Warga Pertanyakan Penanganan DBD, Ini Penjelasan PKM Surade

Inilah lingkungan yang terjangkit DBD di wilayah Kecamatan Surade.| Foto: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Warga di Lingkungan Surade RT 06/02 kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pertanyakan penanganan Demam Berdarah Dengeu ( DBD ) dari PKM Surade.

Sebelumnya ada aktivitas dua orang warga di Lingkungan Surade, Muhamad Fariz ( 10 ) dan Abil ( 9 ), beberapa hari lalu terserang DBD dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari RSUD Jampangkulon.

Ketua Rukun Tetangga ( RT ) Lingkungan Surade, Ipip Sudarmika, membenarkan kasus itu dan berusaha menginisiasi supaya di lingkungannya dilakukan fogging. Ipip kemudian melaporkan ke ketua Rukun Warga ( RW ) 02, Wawan Setiawan.

Berbekal surat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit ( KDRS ) dari RSUD Jampangkulon Wawan kemudian melaporkan kasus tersebut ke Kelurahan Surade dan diterima langsung Lurah Surade, Andry.

Baca juga:  Wabup Perkenalkan Gadis Sukabumi Dukung Jabar Zero New Stunting 2023

Kata Wawan Setiawan, adanya laporan dari masyarakat terkait masalah DBD, Andri menyampaikan bahwa hal itu akan disampaikan langsung ke petugasnya.

Beberapa hari kemudian datang petugas dari PKM Surade, diterima langsung oleh Ketua RT setempat.

“Petugas hanya menyampaikan di lingkungan radius 100 meter dari yang terkonfirmasi DBD harus dilakukan pembersihan lingkungan. Dan untuk pelaksanaan foging biaya bahan bakar harus ditanggung warga, sementara obat nya disediakan pihak PKM,” kata Ipip.

Namun hingga berita ini dibuat, Senin ( 12/3/2024 ) pelaksanaan foging yang diharapkan warga Lingkungan RT06/02 belum juga dilakukan petugas dari PKM Surade.

“Entah kenapa belum terealisasi, padahal sampai hari ini sudah sepuluh hari lebih, saya sudah sampaikan ke warga dan warga siap untuk mendanai nya,” singkat Ipip.

Baca juga:  Polsek Nagrak Gandeng PKM Terus Genjot Targetkan 150 Dosis Vaksin

Lurah Surade, Andry, membenarkan kalau dirinya sudah mendapat laporan terkait masalah tersebut. Diakui Andry, dirinya selalu memberi arahan dan berkoordinasi dengan para RT di grup Whatshapp kelurahan Surade.

Dipaparkan olehnya, ketika ada yang terkonfirmasi Demam Berdarah Dengeu ( DBD ), surat Kewasdaan Dini Rumah Sakit ( KDRS ) nya harus disampaikan ke Puskesmas, nanti ada tim yang terjun ke lapangan untuk meneliti apakah ditempat tersebut ada terdapat jentik nyamuk atau tidak, kalau ada tindak lanjutnya dilakukan fogging.

“Jika hasil penelitian tim dari Puskesmas ternyata tidak ditemukan jentik nyamuk, bisa jadi DBD nya bawaan, mungkin pernah melakukan kunjungan ke tempat lain. Jika memang seperti itu berarti aman, tetapi jika warga yang meminta untuk dilakukan fogging bisa disampaikan ke Puskesmas tetapi masalah biaya bisa nego, itu diluar program,” papar Andry.

Baca juga:  Wabah DBD di Pajampangan Sempat Meningkat, Ini Jumlahnya

Kepala PKM Surade dr. Alek Kusumah saat dimintai keterangan melalui teleponnya mengatakan, pihaknya akan melihat KDRS nya terlebih dahulu. Kata dia, biasanya itu konfirmasi surveilans, tetapi jika datanya valid pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi dan sosialisasi tentang DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ), setelah itu bila diperlukan dilakukan fogging.

Pos terkait