<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERISTIWA &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/category/peristiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 15:23:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>PERISTIWA &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tawuran Pelajar Bersenjata Tajam Kembali Pecah di Sukabumi, Dua Korban Jalani Perawatan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/tawuran-pelajar-bersenjata-tajam-kembali-pecah-di-sukabumi-dua-korban-jalani-perawatan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/tawuran-pelajar-bersenjata-tajam-kembali-pecah-di-sukabumi-dua-korban-jalani-perawatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 15:22:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Korban Luka]]></category>
		<category><![CDATA[Senjata Tajam]]></category>
		<category><![CDATA[Simpenan Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tawuran pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66988</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/tawuran-pelajar-bersenjata-tajam-kembali-pecah-di-sukabumi-dua-korban-jalani-perawatan/" title="Tawuran Pelajar Bersenjata Tajam Kembali Pecah di Sukabumi, Dua Korban Jalani Perawatan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seorang pelajar mengalami luka serius akibat perkelahian antarpelajar yang diduga melibatkan penggunaan senjata tajam di wilayah Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/6/2026) sore.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Pudunan Makam Loji, Kampung Sawah Garung, RT 03/03, Desa Loji. Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula dari adanya ajakan tawuran yang beredar melalui pesan singkat antarkelompok pelajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut namun enggan disebutkan namanya mengatakan, sejumlah pelajar dari beberapa sekolah berkumpul di lokasi yang telah disepakati sebelumnya untuk melakukan perkelahian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Awalnya mereka janjian melalui pesan singkat. Saat sampai di lokasi, ternyata kelompok lawan jumlahnya lebih banyak dan ada yang membawa senjata tajam jenis celurit. Situasi langsung ricuh dan para pelajar berusaha menyelamatkan diri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kejadian itu, seorang pelajar mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan satu pelajar lainnya terjatuh dari kendaraan saat berusaha melarikan diri. Korban diketahui berinisial MRP (14) dan YA (15), keduanya merupakan warga Kecamatan Palabuhanratu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MRP mengalami luka terbuka pada bagian punggung kanan atas dan harus mendapatkan puluhan jahitan. Sementara YA mengalami luka terbuka di bagian punggung kanan serta mengalami cedera pada pinggul akibat terjatuh dari sepeda motor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa perkelahian antarpelajar yang mengakibatkan korban luka. Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk proses penanganan lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut serta menelusuri kelompok pelajar yang terlibat dalam tawuran bersenjata tajam itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius terkait maraknya aksi tawuran pelajar yang tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda agar kejadian serupa tidak kembali terulang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/tawuran-pelajar-bersenjata-tajam-kembali-pecah-di-sukabumi-dua-korban-jalani-perawatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Purabaya Sukabumi, Ini Nilai Kerugian Korban</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kebakaran-hanguskan-satu-rumah-di-purabaya-sukabumi-ini-nilai-kerugian-korban/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kebakaran-hanguskan-satu-rumah-di-purabaya-sukabumi-ini-nilai-kerugian-korban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 13:06:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Neglasari Purabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Korsleting listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Ludes Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Panggung]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tinggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66951</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kebakaran-hanguskan-satu-rumah-di-purabaya-sukabumi-ini-nilai-kerugian-korban/" title="Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Purabaya Sukabumi, Ini Nilai Kerugian Korban" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah rumah tinggal milik warga di Kampung Cilengsir RT 026/RW 004, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar pada Senin (15/6/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 03.10 waktu setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rumah panggung berukuran 6 x 9 meter tersebut diketahui milik Cakus Kusmana yang dihuni oleh satu keluarga dengan enam jiwa. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan beserta isinya hangus dilalap api.