibu banyak yang kena HIV/ AIDS. Kedua, anak- anak muda banyak juga yang kena,&#8221; beber Wakil Gubernur Jawa Barat Wagub Jabar, UU Ruzhanul Ulum dalam keterangannya kepada Lingkarpena.id, Selasa (30/08/2022).</p>
<p>Menanggapi fenomena tersebut sambung Uu, pihaknya menegaskan bahwa dalam agama, khusunya Islam, perzinahan memang sangat dilarang. Maka pernikahan menjadi solusi untuk memelihara sesorang dari perbuatan zina.</p>
<p>Selain itu kata dia, upaya lainnya, sosialisasi, penyuluhan, &#8216;sex aducation&#8217;, atau pendidikan terkait seks harus lebih serius diberikan kepada generasi muda agar terhindar dari perbuatan terlarang itu.</p>
<p>&#8220;Allah SWT tidak akan membuat sebuah larangan kecuali kalau dilaksanakan akan mendapatkan kemudharatan, kemafsadatan, kepayahan, kerugian,&#8221; jelas Kang UU.</p>
<p>Dijelaskannya, begitu juga Allah SWT tidak akan mengimbau melaksanakan sesuatu apakah itu ibadah Sunnah, wajib, kecuali kalau dilaksanakan ada manfaat, mashlahat, kebarokahan, juga kebaikan, termasuk menikah tujuannya ibadah dan berpoligami tujuannya juga ibadah.</p>
<p>&#8220;Nah menurut Saya disamping harus ada pemahaman tentang bahaya HIV/ AIDS, kemudian juga tentang pendidikan seks terhadap masyarakat dan juga penyuluhan dari pemerintah tentang HIV/ AIDS, masyarakat sendiri harus mempunyai keberanian untuk bersikap,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Panglima Santri Jabar menyarankan, untuk anak muda apabila sudah tidak kuat ingin menyalurkan hasrat birahinya segerakanlah menikah. Karena menurut Uu, hasrat seksual memanglah hal biologis yang juga manusiawi. Akan tetapi tetap harus disalurkan dengan cara yang benar sesuai syariat agama.</p>
<p>&#8220;Belum lagi, di era digital, mudah ditemui konten- konten yang menarik perhatian mata dan membangkitkan hasrat seksual. Sisi lain kecanggihan teknologi juga memudahkan akses generasi muda yang ingin &#8216;nakal&#8217; berselancar menemukan hal- hal berbau &#8216;memancing hasrat,&#8221; bebernya.</p>
<p>Uu juga mendorong keluarga di Jabar agar memberikan dukungan bila ada anak di keluarganya yang ada keinginan menikah, maka didukung saja ketimbang terjadi hal yang tidak diharapkan di luar pernikahan.</p>
<p>&#8220;Saya berharap kepada anak- anak muda kalau kebelet kawin saja, orang tua memberikan dukungan jangan dihalang- halang, kalau dihalang semacam itu, khawatir lebih parah lagi (dampaknya),&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, Nikah muda juga belum tentu sengsara, berantakan, apalagi kalau nikahnya niatnya ibadah. Sekalipun sedang kuliah, atau belum dapat kerja atau lainnya kalau sudah kebelet ya bagaimana.</p>
<p>Masih kata Panglima Santri selanjutnya, melihat fenomena kaum Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga banyak tertular HIV/ AIDS, maka salah satu solusinya adalah agar suami tidak &#8216;jajan sembarangan&#8217;. Adapun bila suami tidak cukup dengan satu pasangan maka agama pun mengizinkan suami berpoligami, dengan syarat dan sejumlah catatan besar seperti harus mampu adil dan bijaksana.</p>
<p>&#8220;Dari pada seolah- olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil kenapa tidak? Makanya dari pada ibu kena (HIV/ AIDS) sementara ketahuan suami seperti itu mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Oleh karena itu menurut Uu, sosok suami harus mampu berkomunikasi dengan istrinnya kalau memang merasa punya kemampuan untuk berpoligami.</p>
<p>Namun, kembali Uu mengaskan jika pernikahan harus dengan niat ibadah, apalagi nikah punya sejumlah kaidah, seperi kaidah menjaga turunan, hingga menjaga kehormatan.</p>
<p>&#8220;Kalau perlu, masyarakat ingin nikah tidak ada biaya kenapa tidak, saya akan konsultasi dengan pak Gubernur untuk ada program (nikah masal) itu, kita kan pemerintah harus respon terhadap keinginan masyarakat, kalau perlu Pemprov mengadakan nikah masal bagi yang tidak punya biaya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Uu juga mengungkap bahwa kunci sukses rumah tangga adalah rasa saling memahami antara suami istri. Dalam rumah tangga tidak ada manajemen yang pasti, hanya suami memahami istri, lalu istri memahami suami, termasuk memahami kebutuhan suami.&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/tingginya-angka-penderita-hiv-aids-wagub-jabar-uu-solusinya-menikah-dan-berpoligami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Penularan AIDS, Ini Apresiasi Kader Posyandu Desa Ciheulangtonggoh</title>
		<link>https://lingkarpena.id/cegah-penularan-aids-ini-apresiasi-kader-posyandu-desa-ciheulangtonggoh/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/cegah-penularan-aids-ini-apresiasi-kader-posyandu-desa-ciheulangtonggoh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2022 07:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[#apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kader Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[KPA Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan HIV AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=22611</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/cegah-penularan-aids-ini-apresiasi-kader-posyandu-desa-ciheulangtonggoh/" title="Cegah Penularan AIDS, Ini Apresiasi Kader Posyandu Desa Ciheulangtonggoh" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Kader Posyandu Desa Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak, kabupaten Sukabumi, begitu penting edukasi bahaya AIDS kepada masyarakat.</p>
<p>Hal itu disampaikan Teti, usai mengikuti sosialisasi yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi, yang dilaksanakan di Aula Desa Ciheulangtonggoh.</p>
<p>Dikatakannya, hal tersebut sangat penting untuk terus diinformasi kepada warga masyarakat sebagai bentuk pencegahan penularan penyakit yang di sebabkan oleh Human Immunodeficeincy Virus (HIV). Yang mana HIV dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.</p>
<p>&#8220;Sangat penting dan ini wajib kita sosialisasikan kembali kepada warga masyarakat, terutama bagi kaum ibu-ibu muda guna menambah wawasan.Warga harus tau bahaya penyakit HIV sehingga bisa melakukan pencegahan secara dini,&#8221; ungkap Teti, kepada Lingkarpena.id Minggu (28/08/22).</p>
<p>Menurutnya, dengan teknologi maju seperti saat ini, sebenarnya masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan informasi penting terkait dengan HIV. Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut banyak tersedia diberbagai plafon media. Jadi kembali lagi kepada masyarakatnya.</p>
<p>&#8220;Sosialisasi itu sangat memberikan informasi dan edukasi kepada warga masyarakat terkait pencegahan penularan HIV. Kami juga memberikan saran kepada warga masyarakat agar dapat mempergunakan teknologi dalam mencari informasi yang benar,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/cegah-penularan-aids-ini-apresiasi-kader-posyandu-desa-ciheulangtonggoh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
