<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERISTIWA &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/category/peristiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Aug 2026 18:09:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>PERISTIWA &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilaporkan Hilang, Perempuan Sukaraja Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 15:50:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68725</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/" title="Dilaporkan Hilang, Perempuan Sukaraja Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seorang perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran selokan dekat pematang sawah di Kampung Jeungjing, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban diketahui bernama MA&#8217;AH (63), warga Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga setelah proses evakuasi dilakukan petugas kepolisian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa bermula ketika seorang warga, Ade alias Akung, tengah memeriksa aliran air yang mengering akibat musim kemarau. Saat itu, ia melihat sesosok tubuh perempuan tersangkut di aliran air. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan RW setempat, yang selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sukaraja bersama petugas piket langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat pertama ditemukan, warga sekitar tidak mengenali identitas korban. Namun, setelah jenazah dievakuasi, seorang pria bernama Hendri Suhendri datang dan mengaku sebagai anggota keluarga yang sedang mencari korban karena telah beberapa hari tidak pulang ke rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari hasil identifikasi, dipastikan bahwa korban merupakan MA&#8217;AH yang sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polres Sukabumi Kota pada Jumat (31/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan mengalami kepikunan ringan sehingga beberapa kali pernah tersesat saat bepergian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Korban sebelumnya memang telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Setelah dilakukan identifikasi, dipastikan jenazah tersebut adalah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis di RSUD R. Syamsudin, SH, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,&#8221; ujar Ipda Ade Ruli Bahtiarudin kepada lingkarpena. id, Minggu ( 2/8/2026 )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah proses pemeriksaan selesai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Dengan demikian, setelah seluruh prosedur kepolisian selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Sukaraja telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi Kota, memeriksa saksi-saksi, hingga membantu proses evakuasi korban ke rumah sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi pun mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan anggota keluarga yang mengalami gangguan ingatan atau belum kembali ke rumah, sehingga dapat segera dilakukan upaya pencarian.</p>
<p><em>Sumber: Polres Sukabumi Kota</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Lahan Alang-alang di Sagaranten, Damkar Berhasil Kendalikan Api</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 13:40:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68714</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/" title="Kebakaran Lahan Alang-alang di Sagaranten, Damkar Berhasil Kendalikan Api" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kebakaran lahan alang-alang terjadi di Kampung Langbow, RT 23/08, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) siang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan mengenai kebakaran diterima petugas Posko Damkar Sagaranten pada pukul 12.33 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.45 WIB untuk melakukan penanganan agar api tidak meluas ke area sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Objek yang terbakar berupa lahan yang ditumbuhi alang-alang. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke lokasi lain yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari ulah orang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membakar lahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komandan Pos (Danpos) Damkar Sagaranten, Yusup, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan. Sekecil apa pun sumber api dapat dengan cepat membesar dan membahayakan lingkungan maupun permukiman. Jika menemukan kejadian kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,&#8221; ujar Yusup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak Damkar juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bentrokan Geng Motor di Sukaraja Sukabumi, Dua Warga Sipil Jadi Korban</title>