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto Prayitno, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi saat penghuni rumah sedang tertidur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.10 WIB. Saat itu penghuni rumah sedang tidur dan terbangun setelah mendengar percikan api. Ketika keluar dari kamar, api sudah membesar di bagian tengah rumah. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,&#8221; ujar Yanto Prayitno, kepada lingkarpena.id Senin (15/6).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kejadian, pemilik rumah, Cakus Kusmana, sedang bertugas melakukan pengamanan kegiatan kenaikan kelas di MI Kadawung. Sementara istri dan anak-anaknya berada di dalam rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Yanto, api dengan cepat membesar karena bangunan berbentuk rumah panggung dan kejadian berlangsung pada dini hari sehingga warga tidak sempat melakukan upaya pemadaman secara maksimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Api cepat menjalar dan menghanguskan seluruh bagian rumah beserta isinya. Warga kesulitan melakukan pemadaman karena api sudah terlanjur besar saat diketahui,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta. Pihak P2BK Purabaya telah melakukan koordinasi dengan Forkopimcam Purabaya dan Pemerintah Desa Neglasari untuk penanganan lebih lanjut serta pendataan kebutuhan korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Pemadam Kebakaran Sagaranten, Yusup, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menerima laporan terkait kejadian kebakaran tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami tidak menerima laporan mengenai peristiwa kebakaran tersebut. Selain itu, akses menuju lokasi kejadian juga cukup sulit dilalui kendaraan pemadam kebakaran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini korban membutuhkan bantuan berupa bahan bangunan dan kebutuhan lainnya untuk proses pemulihan pascakebakaran. Unsur yang terlibat dalam penanganan di lapangan antara lain Forkopimcam Purabaya, Babinkamtibmas, Babinsa, Kasi Trantibum, P2BK, serta perangkat Desa Neglasari.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kebakaran-hanguskan-satu-rumah-di-purabaya-sukabumi-ini-nilai-kerugian-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Air Laut Pasang, Sejumlah Kendaraan Terjebak di Pantai Citarate Ujunggenteng</title>
		<link>https://lingkarpena.id/air-laut-pasang-sejumlah-kendaraan-terjebak-di-pantai-citarate-ujunggenteng/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/air-laut-pasang-sejumlah-kendaraan-terjebak-di-pantai-citarate-ujunggenteng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Air Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Kendaraan Terjebak]]></category>
		<category><![CDATA[Mendadak Pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Citarate]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ujunggenteng Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66938</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/air-laut-pasang-sejumlah-kendaraan-terjebak-di-pantai-citarate-ujunggenteng/" title="Air Laut Pasang, Sejumlah Kendaraan Terjebak di Pantai Citarate Ujunggenteng" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Suasana meriah ajang balap motor pantai yang menjadi bagian dari rangkaian Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 tahun 2026 mendadak berubah tegang. Sejumlah kendaraan roda empat terjebak di hamparan pasir Pantai Citarate, kawasan wisata Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa itu terjadi usai kegiatan Event Track Pantai usai digelar. Saat para peserta, kru, dan penonton mulai meninggalkan lokasi, air laut secara perlahan mulai pasang dan merendam sebagian area pantai yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa kendaraan yang berada terlalu dekat ke bibir pantai tidak sempat berpindah ke lokasi yang lebih aman. Akibatnya, roda kendaraan amblas ke dalam pasir basah dan sulit bergerak saat mencoba keluar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, semangat gotong royong warga Pajampangan kembali terlihat. Puluhan orang yang berada di lokasi, mulai dari peserta lomba, penonton, warga sekitar hingga panitia acara, bahu-membahu membantu proses evakuasi kendaraan yang terjebak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan menggunakan alat seadanya dan dorongan tenaga manusia, kendaraan satu per satu akhirnya berhasil dievakuasi dari area berpasir yang mulai digenangi air laut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang warga yang ikut membantu proses evakuasi menjelaskan bahwa kondisi pasir pantai menjadi faktor utama yang menyebabkan kendaraan sulit bergerak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ban mobil itu amblas ke dalam pasir. Semakin dipaksa dengan putaran ban yang kencang, justru semakin dalam terbenamnya. Kondisi pasir tentu berbeda teksturnya dengan tanah biasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa pasir pantai yang terlihat padat di permukaan sebenarnya memiliki daya dukung yang lemah, terutama saat mulai terkena air pasang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Budi, warga Citarate, mengatakan sebagian kendaraan yang terjebak merupakan milik kru dan peserta balap motor pantai. Namun ada pula kendaraan milik warga yang datang untuk