<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisata air panas &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/wisata-air-panas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2020 04:58:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Wisata air panas &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tingkat Kunjungan ke Pemandian Air Panas Cikundul Turun Drastis</title>
		<link>https://lingkarpena.id/tingkat-kunjungan-ke-pemandian-air-panas-cikundul-turun-drastis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Samsun Ramlie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2020 04:56:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandian Air panas Cikundul]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata air panas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=2654</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/tingkat-kunjungan-ke-pemandian-air-panas-cikundul-turun-drastis/" title="Tingkat Kunjungan ke Pemandian Air Panas Cikundul Turun Drastis" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Merebaknya pandemi Covid-19 berdampak terhadap tingkat kunjungan di objek wisata air panas Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Jumlah pengunjung menurun drastis hingga 50 persen.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Sejak Covid-19 muncul, wisatawan yang datang ke sini semakin menurun. Apalagi pemerintah juga membatasi jumlah pengunjung ke sini,&#8221; ujar Penanggungjawab Pemandian Cikundul Kota Sukabumi, Indra Gunawan kepada Lingkarpena.id, Minggu (8/11/2020).</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Akhir pekan ini, kata Indra, jumlah pengunjung kurang dari 200 orang. Padahal, sebelum adanya pandemi Covid-19 bisa mencapai dua kai lipat dari itu.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Sangat berdampak sekali, apalagi kegiatan-kegiatan atau hiburan, yang biasa diselenggarakan di sini tidak bisa dilaksanakan. Sesuai dengan anjuran pemerintah, sehingga objek wisata ini sepi pengunjung,&#8221; ungkap Indra.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Baca juga: <a title="Warga Minta Pemda Kembangkan Wisata Curug Kembar" href="https://lingkarpena.id/2020/10/21/warga-minta-pemda-kembangkan-wisata-curug-kembar/">Warga Minta Pemda Kembangkan Wisata Curug Kembar</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Baca juga: <a title="Unik, Ini Wisata Peninggalan Zaman Megalitikum di Sukabumi" href="https://lingkarpena.id/2020/09/15/unik-ini-wisata-peninggalan-zaman-megalitikum-di-sukabumi/">Unik, Ini Wisata Peninggalan Zaman Megalitikum di Sukabumi</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Selain itu, sambung Indra, sekarang ini sudah memasuki musim hujan, sehingga diprediksi sepi pengunjung. &#8220;Masuk musim hujan, pengunjung semakin sepi,&#8221; terangnya.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Di sisi lain, ia menegaskan pihak pengelola tentunya menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Misalnya mewajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Kami tetap mengikuti aturan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Kalau pengunjung dari luar daerah sekarang malah tidak ada. Sekarang didominasi pengunjung lokal,&#8221; tandasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 14px;">Reporter : Garis NB</span><br />
<span style="font-size: 14px;">Redaktur : Alan</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