		<link>https://lingkarpena.id/bentrokan-geng-motor-di-sukaraja-sukabumi-dua-warga-sipil-jadi-korban/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/bentrokan-geng-motor-di-sukaraja-sukabumi-dua-warga-sipil-jadi-korban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 09:58:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bentrokan Geng Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Korban Bacok]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bacok]]></category>
		<category><![CDATA[Sukaraja Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Sipil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68731</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/bentrokan-geng-motor-di-sukaraja-sukabumi-dua-warga-sipil-jadi-korban/" title="Bentrokan Geng Motor di Sukaraja Sukabumi, Dua Warga Sipil Jadi Korban" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Aksi bentrokan dua kelompok geng motor di wilayah Kampung Inggris, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (2/8/2026) dini hari, berujung jatuhnya korban dari kalangan warga sipil. Dua pria yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik tersebut mengalami luka bacok setelah terjebak di tengah aksi saling serang antarkelompok.</p>
<p>Korban diketahui bernama Dodis Johansyah (33), seorang sopir truk tangki Pertamina, dan Dasep Buhori (32). Keduanya mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, di antaranya kepala, lengan, dan kaki. Setelah kejadian, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Berdasarkan informasi kepolisian, bentrokan melibatkan kelompok dua geng motor. Insiden bermula saat kelompok Allstar telah berada di kawasan Jalan Raya Sukaraja, tepatnya di depan Yomart, menunggu kedatangan kelompok Neverdie yang datang dari arah Kota Sukabumi.</p>
<p>Sekitar pukul 04.00 WIB, kedua kelompok bertemu dan langsung terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam. Bentrokan kemudian bergeser hingga ke kawasan Jalan MH. Holil atau yang dikenal sebagai Kampung Inggris.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota, AKP Hendra Gunawan, mengatakan peristiwa tersebut diduga telah dirancang sebelumnya oleh kedua kelompok.</p>
<p>&#8220;Yang bentrok itu geng motor Allstar dan Neverdie. Mereka bertemu di lokasi dan diduga memang sudah janjian sebelumnya. Jadi bukan kejadian spontan, melainkan terencana,&#8221; ujar Hendra, kepada Lingkarpena.id Minggu (2/8).</p>
<p>Di saat bentrokan berlangsung, Dodis baru selesai bekerja dan dijemput oleh Dasep di sekitar Yomart untuk pulang menuju Kampung Inggris. Tanpa diduga, keduanya melintas tepat di lokasi bentrokan hingga menjadi sasaran pembacokan.</p>
<p>&#8220;Korban ini sopir tangki yang hendak pulang ke arah Kampung Inggris. Saat dijemput rekannya di sekitar Yomart, mereka justru terkena serangan ketika bentrokan terjadi,&#8221; jelas Hendra.</p>
<p>Mendapat laporan dari masyarakat, personel kepolisian segera menuju lokasi. Namun sebelum petugas tiba, puluhan anggota kedua kelompok telah membubarkan diri dan melarikan diri sehingga belum ada pelaku yang berhasil diamankan.</p>
<p>Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri identitas para pelaku yang terlibat dalam bentrokan tersebut.</p>
<p>&#8220;Penyelidikan masih berjalan. Kami sedang menyisir lokasi, memeriksa CCTV, dan meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk perangkat RT dan RW setempat,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/bentrokan-geng-motor-di-sukaraja-sukabumi-dua-warga-sipil-jadi-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cek Fakta: Warga Sukabumi Diduga Bakar Rumah Sendiri</title>
		<link>https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 11:47:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bakar Rumah Sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[Ciracap Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Ludes Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68708</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/" title="Cek Fakta: Warga Sukabumi Diduga Bakar Rumah Sendiri" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Warga Kampung Cipayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dibuat panik setelah sebuah rumah panggung hangus terbakar pada Jumat (31/7/2026) sore. Peristiwa tersebut bahkan viral di media sosial setelah video kebakaran beredar luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam video berdurasi singkat itu terdengar suara seorang perempuan yang histeris sambil menyebut nama penghuni rumah. &#8220;Eta si Toni, imahna dibakar,&#8221; teriak perempuan tersebut dengan nada panik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh penghuninya sendiri, Toni (24). Pemuda itu diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah kedua orang tuanya bercerai. Menurut warga, Toni telah lama mengalami gangguan mental.