menonton kemeriahan Hari Nelayan Ujunggenteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saat perlombaan berlangsung ada beberapa kendaraan yang parkir terlalu ke tengah area pantai. Ketika kegiatan selesai, tiba-tiba air laut mulai naik. Kendaraan yang posisinya masih di sana tidak sempat dipindahkan dan akhirnya terjebak,&#8221; kata Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski proses evakuasi berlangsung cukup alot dan memakan waktu, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan serius pada kendaraan. Seluruh kendaraan yang terjebak akhirnya berhasil dikeluarkan dari area pantai sebelum air pasang semakin tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi para pengunjung maupun peserta kegiatan di kawasan pantai agar lebih memperhatikan kondisi alam, terutama pasang surut air laut yang dapat berubah dalam waktu singkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di balik kepanikan sesaat itu, terselip pemandangan yang menghangatkan. Saat kendaraan-kendaraan terjebak dan pengemudi kebingungan mencari cara keluar, warga yang sebelumnya hanya menjadi penonton spontan turun tangan membantu. Tangan-tangan yang saling mendorong kendaraan di tengah pasir basah menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan yang masih terjaga di pesisir selatan Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa yang semula menjadi momen menegangkan, akhirnya berubah menjadi cerita tentang solidaritas. Ketika air laut terus merangkak naik, gotong royong menjadi kekuatan yang berhasil mengalahkan hambatan alam di Pantai Citarate.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/air-laut-pasang-sejumlah-kendaraan-terjebak-di-pantai-citarate-ujunggenteng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Video Anak PAUD Diduga Tenggelam di Kolam Wisata Oasis, Polisi Pastikan Korban Sehat dan Beraktivitas Normal</title>
		<link>https://lingkarpena.id/viral-video-anak-paud-diduga-tenggelam-di-kolam-wisata-oasis-polisi-pastikan-korban-sehat-dan-beraktivitas-normal/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/viral-video-anak-paud-diduga-tenggelam-di-kolam-wisata-oasis-polisi-pastikan-korban-sehat-dan-beraktivitas-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:58:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Kolam Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[OASIS Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Vudeo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66935</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/viral-video-anak-paud-diduga-tenggelam-di-kolam-wisata-oasis-polisi-pastikan-korban-sehat-dan-beraktivitas-normal/" title="Viral Video Anak PAUD Diduga Tenggelam di Kolam Wisata Oasis, Polisi Pastikan Korban Sehat dan Beraktivitas Normal" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Video yang memperlihatkan seorang anak PAUD mendapat pertolongan usai terjatuh ke kolam renang di kawasan Wisata Alam Oasis, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Menyikapi beredarnya video tersebut, jajaran Polsek Sukabumi bersama pihak Kecamatan Sukabumi melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi korban dan kronologi kejadian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan pada Minggu (14/6/2026), korban diketahui bernama Raisha Althira Adira (5, 7 ), siswi SPS TP PAUD Sukamekar, warga Kampung Cijarian Panday, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa itu terjadi saat Raisha mengikuti kegiatan kunjungan wisata sekaligus acara kenaikan kelas SPS TP PAUD Sukamekar di Taman Wisata Air Oasis yang berlokasi di Jalan Mayor Mahmud, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut keterangan penanggung jawab kegiatan, sekitar pukul 09.40 WIB korban keluar dari gedung tempat kegiatan berlangsung menuju area kolam renang tanpa terpantau oleh orang tua maupun keluarganya. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban diduga terpeleset di pinggir kolam dan jatuh ke dalam kolam dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beruntung, seorang pengunjung yang berada di lokasi melihat kondisi korban yang tampak tidak mampu berdiri di dalam air. Pengunjung tersebut segera mengangkat korban dari kolam dan memberikan pertolongan pertama hingga korban kembali sadar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah mendapatkan penanganan awal di pos P3K Wisata Alam Oasis, korban kemudian dibawa ke RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan medis menyatakan kondisi korban dalam keadaan sehat dan normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiar, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian dan kediaman korban untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan personel Polsek Sukabumi bersama unsur Kecamatan Sukabumi, korban dalam kondisi sehat dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Pemeriksaan medis di RSUD R. Syamsudin, SH juga menyatakan korban dalam keadaan normal,” ujar Ade Ruli, kepada lingkarpena.id, Senin (15/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ade menjelaskan, keluarga korban juga tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan menganggap peristiwa itu sebagai musibah yang terjadi akibat korban sempat lepas dari pengawasan keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memang memiliki karakter yang sangat aktif sehingga saat kejadian tidak terpantau oleh keluarga. Mereka tidak menyalahkan pihak manapun dan justru menyampaikan terima kasih atas perhatian serta respons cepat dari pihak kepolisian maupun pihak yang telah memberikan pertolongan,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengimbau para orang tua dan pendamping anak untuk meningkatkan pengawasan, terutama saat berada di lokasi wisata yang memiliki fasilitas kolam renang maupun wahana air.