Tak Ada Perahu, HNSI Ujung Genteng Akui Kesulitan Evakuasi Korban Laka Laut

LINGKARPENA.ID | Kecelakaan laut (Laka Laut) kembali terjadi di perairan Ujung Genteng, pada Jumat dini hari tadi. Salah satu nelayan terhempas ombak besar sehingga perahu yang dikemudikannya mengalami karam setelah diterjang ombak.

Kejadian ini membuat rukun nelayan kesulitan evakuasi. Hal itu disebabkan tidak adanya perahu khusus dan stabil untuk membantu korban kecelakaan laut.

Menurut Ketua rukun Nelayan Ujung Genteng, Asep JK mengatakan, kecelakaan laut terjadi pada pukul 01.00 wib dini hari tadi di perairan Ciroyom perbatasan Cianjur. Korban (Tekong) merupakan Herdiansyah (34) asal Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang Banten.

Baca juga:  Korban Kebakaran Desa Cijangkar Mendapat Bantuan Pembangunan Rumah Kembali

Diketahui, Herdiasyah melaut dengan menggunakan Perahu Kausar 13 milik Entis Sutisna, warga Kalapacondong,RT 05/01 Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap.

“Perahu yang ditumpangi korban kandas dihantam ombak besar. Korban selamat dengan bantuan nelayan lain. Saat itu perahu diterjang badai ada nelayan yang melihat kemudian korban berhasil diselamatkan,” ujar Asep JK kepada Lingkarpena.id Jum’at (7/10/22).

Baca juga:  Pelajari Ilmu Kebatinan, Seorang Pemuda Diduga Depresi Bakar Rumahnya Sendiri¬†

Meski demikian, rukun nelayan merasa kesulitan untuk evakuasi kecelakaan laut semenjak perahu milik Basarnas pusat sudah diambil alih. Pihak rukun nelayan meminta solusi kepada pemerintah daerah bagaimana caranya agar rukun nelayan kembali memiliki perahu khusus evakuasi.

“Kami kesulitan jika evakuasi menggunakan perahu diesel. Ya, perahu milik Basarnas kan, kontraknya sudah habis. Jadi perahunya sudah diambil lagi,” terang JK.

Baca juga:  Kebakaran Kios Bensin Eceran di Ciambar Sukabumi

Lanjutnya, “Dinas Kelautan dan pemerintah Kabupaten Sukabumi coba kami berikan solusi soal perahu evakuasi. Mau sistem kontrak lagi seperti Basarnas tidak apa-apa asal ada perahu khusus evakuasi disini. Ya jika ada kecelakaan laut harus nunggu TIM SAR bawa perahu kan, bisa berabe terlalu lama memakan waktu,” tandasnya.

Pos terkait