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasi Trantib Kecamatan Ciracap, Bahum Zaenal Abidin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung menuju lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saat kami tiba di lokasi, api masih menyala, namun sebagian besar bangunan rumah panggung itu sudah rata dengan tanah. Beruntung posisi rumah cukup berjauhan dengan permukiman warga sehingga api tidak merembet ke bangunan lain,&#8221; ujar Bahum kepada wartawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Bahum, Toni diduga mengalami gangguan mental yang diperkirakan dipicu oleh riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang di masa lalu. Kondisi keluarga yang tidak utuh juga disebut menjadi salah satu latar belakang kehidupannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Toni merupakan anak dari keluarga yang telah bercerai dan selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut. Kalau kondisinya sedang kambuh, ia kerap melakukan tindakan yang membahayakan. Namun ketika sedang tenang, dia masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahum menduga aksi pembakaran dilakukan saat kondisi kejiwaan Toni sedang kambuh. Setelah membakar rumahnya, Toni langsung meninggalkan lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sebelum mengetahui kejadian itu, saya sempat berpapasan dengan Toni di daerah Puncaksuni. Belakangan saya baru mengetahui bahwa saat itu diduga ia baru saja meninggalkan rumahnya setelah terjadi kebakaran,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, Toni sebenarnya sudah beberapa kali menjalani pengobatan ke rumah sakit. Namun hingga kini penanganan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena terkendala administrasi kependudukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Kami dari pihak kecamatan belum bisa melakukan penanganan lebih lanjut karena belum menerima laporan resmi dari pemerintah desa. Informasinya, yang bersangkutan juga belum memiliki KTP maupun dokumen administrasi kependudukan lainnya,&#8221; kata Bahum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski kehilangan tempat tinggal, kepedulian warga setempat mulai terlihat. Masyarakat berinisiatif membangun sebuah rumah sederhana agar Toni memiliki tempat berteduh dan tidak hidup terlantar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Warga berinisiatif membuatkan rumah kecil untuk Toni. Harapannya, ia tetap memiliki tempat tinggal dan tidak terus berkeliaran. Ke depan tentu diperlukan perhatian bersama, baik dari keluarga maupun instansi terkait, agar penanganan terhadap kondisi kejiwaannya bisa dilakukan secara lebih baik,&#8221; pungkas Bahum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kebakaran menghanguskan seluruh bangunan rumah panggung beserta isinya. Aparat bersama pemerintah desa masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat insiden tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Selatan Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Dampak</title>
		<link>https://lingkarpena.id/gempa-magnitudo-43-guncang-selatan-sukabumi-bpbd-pastikan-belum-ada-laporan-dampak/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/gempa-magnitudo-43-guncang-selatan-sukabumi-bpbd-pastikan-belum-ada-laporan-dampak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 14:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68656</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/gempa-magnitudo-43-guncang-selatan-sukabumi-bpbd-pastikan-belum-ada-laporan-dampak/" title="Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Selatan Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Dampak" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/7/2026) pukul 18.17 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,69 LS dan 106,30 BT atau sekitar 82 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 42 kilometer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) langsung melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga pukul 20.00 WIB, hasil pemantauan menunjukkan belum terdapat laporan kerusakan maupun korban akibat gempa bumi tersebut. Kondisi di wilayah Kabupaten Sukabumi dilaporkan masih aman dan terkendali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Apabila ditemukan dampak maupun laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut, informasi akan segera diperbarui dan disampaikan secara berkala.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, BMKG mengingatkan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih dapat mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan data hasil analisis. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan BPBD.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/gempa-magnitudo-43-guncang-selatan-sukabumi-bpbd-pastikan-belum-ada-laporan-dampak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anting Sulit Dilepas, Damkar Palabuhanratu Evakuasi Anak ke Puskesmas untuk Penanganan Medis</title>