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua dan pendamping agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di tempat wisata, sehingga kejadian serupa dapat dicegah,” pungkas Ade.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini situasi telah kondusif dan korban dipastikan dalam keadaan sehat serta tetap mengikuti rangkaian kegiatan kenaikan kelas bersama teman-temannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/viral-video-anak-paud-diduga-tenggelam-di-kolam-wisata-oasis-polisi-pastikan-korban-sehat-dan-beraktivitas-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanggar Seni Cepet Laras Sekar yang Terbakar, Disbudpora Sukabumi Siap Usulkan Bantuan Pemulihan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/sanggar-seni-cepet-laras-sekar-yang-terbakar-disbudpora-sukabumi-siap-usulkan-bantuan-pemulihan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/sanggar-seni-cepet-laras-sekar-yang-terbakar-disbudpora-sukabumi-siap-usulkan-bantuan-pemulihan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 14:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Seni Cepet Laras Sekar]]></category>
		<category><![CDATA[Siap Usulkan Perbaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66912</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/sanggar-seni-cepet-laras-sekar-yang-terbakar-disbudpora-sukabumi-siap-usulkan-bantuan-pemulihan/" title="Sanggar Seni Cepet Laras Sekar yang Terbakar, Disbudpora Sukabumi Siap Usulkan Bantuan Pemulihan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan dan seluruh perlengkapan milik Sanggar Seni Cepet Laras Sekar di Kampung Cigelang, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa salah satu sanggar seni binaan yang selama ini aktif melestarikan budaya tradisional di wilayah selatan Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami tentu merasa prihatin dan ikut belasungkawa atas terbakarnya salah satu potensi budaya yang ada di Sukabumi yang selama ini kami bina. Ini menjadi perhatian kita bersama sekaligus pengalaman bagi yang lainnya agar lebih teliti, terutama dalam pemasangan instalasi listrik maupun mengantisipasi gangguan lainnya,&#8221; ujar Yudi Mulyadi kepada lingkarpena.id di sela kegiatan Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 Tahun 2026, Minggu ( 14/6 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yudi mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan langsung menindaklanjutinya dengan menugaskan jajaran bidang kebudayaan untuk melakukan peninjauan ke lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami sudah menerima laporannya dan hari ini kami menugaskan jajaran bidang kebudayaan untuk turun ke lapangan. Insya Allah akan kami respons dan kami usulkan kepada pimpinan. Mudah-mudahan ada rezekinya sehingga ke depan sanggar ini bisa segera terbangun kembali,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelumnya, bangunan Sanggar Seni Cepet Laras Sekar dilaporkan terbakar pada Jumat (12/6/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang menyebabkan api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembina Sanggar Seni Cepet Laras Sekar, Ridholosa, menuturkan bahwa beberapa jam sebelum kejadian aktivitas di sanggar masih berjalan normal. Para anggota baru saja menyelesaikan kegiatan pengajian rutin malam Jumat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sekitar pukul 22.00 WIB masih ada beberapa anggota yang berada di sanggar setelah kegiatan pengajian rutin malam Jumat. Tidak ada tanda-tanda apa pun. Namun menjelang dini hari kami mendapat kabar bahwa sanggar terbakar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akibat peristiwa tersebut, seluruh aset kesenian yang selama ini digunakan untuk pembinaan generasi muda ludes terbakar. Satu set gamelan, topeng cepet, kostum pertunjukan, alat latihan hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya tidak dapat diselamatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Semua perlengkapan habis. Satu set gamelan, topeng cepet, kostum pertunjukan, alat latihan hingga perlengkapan pendukung lainnya tidak ada yang tersisa. Ini tentu menjadi kehilangan besar bagi kami,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sanggar Seni Cepet Laras Sekar sendiri baru berdiri sekitar satu tahun lalu. Meski tergolong muda, keberadaannya telah menjadi ruang belajar dan berkarya bagi anak-anak serta pemuda di wilayah pesisir selatan Sukabumi untuk mengenal dan mencintai seni budaya tradisional daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, Ridholosa menegaskan bahwa musibah tersebut tidak akan