LINGKARPENA.ID | Dentuman bass yang berpadu dengan alunan musik menggema dari kawasan Vila Assabaland, Jalan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (1/8/2026). Puluhan perangkat sound system berjajar rapi, sementara para pemilik dan pencinta audio saling berdiskusi, menguji kualitas suara, hingga beradu kemampuan mixing dalam ajang “Eundeur Pajampangan”.
Sebanyak 32 pemilik sound system dari wilayah VI Pajampangan ambil bagian dalam kontes yang digelar selama dua hari, 1–2 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Sound System Pajampangan (Konsep) itu mengusung tema “Sauyunan Ngaguar Seni, Ngaraksa Silaturahmi”, sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif di bidang hiburan.
Di balik gemuruh musik yang terdengar, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para peserta saling berbagi pengalaman mengenai perangkat audio, teknik mixing, hingga perkembangan industri hiburan di wilayah Pajampangan.
Ketua Panitia, Asep Awaludin, mengatakan, Eundeur Pajampangan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang untuk mempertemukan para pelaku usaha sound system yang selama ini lebih sering bertemu saat bekerja di berbagai acara.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat silaturahmi sesama pemilik sound system, sekaligus menghidupkan ekonomi kreatif di bidang entertainment. Kami berharap komunitas ini semakin solid, saling mendukung, dan mampu berkembang bersama,” ujar Asep.
Menurutnya, Eundeur Pajampangan telah memasuki penyelenggaraan yang ketiga dan menjadi agenda tahunan yang selalu digelar pada bulan Safar.
“Kami memilih bulan Safar karena biasanya aktivitas penyewaan sound system sedang tidak terlalu padat. Momentum ini dimanfaatkan untuk berkumpul, bertukar pengalaman, sekaligus menunjukkan kualitas perangkat yang dimiliki masing-masing peserta,” tambahnya.
Selain mempertandingkan kualitas suara dan kemampuan mixing, panitia juga menyediakan hadiah kejuaraan serta berbagai doorprize untuk memeriahkan acara.
Asep berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan mampu menarik lebih banyak pelaku usaha sound system di Sukabumi bagian selatan untuk bergabung.
“Harapan kami, Eundeur Pajampangan bisa menjadi agenda yang semakin besar setiap tahunnya. Bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan meningkatkan profesionalisme para pelaku sound system,” katanya.
Salah seorang peserta, Rizal, pemilik sound system asal Surade, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kualitas perangkat sekaligus memperluas jaringan pertemanan.
“Yang paling berharga bukan hanya soal menang atau kalah. Kami bisa saling belajar tentang setting audio, berbagi pengalaman, bahkan menjalin kerja sama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat positif bagi komunitas sound system di Pajampangan,” ungkapnya.
Hingga sore hari, antusiasme peserta dan pengunjung masih terlihat tinggi. Di antara dentuman bass yang menggetarkan area acara, semangat kebersamaan menjadi nada yang paling kuat terdengar, menjadikan Eundeur Pajampangan bukan sekadar kontes sound system, tetapi juga perayaan kreativitas dan persaudaraan para pelaku industri hiburan lokal.