		<link>https://lingkarpena.id/anting-sulit-dilepas-damkar-palabuhanratu-evakuasi-anak-ke-puskesmas-untuk-penanganan-medis/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/anting-sulit-dilepas-damkar-palabuhanratu-evakuasi-anak-ke-puskesmas-untuk-penanganan-medis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 09:01:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bantu Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Palabuhanratu]]></category>
		<category><![CDATA[Lepaskan Anting]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Palabuhanratu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68644</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/anting-sulit-dilepas-damkar-palabuhanratu-evakuasi-anak-ke-puskesmas-untuk-penanganan-medis/" title="Anting Sulit Dilepas, Damkar Palabuhanratu Evakuasi Anak ke Puskesmas untuk Penanganan Medis" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Respons cepat kembali ditunjukkan personel Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dalam memberikan pelayanan penyelamatan non kebakaran (human rescue). Kali ini, petugas membantu seorang anak yang mengalami kesulitan melepas anting hingga menyebabkan pembengkakan pada daun telinganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut dilaporkan pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 08.04 WIB. Setelah menerima laporan dari seorang warga bernama Aisyah, petugas Damkar Pos Palabuhanratu langsung bergerak menuju lokasi di Jalan Raya Cangehgar KM 01 Nomor 1007, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim yang terdiri dari Sandi H, Den Dinar, dan Yadi tiba di lokasi pada pukul 08.24 WIB. Setelah melakukan asesmen, petugas memutuskan untuk segera mengantarkan korban ke Puskesmas agar mendapatkan penanganan medis karena kondisi telinga sudah mengalami pembengkakan akibat anting yang sulit dilepas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Komandan Pos (Wadanpos) Damkar Palabuhanratu, Amirudin Haq, mengatakan bahwa tindakan tersebut diambil demi mengutamakan keselamatan korban dan menghindari risiko cedera yang lebih serius.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Karena kondisi daun telinga korban sudah membengkak akibat anting yang sulit dilepas, kami memutuskan mengantarkan anak tersebut ke Puskesmas agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Alhamdulillah seluruh proses berjalan aman dan lancar,&#8221; ujar Amirudin Haq.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, pelayanan Damkar tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan atau human rescue yang membutuhkan respons cepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Damkar apabila menghadapi kondisi darurat yang memerlukan bantuan penyelamatan. Kami siap memberikan pelayanan secepat mungkin sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penanganan selesai pada pukul 08.28 WIB. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerugian material, sementara seluruh personel yang bertugas dilaporkan dalam kondisi selamat.(adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/anting-sulit-dilepas-damkar-palabuhanratu-evakuasi-anak-ke-puskesmas-untuk-penanganan-medis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Desak Pemerintah Segera Tangani Buaya di Situ Habibi, Khawatir Timbulkan Korban Jiwa</title>
		<link>https://lingkarpena.id/warga-desak-pemerintah-segera-tangani-buaya-di-situ-habibi-khawatir-timbulkan-korban-jiwa/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/warga-desak-pemerintah-segera-tangani-buaya-di-situ-habibi-khawatir-timbulkan-korban-jiwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 16:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Situ Habibi]]></category>
		<category><![CDATA[Desak Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemunculan Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tangani Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Resah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68633</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/warga-desak-pemerintah-segera-tangani-buaya-di-situ-habibi-khawatir-timbulkan-korban-jiwa/" title="Warga Desak Pemerintah Segera Tangani Buaya di Situ Habibi, Khawatir Timbulkan Korban Jiwa" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kemunculan buaya di Situ Habibi, Kampung Pasirkawung, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus memicu keresahan warga. Setelah seekor anak sapi dilaporkan diterkam predator tersebut di hadapan sejumlah pengunjung, masyarakat kini mendesak pemerintah dan instansi berwenang segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi korban jiwa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa yang sempat direkam pengunjung dan viral di media sosial itu memperlihatkan seekor buaya menggigit anak sapi yang tercebur ke dalam situ. Terdengar teriakan warga yang berusaha menghalau reptil tersebut agar melepaskan mangsanya, namun buaya tetap bertahan dengan gigitannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kejadian tersebut semakin memperkuat dugaan warga bahwa di Situ Habibi terdapat lebih dari satu ekor buaya. Kemunculannya yang kian sering di permukaan membuat masyarakat enggan beraktivitas di sekitar lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As&#8217;adi, mengatakan pemerintah desa telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengirimkan surat kepada instansi terkait agar keberadaan buaya tersebut segera mendapat penanganan yang serius.