memadamkan semangat para pelaku seni untuk terus melestarikan budaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Budaya tidak hanya ada pada bangunan atau alat-alat kesenian. Budaya hidup dalam semangat para pelakunya. Kami akan berusaha bangkit dan kembali membina generasi muda agar kesenian tradisional tetap lestari,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dukungan dan solidaritas dari masyarakat serta pegiat seni budaya mulai mengalir sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan sanggar yang selama ini menjadi wadah kreativitas dan pelestarian budaya lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah puing-puing bangunan yang hangus, harapan untuk bangkit kembali tetap menyala. Sebab bagi para pelaku seni, api mungkin mampu membakar bangunan dan perlengkapan, tetapi tidak akan pernah memadamkan semangat untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dari generasi ke generasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/sanggar-seni-cepet-laras-sekar-yang-terbakar-disbudpora-sukabumi-siap-usulkan-bantuan-pemulihan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Daftar ABK Kapal Titan 70 yang Dievakuasi di Ujunggenteng, Seluruhnya Selamat</title>
		<link>https://lingkarpena.id/inilah-daftar-abk-kapal-titan-70-yang-dievakuasi-di-ujunggenteng-seluruhnya-selamat/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/inilah-daftar-abk-kapal-titan-70-yang-dievakuasi-di-ujunggenteng-seluruhnya-selamat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 13:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[16 ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Nama ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Titian 70]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Kapal Karam]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Selamat]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Selatan Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66901</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/inilah-daftar-abk-kapal-titan-70-yang-dievakuasi-di-ujunggenteng-seluruhnya-selamat/" title="Inilah Daftar ABK Kapal Titan 70 yang Dievakuasi di Ujunggenteng, Seluruhnya Selamat" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebanyak 16 anak buah kapal (ABK) Kapal Titan 70 berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal pengangkut batu bara yang mereka awak mengalami insiden kebocoran di perairan Pantai Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses penyelamatan dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur maritim dan instansi terkait setelah kapal yang berlayar dari Lampung menuju Cilacap tersebut mengalami gangguan serius pada bagian lambung kapal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan keterangan Kapten Kapal Titan 70, Nasriadi (47), masalah bermula sekitar pukul 04.00 WIB saat awak kapal menemukan adanya kebocoran pada bagian haluan lambung kanan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran sehingga nahkoda memutuskan untuk melakukan lego jangkar sebagai langkah darurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengetahui adanya kebocoran di bagian haluan lambung kanan sekitar pukul empat pagi. Untuk menghindari risiko yang lebih besar, kapal kemudian melakukan lego jangkar sambil menunggu bantuan,&#8221; ujar Nasriadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapal Titan 70 diketahui tengah mengangkut sekitar 10.000 ton batu bara saat kejadian berlangsung. Setelah kondisi kapal dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan pelayaran, seluruh ABK dievakuasi dari lokasi kejadian menggunakan Kapal Nelayan KM Dede Putra menuju Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Letda (L) Andri Kurniawan, mengatakan proses evakuasi berjalan aman berkat koordinasi cepat seluruh unsur yang terlibat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah seluruh ABK berhasil dievakuasi dengan selamat. Begitu tiba di Pantai Ujunggenteng, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan hasilnya seluruh awak kapal dinyatakan dalam kondisi sehat. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,&#8221; kata Letda (L) Andri Kurniawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rombongan ABK tiba di Pantai Ujunggenteng sekitar pukul 16.45 WIB dan langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim medis Puskesmas Ciracap. Hingga laporan ini disusun, kapten kapal beserta seluruh awak masih berada di kawasan Pantai Ujunggenteng sambil menunggu proses penanganan lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Evakuasi melibatkan Pos TNI AL Ujunggenteng, Polsus KKP Ujunggenteng, Pos AU Ujunggenteng, Polairud Polres Sukabumi, Polsek Ciracap, BPBD Kabupaten Sukabumi, Satpol PP Kecamatan Ciracap, Pemerintah Desa Ujunggenteng, serta nelayan setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut daftar 16 ABK Kapal Titan 70 yang berhasil dievakuasi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Nasriadi (47) – Kapten Kapal, asal Barru, Sulawesi Selatan.</p>
<p>2. Yulianto (49) – asal Rembang, Jawa Tengah.</p>
<p>3. Sigit Wahyu Jatmiko (35) – asal Semarang, Jawa Tengah.</p>
<p>4. Arief Nugroho (46) – asal Purbalingga, Jawa Tengah.</p>
