LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Cipayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dibuat panik setelah sebuah rumah panggung hangus terbakar pada Jumat (31/7/2026) sore. Peristiwa tersebut bahkan viral di media sosial setelah video kebakaran beredar luas.
Dalam video berdurasi singkat itu terdengar suara seorang perempuan yang histeris sambil menyebut nama penghuni rumah. “Eta si Toni, imahna dibakar,” teriak perempuan tersebut dengan nada panik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh penghuninya sendiri, Toni (24). Pemuda itu diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah kedua orang tuanya bercerai. Menurut warga, Toni telah lama mengalami gangguan mental.
Kasi Trantib Kecamatan Ciracap, Bahum Zaenal Abidin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung menuju lokasi.
“Saat kami tiba di lokasi, api masih menyala, namun sebagian besar bangunan rumah panggung itu sudah rata dengan tanah. Beruntung posisi rumah cukup berjauhan dengan permukiman warga sehingga api tidak merembet ke bangunan lain,” ujar Bahum kepada wartawan.
Menurut Bahum, Toni diduga mengalami gangguan mental yang diperkirakan dipicu oleh riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang di masa lalu. Kondisi keluarga yang tidak utuh juga disebut menjadi salah satu latar belakang kehidupannya.
” Toni merupakan anak dari keluarga yang telah bercerai dan selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut. Kalau kondisinya sedang kambuh, ia kerap melakukan tindakan yang membahayakan. Namun ketika sedang tenang, dia masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.
Bahum menduga aksi pembakaran dilakukan saat kondisi kejiwaan Toni sedang kambuh. Setelah membakar rumahnya, Toni langsung meninggalkan lokasi.
“Sebelum mengetahui kejadian itu, saya sempat berpapasan dengan Toni di daerah Puncaksuni. Belakangan saya baru mengetahui bahwa saat itu diduga ia baru saja meninggalkan rumahnya setelah terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Toni sebenarnya sudah beberapa kali menjalani pengobatan ke rumah sakit. Namun hingga kini penanganan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena terkendala administrasi kependudukan.
” Kami dari pihak kecamatan belum bisa melakukan penanganan lebih lanjut karena belum menerima laporan resmi dari pemerintah desa. Informasinya, yang bersangkutan juga belum memiliki KTP maupun dokumen administrasi kependudukan lainnya,” kata Bahum.
Meski kehilangan tempat tinggal, kepedulian warga setempat mulai terlihat. Masyarakat berinisiatif membangun sebuah rumah sederhana agar Toni memiliki tempat berteduh dan tidak hidup terlantar.
“Warga berinisiatif membuatkan rumah kecil untuk Toni. Harapannya, ia tetap memiliki tempat tinggal dan tidak terus berkeliaran. Ke depan tentu diperlukan perhatian bersama, baik dari keluarga maupun instansi terkait, agar penanganan terhadap kondisi kejiwaannya bisa dilakukan secara lebih baik,” pungkas Bahum.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kebakaran menghanguskan seluruh bangunan rumah panggung beserta isinya. Aparat bersama pemerintah desa masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat insiden tersebut.