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami sudah menyampaikan surat kepada pihak terkait agar ada tindak lanjut. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar Situ Habibi,&#8221; ujar Bakang kepada lingkarpena.id, Rabu (29/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Bakang, Pemerintah Desa Cipeundeuy juga terus melakukan sosialisasi melalui kepala dusun dan ketua RT mengenai keberadaan buaya di Situ Habibi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat memahami potensi bahaya dan lebih berhati-hati saat berada di sekitar danau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berharap pemerintah bersama instansi yang memiliki kewenangan dapat segera melakukan kajian dan penanganan yang komprehensif. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, namun tetap memperhatikan kelestarian satwa liar sesuai aturan yang berlaku,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga mengaku khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan. Mereka menilai penanganan tidak boleh menunggu hingga terjadi korban jiwa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Jangan sampai nanti ada warga yang menjadi korban baru semuanya sibuk. Antisipasi jauh lebih penting daripada penanganan setelah musibah terjadi. Kami ingin pemerintah bergerak sekarang, bukan setelah ada korban,&#8221; ujar salah seorang warga dengan nada geram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga lainnya mengingatkan bahwa buaya di Situ Habibi bukan kali pertama memangsa ternak. Bahkan, menurut mereka, pernah terjadi insiden yang nyaris merenggut nyawa manusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Cipeundeuy yang langsung berkoordinasi. Sekarang kami berharap instansi terkait juga cepat tanggap. Ini persoalan serius karena buaya di sini sudah beberapa kali memangsa ternak warga dan pernah hampir memakan korban manusia. Jangan sampai nanti ketika ada korban baru saling menyalahkan atau mencari kambing hitam,&#8221; tegas warga lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara alami, buaya merupakan predator penyergap yang memiliki naluri berburu sangat kuat. Satwa ini mampu berdiam diri di bawah permukaan air dalam waktu lama sebelum menyerang mangsa secara tiba-tiba. Buaya juga dikenal sangat teritorial, terutama apabila merasa habitatnya terganggu atau ketika terdapat sumber makanan di sekitarnya. Sifat agresif tersebut membuat keberadaannya di lokasi yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat menjadi ancaman yang perlu mendapat perhatian serius.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi terkait segera melakukan kajian lapangan, pemasangan rambu peringatan, hingga langkah penanganan yang tepat agar keselamatan warga tetap terjamin tanpa mengabaikan aspek konservasi satwa liar. Dengan demikian, Situ Habibi tidak lagi menjadi sumber ketakutan bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/warga-desak-pemerintah-segera-tangani-buaya-di-situ-habibi-khawatir-timbulkan-korban-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>39 Siswa SDN Bojongkoneng Cibadak Keracunan Susu Kadaluwarsa SPPG, Kadiskes Berikan Pernyataan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/39-siswa-sdn-bojongkoneng-cibadak-keracunan-susu-kadaluwarsa-sppg-kadiskes-berikan-pernyataan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/39-siswa-sdn-bojongkoneng-cibadak-keracunan-susu-kadaluwarsa-sppg-kadiskes-berikan-pernyataan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 14:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Siswa Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Bojongkoneng Cibadak]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG Cibadak 2]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Kadaluwarsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68621</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/39-siswa-sdn-bojongkoneng-cibadak-keracunan-susu-kadaluwarsa-sppg-kadiskes-berikan-pernyataan/" title="39 Siswa SDN Bojongkoneng Cibadak Keracunan Susu Kadaluwarsa SPPG, Kadiskes Berikan Pernyataan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mengungkap fakta baru terkait dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Kecamatan Cibadak. Instansi tersebut menyatakan tidak menerima laporan awal baik dari pihak sekolah maupun penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibadak 02 saat insiden terjadi.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi, menjelaskan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya dugaan keracunan setelah seorang siswa mendatangi Puskesmas dengan keluhan yang mengarah pada keracunan makanan.</p>
