<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Poster Nyeleneh &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/poster-nyeleneh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 11:08:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Poster Nyeleneh &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kaus Satir hingga Poster Nyeleneh Warnai Aksi 2.6.26, Pendemo Sindir Wali Kota Sukabumi dengan Cara Kreatif</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kaus-satir-hingga-poster-nyeleneh-warnai-aksi-2-6-26-pendemo-sindir-wali-kota-sukabumi-dengan-cara-kreatif/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kaus-satir-hingga-poster-nyeleneh-warnai-aksi-2-6-26-pendemo-sindir-wali-kota-sukabumi-dengan-cara-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 11:05:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi 2626]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Unjuk Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Forum RT-RW]]></category>
		<category><![CDATA[Kaus Satir]]></category>
		<category><![CDATA[Poster Nyeleneh]]></category>
		<category><![CDATA[Sindir Walikota Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66431</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kaus-satir-hingga-poster-nyeleneh-warnai-aksi-2-6-26-pendemo-sindir-wali-kota-sukabumi-dengan-cara-kreatif/" title="Kaus Satir hingga Poster Nyeleneh Warnai Aksi 2.6.26, Pendemo Sindir Wali Kota Sukabumi dengan Cara Kreatif" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Aksi unjuk rasa Forum Ketua RT/RW se-Kota Sukabumi yang digelar di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026), tidak hanya diwarnai orasi dan tuntutan agar Wali Kota Sukabumi menepati janji-janjinya kepada masyarakat. Sejumlah peserta aksi juga menghadirkan berbagai bentuk sindiran kreatif dan nyeleneh yang menarik perhatian warga maupun pengguna jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain membawa tuntutan terkait berbagai program yang dinilai belum terealisasi, para pendemo tampil dengan poster-poster unik dan kaus bertuliskan kalimat satir yang mengundang senyum sekaligus menjadi bentuk kritik terhadap pemerintah kota.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan, &#8220;Hallo Teh Kia Cantik, Tolong Bilangin Sama Abi-nya Jangan Main Sama Pak Wali Kota yang Udah-Udah Juga Ikut Demo.&#8221; Tulisan tersebut menjadi bahan perbincangan di tengah massa karena dinilai menyampaikan kritik dengan gaya humor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, poster lain juga menyasar pemerintah pusat dengan kalimat bernada sindiran, &#8220;Pak Presiden, Boleh Gak Kami Nuker Wali Kota Sama IPAL MBG, Kalau Berbicara Manfaat Kami Merasa Pamending-Mending.&#8221; Tulisan tersebut sontak mengundang gelak tawa peserta aksi yang berada di sekitar lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kreativitas massa juga terlihat dari kaus yang dikenakan sejumlah peserta. Salah satunya bertuliskan &#8220;Jadi Orang Jangan Terlalu BEGO Nanti Dikira Walikota&#8221;. Ada pula kaus bertema aksi dengan tulisan &#8220;Aksi 2.6.26 Kota Sukabumi Menggugat&#8221; yang menjadi identitas gerakan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski dibalut humor dan satire, pesan yang ingin disampaikan massa tetap serius. Mereka menilai berbagai janji yang pernah disampaikan saat masa kampanye belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat di tingkat bawah, khususnya para pengurus RT dan RW yang menjadi ujung tombak pelayanan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang peserta aksi, Rudi (47), mengatakan bahwa penggunaan poster dan kaus bernada sindiran sengaja dilakukan agar aspirasi mereka lebih mudah menarik perhatian publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&gt; &#8220;Kalau cuma orasi mungkin orang lewat tidak terlalu memperhatikan. Makanya kami bikin tulisan yang unik dan menghibur. Tapi di balik itu ada pesan yang serius, yaitu kami ingin pemimpin menepati janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat,&#8221; ujarnya di sela-sela aksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, berbagai tulisan satir yang dibawa massa bukan bertujuan untuk menghina pribadi seseorang, melainkan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan warga terhadap kondisi yang mereka rasakan saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi yang dijuluki &#8220;Aksi 2.6.26 Kota Sukabumi Menggugat&#8221; tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Sejumlah peserta terlihat duduk di area depan Balai Kota sambil membawa poster, mengenakan kaus bertema protes, dan sesekali menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran berbagai atribut unik dan nyeleneh itu pun membuat aksi unjuk rasa kali ini berbeda dari demonstrasi pada umumnya. Di tengah suasana panasnya tuntutan politik dan pemerintahan, para pendemo memilih menyampaikan kritik dengan cara yang lebih kreatif, jenaka, namun tetap sarat pesan kepada para pengambil kebijakan di Kota Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kaus-satir-hingga-poster-nyeleneh-warnai-aksi-2-6-26-pendemo-sindir-wali-kota-sukabumi-dengan-cara-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