<p>5. Ariyah Fachri Bahar (28) – asal Luwu, Sulawesi Selatan.</p>
<p>6. Abdul Azis Setiawan (29) – asal Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>7. Heri Sudjatwanto (47) – asal Purworejo, Jawa Tengah.</p>
<p>8. Sumardi (36) – asal Bone, Sulawesi Selatan.</p>
<p>9. Bayu Putro Utomo (29) – asal Madiun, Jawa Timur.</p>
<p>10. Stenly Kiki Passandaran (35) – asal Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara.</p>
<p>11. Rahmat Aji (46) – asal Purbalingga, Jawa Tengah.</p>
<p>12. Sardi Ode (25) – asal Lembata, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>13. Muhamad Deni (21) – asal Buton.</p>
<p>14. Muhamad Al Ansi (23) – asal Lampung Selatan.</p>
<p>15. Julpandi Ardiansyah (24) – asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>16. Ronald Pamatan (34) – asal Makassar, Sulawesi Selatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, penyebab pasti kebocoran yang terjadi pada lambung kapal masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh awak kapal berhasil diselamatkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/inilah-daftar-abk-kapal-titan-70-yang-dievakuasi-di-ujunggenteng-seluruhnya-selamat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedagang Sayur Tewas Tertabrak KA Pangrango di Perlintasan Liar Parungkuda</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pedagang-sayur-tewas-tertabrak-ka-pangrango-di-perlintasan-liar-parungkuda/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pedagang-sayur-tewas-tertabrak-ka-pangrango-di-perlintasan-liar-parungkuda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:41:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bojongkokosan Parungkuda]]></category>
		<category><![CDATA[KA Pangrango]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Sayur]]></category>
		<category><![CDATA[Perlintasan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi-Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Tewas Tertabrak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66889</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pedagang-sayur-tewas-tertabrak-ka-pangrango-di-perlintasan-liar-parungkuda/" title="Pedagang Sayur Tewas Tertabrak KA Pangrango di Perlintasan Liar Parungkuda" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seorang pria bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakan Pendeuy RT 001/005, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16.11 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa nahas tersebut terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu yang berada di samping Perumahan BMI, RT 001/007, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas diketahui sedang berjualan sayuran dan melintasi jalur rel kereta api di lokasi kejadian. Saat hendak menyeberang, korban diduga tidak menyadari datangnya KA Pangrango yang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor Paledang sehingga tertabrak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, S.H., saat dikonfirmasi lingkarpena. id membenarkan adanya peristiwa kecelakaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia setelah tertabrak kereta api.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Benar, pada Minggu sore telah terjadi kecelakaan di perlintasan rel kereta api samping Perumahan BMI, Desa Kompa. Korban atas nama Asep Yusup meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertabrak KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang,&#8221; ujar AKP Erman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kewaspadaan korban saat melintasi perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu maupun penjaga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dugaan sementara korban kurang memperhatikan situasi saat akan menyeberang rel sehingga tidak mengetahui adanya kereta yang sedang melintas. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi jalur kereta api, terutama di perlintasan liar yang tidak memiliki palang pintu maupun petugas penjaga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek menambahkan, lokasi kejadian memang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi karena merupakan perlintasan liar. Selain tidak terdapat palang pintu otomatis, pandangan pengguna jalan juga terbatas oleh bangunan perumahan dan vegetasi di sekitar rel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan perlintasan liar serta lebih mengutamakan keselamatan dengan melintas di perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas pengamanan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pedagang-sayur-tewas-tertabrak-ka-pangrango-di-perlintasan-liar-parungkuda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapal Karam: 16 Nyawa Diselamatkan di Perairan Selatan Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kapal-karam-16-nyawa-diselamatkan-di-perairan-selatan-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kapal-karam-16-nyawa-diselamatkan-di-perairan-selatan-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 05:53:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[16 Nyawa Terselamatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Karam]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Tongkang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangkut Batu Bara]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Cibuni]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66885</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kapal-karam-16-nyawa-diselamatkan-di-perairan-selatan-sukabumi/" title="Kapal Karam: 16 Nyawa Diselamatkan di Perairan Selatan Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Suasana perairan selatan Sukabumi yang tampak tenang pada Minggu (14/6/2026) mendadak berubah menjadi momen penyelamatan dramatis. Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara bertuliskan Titan 70 dilaporkan dalam kondisi nyaris tenggelam di wilayah perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Saat dilakukan evakuasi sebagian badan kapal dalam kondisi miring. Beruntung, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan sebelum musibah tersebut menelan korban jiwa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Harapan bagi 16 orang yang berada di atas kapal itu datang dari KM Dede Putra, kapal nelayan Ujunggenteng yang kebetulan melintas tidak jauh dari lokasi kejadian. Tanpa membuang waktu, para nelayan yang berada di atas kapal tersebut bergerak melakukan evakuasi terhadap para korban yang terdiri dari nahkoda dan anak buah kapal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan ( P2BK) Ciracap, Dadang Priatna, mengatakan seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Berdasarkan laporan yang kami terima dari pemilik KM Dede Putra, seluruh ABK beserta nahkoda berhasil diselamatkan. Jumlahnya sebanyak 16 orang,” ujar Dadang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, tindakan cepat awak KM Dede Putra menjadi faktor penting dalam proses penyelamatan. Saat mengetahui ada kapal yang mengalami kecelakaan di tengah laut, para nelayan langsung mendekat dan mengevakuasi korban ke kapal mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah karakteristik laut selatan yang dikenal memiliki gelombang besar dan cuaca yang sulit diprediksi, proses penyelamatan tersebut menjadi perlombaan melawan waktu. Para korban kemudian dibawa menjauhi lokasi karam guna menghindari kemungkinan bahaya lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, seluruh korban tengah dalam perjalanan menuju daratan Ujunggenteng untuk mendapatkan penanganan dan pendataan lebih lanjut dari pihak terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, identitas kapal maupun penyebab pasti tenggelamnya kapal bermuatan batu bara tersebut masih dalam proses penelusuran. Petugas masih mengumpulkan informasi dan menunggu laporan lanjutan dari pihak yang berwenang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di perairan selatan Sukabumi. Meski seluruh korban berhasil diselamatkan, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang tetap menjadi hal yang tidak bisa diabaikan oleh para pelaut maupun nelayan yang beraktivitas di kawasan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kapal-karam-16-nyawa-diselamatkan-di-perairan-selatan-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalur Gunung Sumul Sukabumi Kembali Makan Korban</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jalur-gunung-sumul-sukabumi-kembali-makan-korban/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jalur-gunung-sumul-sukabumi-kembali-makan-korban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 10:49:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sagaranten -Cibuni]]></category>
		<category><![CDATA[Laka Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Jurang]]></category>
		<category><![CDATA[Muatan Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sagaranten]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Ciminyak]]></category>
		<category><![CDATA[Truk Engkel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66864</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jalur-gunung-sumul-sukabumi-kembali-makan-korban/" title="Jalur Gunung Sumul Sukabumi Kembali Makan Korban" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Malam yang seharusnya lengang di jalur lintas Gunung Sumul, Jalan Raya Sagaranten–Cibuni, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam. Sebuah truk engkel Mitsubishi Colt Diesel yang mengangkut muatan penuh buah kelapa dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal dan masuk jurang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Truk terperosok dan masuk jurang sekitar enam meter hingga akhirnya berhenti di aliran Sungai Ciminyak. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekira pukul 22.30 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di dasar jurang, badan truk tampak ringsek dengan posisi terguling. Muatan kelapa yang diangkutnya berhamburan memenuhi sekitar lokasi, sebagian menutupi badan kendaraan, sementara sisanya terbawa hingga ke area aliran sungai yang dikelilingi vegetasi lebat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana B membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu merupakan kecelakaan tunggal yang terjadi pada malam hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal sebuah truk bermuatan kelapa di jalur Sagaranten-Cibuni pada Jumat malam. Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini, namun dua orang yang berada di dalam kendaraan mengalami luka berat dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis,&#8221; ujar AKP A. Suryana B kepada lingkarpena. id, Sabtu ( 13/6/2026 )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, truk diduga keluar jalur setelah pengemudi kehilangan kendali. Dugaan sementara, sopir mengalami kelelahan saat melintas di jalur yang dikenal memiliki banyak tikungan dan kondisi jalan yang cukup menantang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Benturan keras saat kendaraan terjun ke jurang menyebabkan bagian kabin mengalami kerusakan parah. Akibatnya, sopir dan seorang kenek mengalami cedera serius.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga yang pertama kali datang ke lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban ke RSUD Sagaranten. Namun karena kondisi luka yang cukup berat, keduanya kemudian dirujuk ke RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut keterangan warga sekitar, jalur Gunung Sumul memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Selain kondisi jalan yang di beberapa titik mengalami kerusakan, minimnya penerangan membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, proses evakuasi kendaraan hingga Sabtu siang belum dapat dilakukan. Posisi truk yang berada di dasar jurang serta medan yang sulit dijangkau membuat petugas harus menyiapkan peralatan khusus, termasuk kendaraan derek dan bantuan teknis lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Untuk kendaraan belum bisa langsung dievakuasi karena lokasinya cukup sulit. Kami masih berkoordinasi untuk proses pengangkatan truk dari dasar jurang,&#8221; tambah Kapolsek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat melintasi jalur Sagaranten–Cibuni, khususnya pada malam hari. Warga berharap perbaikan infrastruktur jalan dan penambahan penerangan segera dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan di kawasan yang selama ini dikenal rawan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jalur-gunung-sumul-sukabumi-kembali-makan-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagi, Tronton Terguling di Jalan Warungkiara Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/lagi-tronton-terguling-di-jalan-warungkiara-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/lagi-tronton-terguling-di-jalan-warungkiara-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 05:52:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Lakalantas Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Terguling]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjakan Baeud]]></category>
		<category><![CDATA[Truk Tronton]]></category>
		<category><![CDATA[Warungkiara Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66848</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/lagi-tronton-terguling-di-jalan-warungkiara-sukabumi/" title="Lagi, Tronton Terguling di Jalan Warungkiara Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Baeud RT 01/RW 02, Desa dan Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 22.10 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit kendaraan Truck Tronton Dump Truck bernomor polisi D 9028 YD yang dikemudikan oleh Asep Saepuloh (28), warga Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan melaju dari arah Palabuhanratu menuju Warungkiara. Saat melintasi ruas jalan lurus yang menanjak di lokasi kejadian, truk diduga tidak mampu menanjak sehingga kehilangan tenaga. Kendaraan kemudian terguling ke sisi kanan jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi jalan saat kejadian diketahui beraspal dalam keadaan baik, cuaca cerah, permukaan jalan kering, serta arus lalu lintas relatif lancar. Di sekitar lokasi terdapat warung di sisi kanan jalan dan tebing di sisi kiri jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Warungkiara, AKP R. Panji Setiadji, SH. M. H., mengatakan bahwa kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, kendaraan truk yang melaju dari arah Palabuhanratu menuju Warungkiara mengalami kendala saat melintasi jalan menanjak hingga akhirnya terguling ke sisi kanan jalan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini, dan pengemudi dalam keadaan sehat serta tidak memerlukan perawatan medis,&#8221; ujar AKP R. Panji kepada lingkarpena. id, Sabtu ( 13/6/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kendaraan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp1 juta. Sementara itu, petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, pendataan, dan pengaturan arus lalu lintas guna menghindari kemacetan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>AKP R. Panji juga mengimbau para pengemudi kendaraan angkutan barang agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi jalur menanjak dan berbukit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman dan performa mesin, serta menyesuaikan muatan dengan kemampuan kendaraan agar perjalanan tetap aman dan terhindar dari kecelakaan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/lagi-tronton-terguling-di-jalan-warungkiara-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