<p>&#8220;Saat kejadian tidak ada laporan yang masuk ke Puskesmas. Informasi baru kami peroleh ketika ada seorang siswa datang untuk berobat. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengkajian, kasus tersebut mengarah pada dugaan keracunan makanan,&#8221; ujar Masykur, Rabu (29/7/2026).</p>
<p>Setelah menerima informasi tersebut, Dinas Kesehatan bersama jajaran Puskesmas langsung melakukan langkah cepat. Petugas diterjunkan ke sekolah untuk membuka posko kesehatan, memeriksa kondisi para siswa, serta melakukan penyelidikan epidemiologi melalui pendataan, wawancara dan penelusuran sumber makanan yang dikonsumsi.</p>
<p>Menurut Masykur, dalam setiap penanganan dugaan keracunan makanan, keselamatan korban menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh siswa yang mengalami gejala langsung mendapatkan pemantauan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p>Dari hasil penelusuran awal, Dinkes memperoleh informasi bahwa pihak penyelenggara SPPG tidak segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan. Sebagai langkah pertama, penyelenggara disebut memanggil seorang bidan yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan penanganan kepada para siswa yang mengeluhkan sakit.</p>
<p>&#8220;Kami mendapat informasi bahwa penanganan awal dilakukan oleh seorang bidan yang dipanggil ke lokasi. Setelah Dinas Kesehatan mengetahui adanya dugaan keracunan, petugas langsung turun untuk melakukan penanganan sekaligus pemantauan terhadap seluruh siswa yang terdampak,&#8221; katanya.</p>
<p>Hingga kini, jumlah siswa yang diduga mengalami dampak setelah mengonsumsi makanan terus bertambah. Tercatat sebanyak 39 siswa mengalami keluhan berupa mual, muntah, dan pusing. Seorang siswa sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, namun kondisinya telah membaik dan diperbolehkan pulang.</p>
<p>Di sisi lain, proses penyelidikan penyebab kejadian masih terus berlangsung. Dinas Kesehatan telah mengamankan sampel makanan dan minuman untuk diperiksa di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, muncul dugaan adanya susu yang telah melewati masa kedaluwarsa.</p>
<p>&#8220;Sampel makanan dan minuman sudah kami ambil untuk diuji di laboratorium. Dugaan sementara memang mengarah pada susu yang diduga telah kedaluwarsa, tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,&#8221; jelas Masykur.</p>
<p>Ia menambahkan, selama ini Dinas Kesehatan secara berkala memberikan pembinaan kepada seluruh penyelenggara SPPG mengenai standar keamanan pangan. Pembinaan tersebut mencakup pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi makanan, hingga pemeriksaan masa berlaku setiap produk sebelum disajikan kepada para siswa.</p>
<p>Kasus yang terjadi di SDN Bojongkoneng, lanjut Masykur, akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan standar operasional penyelenggara program makan bergizi. Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi yang cepat antara penyelenggara, sekolah, dan fasilitas kesehatan agar setiap kejadian serupa dapat segera ditangani sehingga risiko terhadap para siswa dapat diminimalkan.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/39-siswa-sdn-bojongkoneng-cibadak-keracunan-susu-kadaluwarsa-sppg-kadiskes-berikan-pernyataan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gagal Nyalip Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Mikrobus di Jalan Raya Cibadak</title>
		<link>https://lingkarpena.id/gagal-nyalip-pemotor-tewas-usai-bertabrakan-dengan-mikrobus-di-jalan-raya-cibadak/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/gagal-nyalip-pemotor-tewas-usai-bertabrakan-dengan-mikrobus-di-jalan-raya-cibadak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 06:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Cibadak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal Nyalip]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden Tabrakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemotor Tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68570</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/gagal-nyalip-pemotor-tewas-usai-bertabrakan-dengan-mikrobus-di-jalan-raya-cibadak/" title="Gagal Nyalip Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Mikrobus di Jalan Raya Cibadak" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah Mitsubishi Mikrobus L300 dan sepeda motor