<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sangrawayang Simpenan &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/sangrawayang-simpenan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2026 12:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Sangrawayang Simpenan &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Semen dan Tenaga Warga, Ali Maung Berjuang Pulihkan Jalan Rusak di Simpenan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dari-semen-dan-tenaga-warga-ali-maung-berjuang-pulihkan-jalan-rusak-di-simpenan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dari-semen-dan-tenaga-warga-ali-maung-berjuang-pulihkan-jalan-rusak-di-simpenan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 12:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Simaung]]></category>
		<category><![CDATA[Bersama Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulihkan Jalan Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Sangrawayang Simpenan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=71705</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dari-semen-dan-tenaga-warga-ali-maung-berjuang-pulihkan-jalan-rusak-di-simpenan/" title="Dari Semen dan Tenaga Warga, Ali Maung Berjuang Pulihkan Jalan Rusak di Simpenan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Di tengah jalan yang terkelupas, lubang yang menganga, serta permukaan tanah yang menyerupai aliran sungai saat kemarau, sekelompok warga memilih untuk tidak sekadar mengeluh. Mereka turun langsung, mengerahkan tenaga, dan bergotong royong memperbaiki akses jalan yang selama ini menyulitkan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Di antara warga yang bergerak, sosok Ali Maung, tokoh masyarakat asal Cisaat, menjadi salah satu penggerak. Dengan kemampuan dan sumber daya yang terbatas, ia terus berupaya membenahi jalan rusak di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sedikit demi sedikit.</p>
<p>Selasa (13/10/2026), semangat itu kembali terlihat. Bersama masyarakat, Ali Maung melanjutkan pekerjaan perbaikan melalui kerja bakti dan pengecoran beton di sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>Bukan pekerjaan ringan. Lapisan aspal yang semestinya menjadi pijakan kendaraan telah banyak menghilang. Di beberapa titik, permukaan jalan pecah dan berlubang, membentuk cekungan serta jalur tidak rata yang menyulitkan kendaraan melintas. Kondisinya bahkan menyerupai wahangan atau aliran sungai kering.</p>
<p>Bagi masyarakat yang setiap hari melewati jalur tersebut, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan pemandangan yang memprihatinkan. Infrastruktur yang tidak layak turut menjadi tantangan dalam menjalankan berbagai aktivitas, terutama bagi pengendara sepeda motor maupun mobil.</p>
<p>Berangkat dari kondisi itulah, Ali Maung memilih mengambil peran melalui aksi nyata. Ia mengupayakan perbaikan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat, meskipun pengerjaannya harus disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan bahan bangunan.</p>
<p>Upaya tersebut bukan kegiatan sesaat. Perbaikan dilakukan secara berkala, bahkan diupayakan setiap pekan agar titik-titik kerusakan yang paling membutuhkan penanganan dapat diperbaiki secara bertahap.</p>
<p>“Selama masih ada kemampuan dan rezeki, saya akan terus berusaha memperbaiki jalan ini sedikit demi sedikit. Kami memang belum bisa membangun semuanya sekaligus, tetapi setidaknya ada ikhtiar agar masyarakat bisa melintas dengan lebih nyaman,” ungkap Ali Maung.</p>
<p>Pengecoran beton menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memperbaiki bagian jalan yang kondisinya paling memprihatinkan. Meski cakupannya belum menyeluruh, upaya itu diharapkan dapat membantu mengurangi kesulitan pengguna jalan ketika melintasi titik-titik yang rusak.</p>
<p>Bagi Ali Maung, hasil yang belum sempurna bukan alasan untuk berhenti. Selama masih ada bagian yang bisa dibenahi, gotong royong menjadi jalan yang dipilih untuk meringankan beban masyarakat.</p>
<p>“Walaupun hasilnya belum maksimal, yang penting jalan ini bisa lebih layak dilewati. Kami kerjakan semampunya bersama masyarakat supaya pengendara motor maupun mobil tidak terus-menerus kesulitan,” tuturnya.</p>
<p>Namun, semangat warga tentu memiliki batas. Perbaikan secara swadaya hanya mampu menjangkau bagian tertentu dan belum dapat menggantikan kebutuhan pembangunan jalan yang menyeluruh dengan konstruksi yang kuat serta tahan lama.</p>
<p>Karena itu, Ali Maung berharap pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan di Kampung Cisaat dan wilayah sekitarnya. Ia ingin kerusakan yang selama ini ditangani secara bertahap dapat segera memperoleh solusi melalui pembangunan permanen.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan warga merupakan bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum, bukan berarti seluruh tanggung jawab pembangunan harus dipikul sendiri oleh masyarakat. Dukungan pemerintah tetap dibutuhkan agar perbaikan dapat dilakukan secara lebih terencana dan menjangkau seluruh titik yang membutuhkan penanganan.</p>
<p>Aksi gotong royong yang terus dilakukan setiap pekan menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Ada tenaga yang dicurahkan, material yang diupayakan, serta harapan agar jalan yang dilalui setiap hari tidak lagi menjadi hambatan.</p>
<p>Kini, di tengah keterbatasan yang ada, warga masih berusaha memperbaiki jalan mereka dengan apa yang dimiliki. Namun, di balik setiap bagian jalan yang dicor, tersimpan harapan lebih besar: agar semangat masyarakat tidak berjalan sendirian dan pemerintah segera menghadirkan pembangunan yang layak bagi warga Desa Sangrawayang.</p>
<p>Sebab, gotong royong dapat menjadi awal perubahan, tetapi jalan yang aman dan layak tetap membutuhkan penanganan menyeluruh agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dari-semen-dan-tenaga-warga-ali-maung-berjuang-pulihkan-jalan-rusak-di-simpenan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
