Wali Kota Sukabumi Larang Segala Bentuk Perundungan di MPLS

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat mengalungkan tanda peserta siswa didik baru pada pembukaan MPLS SMP di SMP Negeri 10 Kota Sukabumi.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat Kota pada 17 Juli 2023 bertempat di SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, Senin 17 Juli 2023.

Pembukaan MPLS dengan mengusung tema “Membentuk Karakter Pelajar Pancasila Mewujudkan Generasi Merdeka” itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Mohamad Hasan Asari dan 300 orang peserta MPLS dari berbagai SMP negeri dan swasta.

Baca juga:  Setukpa Lemdiklat Polri Gelar Festival Kirab Warna Kemerdekaan RI ke 78

Kepala Disdikbud Kota Sukabumi dalam sambutannya menyampaikan bahwa MPLS bertujuan untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

“Selama menjalani MPLS para peserta didik akan diberikan beberapa wawasan diantaranya mengenai fasilitas sekolah dan pola pembelajaran,” singkat Hasan.

Sementara itu Wali Kota dalam sambutannya saat membuka MPLS mengamanatkan, beberapa hal diantaranya kepada para kepala sekolah agar tidak membebani peserta didik baru dengan berbagai tugas.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi Bareng Danrem 061 Surken, Laksanakan Jumat Keliling

Kemudian Wali Kota meminta pihak Sekolah untuk memberikan mereka wawasan yang berkaitan dengan pendidikan karakter. “Saya melarang segala bentuk perundungan ataupun bullying dalam MPLS,” tegas Kang Fahmi.

Menurut dia dalam pelaksanaan tahun ajaran baru, pihaknya telah mengevaluasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan beberapa waktu lalu untuk memastikan setiap anak usia sekolah di Kota Sukabumi telah terfasilitasi baik dilembaga pendidikan formal maupun non formal.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD di APBD Perubahan, Wali Kota Sukabumi Sampaikan Tiga Hal Penting

“MPLS ini hubungannya dengan pendidikan karakter dan spiritual, jadi saya titipkan dua hal tersebut kepada sekolah dan siswa. Kedua evaluasi PPDB kita hanya ingin memastikan bahwa tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah diwilayah Kota Sukabumi, semuanya telah terfasilitasi baik formal maupun non formal, jadi seliuruhnya anak usia sekolah harus bersekolah,” tegasnya.*

Pos terkait