Honda Vario terjadi di Jalan Raya Suryakencana Bogor–Sukabumi, tepatnya di Kampung Bojong, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka berat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Mitsubishi Mikrobus L300 bernomor polisi F 7522 FE yang dikemudikan Wildan Ananta Mulya melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi berusaha mendahului kendaraan angkutan umum yang sedang berhenti untuk menurunkan penumpang dengan mengambil lajur kanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada waktu yang hampir bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario bernomor polisi F 6697 OF yang dikendarai Sutakin. Pengendara motor tersebut juga sedang mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Benturan keras terjadi di badan jalan yang saat itu dalam kondisi lurus, beraspal, cuaca cerah, serta arus lalu lintas ramai namun lancar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor, Sutakin (62), warga Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami cedera kepala berat, patah pada kedua kaki, serta patah di pergelangan tangan. Korban dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dugaan sementara kecelakaan terjadi ketika kedua kendaraan sama-sama mengambil lajur kanan untuk mendahului kendaraan di depannya. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan ini,&#8221; ujar Ipda Wangsit Edhi Wibowo kepada lingkarpena.id Selasa (28/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pastikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum mendahului. Jangan memaksakan manuver apabila jarak pandang terbatas atau terdapat potensi membahayakan pengguna jalan lain,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/gagal-nyalip-pemotor-tewas-usai-bertabrakan-dengan-mikrobus-di-jalan-raya-cibadak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Penyandang Disabilitas di Sagaranten Ludes Terbakar, Damkar: Tidak Ada Laporan Masuk</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rumah-penyandang-disabilitas-di-sagaranten-ludes-terbakar-damkar-tidak-ada-laporan-masuk/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rumah-penyandang-disabilitas-di-sagaranten-ludes-terbakar-damkar-tidak-ada-laporan-masuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 15:49:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Posdamkar Sagaranten]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Penyandang Disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Sagaranten Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68547</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rumah-penyandang-disabilitas-di-sagaranten-ludes-terbakar-damkar-tidak-ada-laporan-masuk/" title="Rumah Penyandang Disabilitas di Sagaranten Ludes Terbakar, Damkar: Tidak Ada Laporan Masuk" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah rumah milik Alim, warga Kampung Lembur Jami, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, hangus dilalap api pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan rumah beserta sebagian besar harta benda di dalamnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu setelah warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi pemilik rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diketahui, Alim merupakan penyandang disabilitas tunarungu, tunanetra, dan tunawicara. Kondisinya yang memiliki keterbatasan membuat warga segera memberikan pertolongan saat kobaran api mulai membesar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Selain itu, kerugian material akibat musibah tersebut juga masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Pemadam Kebakaran Sagaranten, Yusuf, mengungkapkan pihaknya tidak menerima laporan mengenai kejadian tersebut sehingga tidak dapat mengerahkan armada ke lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami tidak menerima laporan terkait kebakaran itu. Selain itu, akses menuju lokasi juga tidak bisa dilalui kendaraan pemadam, sehingga memang cukup sulit untuk dilakukan penanganan,&#8221; ujar Yusuf saat dikonfirmasi Lingkarpena.id.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kondisi medan menuju lokasi menjadi salah satu kendala apabila terjadi keadaan darurat kebakaran di wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akibat insiden itu, rumah korban rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing bangunan. Warga berharap pemerintah maupun para dermawan dapat memberikan bantuan kepada Alim yang kini kehilangan tempat tinggal beserta harta bendanya akibat musibah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan akses jalan menuju permukiman warga agar penanganan keadaan darurat, termasuk kebakaran, dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rumah-penyandang-disabilitas-di-sagaranten-ludes-terbakar-damkar-tidak-ada-laporan-masuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
